| FF One Shot | 13elieve |

Cast:
`>Shin Iseul *author* -exist-
`>Youngran
`>Yunhee
`>Sonrye
`>Shinmei
`>Yoora
`>Park Jungsoo
`>Eunhyuk

START!!
********

Huwwaaaah!!!” teriak sekumpulan cewek-cewek yang berdiri di depan sebuah toko TV yang sedang menampilkan MV boy band
Aku melirik mereka dengan pandangan aneh. Apa sih yang mereka sukai dari pria-pria itu? Sangat membuang waktu kalau harus menghabiskan hari hanya dengan memikirkan orang-orang yang tidak pernah memikirkan kita.
Aku melanjutkan perjalananku ke sekolah. Tas ransel yang sejak tadi bertengger di punggungku, aku lepaskan dan menggantungnya di pinggir meja. Aku melirik jam tanganku.
“Hhmm..” aku mendengus
Jam pertama masih tiga puluh menit lagi. Aku terlalu cepat ke kampus. Ini semua karena orang tua ku yang tiba-tiba harus ke Jepang subuh tadi.
Aku mengeluarkan encyclopedia yang sangat tebal dari tas ranselku. Aku membacanya dengan serius. Halaman demi halaman aku baca dan benar-benar kuhayati.
“Andwee!” jerit Youngran, teman kelasku
Aku memalingkan wajahku dan memperhatikan keributan yang terjadi di kelasku
“Waeyo?” tanya Yunhee seraya merebut majalah dari tangan Youngran
Yoora, Shinmei dan Sonrye ikut membaca dari sebelah Yunhee
“Ige mwoeya!” teriak Yoora tiba-tiba
Sonrye dan Shinmei sudah menutup mulutnya tidak percaya, sementara Yunhee memegang tengkuk lehernya kaget.
“Jinja?” Tanya Youngran, “Hankyung benar-benar ingin keluar dari SUJU?”
Sudah kutebak! Pasti boyband itu lagi.
“Molla! Aku tidak mau percaya ini. Super Junior tidak boleh berkurang. Shiro!!” Shinmei menggelengkan kepalanya
“Ottokae?” tambah Sonrye
Yang lainnya ikut membahas entah berita apa itu. Telingaku benar-benar terasa panas.
“Yaa!” teriakku yang sudah berdiri dari tempat dudukku
“Kalian sadar kalau disini sekolah? Untuk apa kalian membahas hal yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan pelajaran.” bentakku garang
“Memangnya kami mengganggumu?” Tanya Yunhee yang juga berdiri dari meja yang tadi didudukinya
“Nde. Kau tidak lihat aku sejak tadi sedang membaca, tapi kalian malah membuat keributan di sini?” tantangku
“Suka-suka kami. Memangnya ini sekolahmu!” tambah Yunhee mulai emosi
Emosiku juga mulai terbakar
“Kau mau cari ribut yah! Kalian tau kan kalau di sekolah ini tidak boleh bawa majalah. Kau mau aku laporkan!” ancamku
Yess! Leher Yunhee seakan tercekat. Dia tidak bisa menjawabku lagi. Youngran yang sejak tadi berdiri di sebelah Yunhee, memegang lengan Yunhee dan menenangkannya
“Sudahlah. Aku malas kalau harus berurusan sama kepsek Cuma karena masalah ini.” Bisik Youngran
“Mianhe, Iseul-ah. Kami tidak akan mengganggumu lagi. Lanjutkan belajarmu!” ujar Sonrye
Bel berbunyi lantang. Ternyata sejak tadi, kelasku sudah penuh. Anak-anak lain menonton perkelahian kami. Aku kembali ke bangku ku. Begitu pula dengan yang lainnya.

:::

Headset terpasang di kedua telingaku. Aku berjalan sambil menggerak-gerakkan kepalaku mengikuti ritme music yang kudengarkan. Tentu saja bukan lagu-lagu korea yang selalu didengar teman-temanku yang lain. Walaupun aku tinggal di Korea, tapi aku lebih tertarik dengan lagu-lagu barat.
Mungkin karena terlalu menikmati lagu yang melantun keras di telingaku, aku berjalan sambil menutup mataku.
“Auuw!” jeritku yang sekarang sudah terduduk di lantai sambil memegang lenganku yang terasa perih
Sepertinya tadi ada seseorang yang menabrakku. Dengan wajah kesal, aku celingukan mencari orang itu. Tapi sepanjang jalan itu kosong. Aku memutuskan untuk berdiri.
“Aaah!!” jeritku seraya memegang pergelangan kakiku yang sudah merah memar
Sepertinya terkilir saat aku terjatuh. Aku kembali berusaha untuk berdiri, tapi gagal. Tiba-tiba seseorang jongkok tepat di depanku dan menatapku lekat.
“Gwencanayo?” tanyanya
Suaranya yang beda dan unik, terasa merdu di telingaku. Pria itu mengenakan jaket yang tebal. Dia menutupi hampir seluruh wajahnya, ditambah lagi kaca mata hitam yang bertengger di atas hidungnya. Awalnya aku sedikit bergidik melihat penampilannya. Tapi saat dia membuka kaca mata hitamnya itu, sesuatu yang hangat menjalari tubuhku. Kurasakan pipiku yang bersemu merah.
“Gwencana.” Jawabku yang menunduk malu
“Sepertinya kakimu terkilir.” Ujarnya
Pria itu memegang pergelangan kakiku
“Auw!” aku menarik kakiku dari pegangannya
“Rumahmu masih jauh?” tanyanya lagi
“Aniyo. Hanya beberapa blok di depan.” Jawabku
“Kalau begitu aku gendong sampai ke rumahmu.” Dia langsung berjongkok dan membelakangiku
Aku menatap punggungnya diam. Aku tidak tahu harus berbuat apa
“Kau tidak keberatan kan?” tanyanya sambil menolehkan kepalanya, “Ayo naik!”
“Hajiman… aku berat.” Kataku ragu
“Kau sudah sakit seperti ini, apa kau mau jalan sendiri ke rumahmu?” tanyanya lagi
Benar juga. Dengan ragu aku naik ke punggungnya. Perlahan dia berdiri dan benar-benar menggendongku
“Aku berat yah?” aku bertanya harap-harap cemas, mana ada wanita yang mau dibilang berat
“Aniyo. Kau ringan kok.” Jawabnya lalu tersenyum
Aku bisa melihat senyumnya dari sebelah. Dan akhirnya aku tahu kalau dia punya lesung pipit di pipinya. Manis sekali.
“Sepertinya kau benar-benar tidak mengenalku.” Ujarnya
“Ye?” aku mengernyitkan dahi
“Hhmmm… Super Junior aro?” tanyanya pelan
Aku berpikir sejenak. Sepertinya aku sering mendengar dua kata itu. Oh…
“Nde, arayo.” Aku mengangguk
“Tapi kau tidak mengenalku?” tambahnya lagi
“Mianhe, tapi hubungannya Super Junior denganmu?” aku benar-benar bingung
“Kenalkan, namaku Park Jungsoo. Tapi sekarang, semua orang lebih sering memanggilku Leeteuk atau Teuki.” Jelas Jungsoo
“Ow, Bangapseumnida. Shin Iseul imnida. Jungsoo-ssi bisa memanggilku Iseul.” Kataku
“Aku leader Super Junior.” Aku Jungsoo
“Mwo?”
Dia? Jinjaro? Pantas saja penampilannya seperti ini. Dia tidak mau ketahuan fansnya. Tadinya aku piker dia penculik.
“Mianhe, tapi aku tidak hapal member-member Super Junior.” Jawabku ngeles
Benar kan? Aku tidak ada waktu untuk menghapal nama-nama anggota boyband yang jumlahnya sangat banyak, 13 orang. Ya, aku tau jumlahnya. Itu karena mereka yang punya member terbanyak sepanjang sejarah.
“Gwencana. Tapi sepertinya, kami harus lebih bekerja keras. Supaya semua orang bisa mengenal kami.” Komentarnya seraya tersenyum lagi
“Ini rumahku. Turunkan aku di sini saja.” Kataku begitu kami ada di depan sebuah rumah yang bernuansa biru
“Rumahmu bagus.” Ujar Jungsoo yang terus memperhatikan rumahku
“Masuk yuk.”
Kali ini, Jungsoo memapahku masuk ke dalam rumah. Aku dan Jungsoo duduk di ruang tamu
Sebuah majalah bertengger di meja. Di covernya terpampang tulisan yang cukup besar yang menyatakan salah satu member Suju menggugat SMEntertainment. Dengan cepat aku mengambil majalah itu dan meletakkannya di sebelahku. Aku menatap Jungsoo takut
“Tidak usah khawatir. Aku sudah terbiasa mendengar dan membaca berita itu beberapa hari terakhir.” Katanya dengan tenang, tapi aku bisa melihat raut wajahnya yang sedih
“Mm… apa kalian benar-benar akan pecah? Soalnya sudah terlalu banyak kejadian di group kalian. Kudengar salah satu membermu juga sedang terlibat masalah hokum dan ada juga yang sibuk dengan kegiatan syutingnya dan tidak pernah bergabung lagi dengan kalian.” Tanyaku panjang lebar
“Kau ternyata tau hampir semua masalah yang kami alami.” Ledek Jungsoo
“Itu karena tiap kali aku nonton TV, selalu saja masalah kalian yang dibahas. Aku sampai bosan mendengarnya.”
Jungsoo terkekeh
“Aku percaya pada mereka semua.” Katanya mantap
Aku diam dan berusaha mendengar kata-katanya
“Kami sudah bersama bertahun-tahun, bahkan sejak kami masih di training. Kami sudah berkorban dan berusaha terlalu banyak demi Super Junior. Aku yakin mereka masih mengingat perjuangan kami hingga bisa sampai di saat ini.
“Kangin bahkan pernah membuat janji di antara kami, untuk selalu bersama selamanya. Dan Kibum juga sudah bilang pada media kalau di hatinya selalu ada Super Junior. Dan kegiatannya sekarang, juga bagian dari kegiatan kami.”
“Tapi, Hangeng sekarang sudah di China dan tidak pernah muncul.” kataku
“Kau tahu, Hangeng pernah berkata seperti ini, ‘saat aku duduk tenang di dalam mobil, dan aku melihat pemandangan malam Korea, air mataku tiba-tiba jatuh dengan deras.’ Aku tau kalau Hankyung tidak akan pernah meninggalkan kami.” Tambah Jungsoo
Mendengar penjelasannya membuatku bergidik. Bukan karena takut, tapi takjub. Aku tidak pernah tahu ada rasa persaudaraan yang sangat besar seperti yang mereka rasakan.
“Tapi kalian pasti akan berpisah.” Lanjutku tidak sadar
“Kalau nantinya kami berpisah dan harus mengerjakan pekerjaan yang berbeda, hanya satu kata yang terpikirkan di hatiku. Sireo! Mungkin karena aku sudah sangat cocok dan sudah punya perasaan yang sangat besar pada Super Junior.”
Aku makin mengagumi mereka. Meskipun aku baru bertemu dengan salah satu dari mereka, tapi aku benar-benar kagum dengan mereka semua. Mulai detik itu, aku memutuskan untuk menjadi ELF sejati.

:::

~Suju POV~
Sebulan kemudian…
Teuki dan Eunhyuk baru saja selesai siaran di Sukira. Seorang PD mendekati Teuki dan menyerahkan sebuah bingkisan.
“Apa itu, hyung?” Tanya Eunhyuk penasaran
“Molla.” Jawab Teuki
Teuki membuka bingkisan itu tidak sabaran. Sebuah album photo berwarna biru sapphire. Teuki membukanya lembarannya dengan pelan. Semuanya berisi photo member SUJU yang tersenyum, tertawa, dan menangis bersama, jauh sebelum kejadian-kejadian ini menimpa mereka. Ternyata ada selembar surat di dalamnya.

Annyeong…
Oppa… aku memanggil mu oppa yah? Karena semua fansmu juga memanggilmu seperti itu. Sekarang aku sudah menjadi ELF.. hehhe
Oppa sudah melihat photo-photo yang ku kirimkan?
Aku dan ribuan ELF di seluruh dunia benar-benar rindu melihat tawa itu. Bahkan tangis kalian. Tangis yang penuh dengan kebahagian, bukan kesedihan.
Kami selalu mendukung dan mendoakan yang terbaik untuk kalian.
Always 13elieve you oppa!!

Ps:Sekarang aku sudah menghapal semua membermu. Teuki, Heechul, Hankyung, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Ryeowook, Kibum, dan Kyuhyun!! Benar kan?!

~Shin Iseul~

Teuki tersenyum membaca surat itu.
“Hyung! Aku senang ada banyak orang yang selalu mendoakan dan mendukung kita.” Sahut Eunhyuk
“Makanya kita harus lebih berusaha demi mereka semua!” kata Teuki bersemangat
“Nde! They are 13elieve us, so we did everything for them!” kata Eunhyuk dengan dialek English yang aneh
“Kau belajar dari mana kata-kata itu?” Tanya Teuki di sela-sela tawanya
“Internet, hyung!” jawab Hyuk jujur

FINISH!!
********

Sekian deh ff yang ak buat!! Hope you guys like it!!
Always 13elieve ini them!!

Author :

ೡSpecialAngelೂ

NEVER TAKE OUT THIS!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s