| FF Serial | Believe in Miracle | Scene 1 |

Cast ce:
*******
`>Shin Yoora
`>Shin Iseul
`>Chi yoko
`>Park Soonrye
`>Lee Youngran
`>Min jee
`>Kim Hyunjae
`>Mi young
`>Kim Hyun In
`>Han Yerin
`>Choi Ha jin
`>Shinmei
ps:masih bsa nambah

Cast co:
******
All suju Member

Shin Iseul mempercepat langkahnya dan berusaha mengimbangi Shin Yoora yang berjalan di depannya dengan tergesa.

“Onnie, tunggu aku.” Sahut Iseul dari belakang

“Ayo cepat. Kamu ini lelet sekali sih. Kita bisa ketinggalan bus kalo kelamaan.” Jawab Yoora yang masih berjalan dengan kecepatan tinggi

Iseul kembali mengikuti onnienya. Tapi karena terlalu focus dengan langkah kaki Yoora, Iseul tidak melihat seseorang yang juga berjalan dengan tergesa berlawanan arah dengan Iseul. Dan alhasil, mereka bertabrakan. Iseul terpental ke tanah

“Oh, chusuhamnida!” sahut orang itu seraya membantu Iseul berdiri

“Aniyo. Aku juga salah. Chusuhamnida!” Iseul membungkuk 90 derajat

“Aigoo, Iseul ah. Kamu ini bener-bener ceroboh. Kita bisa benar-benar ketinggalan kalau seperti ini.” Omel Yoora tanpa memperdulikan Iseul yang kesakitan

“Omo…” jerit orang yang menabrak Iseul pelan

Iseul dan Yoora bersamaan mengalihkan perhatiannya pada orang itu

“Sikumu berdarah.” Tunjuk lelaki itu

Iseul melihat ke siku kanannya. Darah segar mengalir dari sikunya itu.

“Chagi…” lelaki itu menyodorkan sapu tangan berwarna sapphire blue pada Iseul.

“Oh, gomawoyo.” Iseul menerima sapu tangan itu

“Iseul-ah, kita sudah hampir terlambat. Chusungeyo.” Yoora kembali berjalan meninggalkan Iseul dan lelaki itu

“Gomapta.” Iseul menundukkan kepalanya seraya kembali mengikuti Yoora

Iseul menutupi lukanya dengan sapu tangan itu sepanjang jalan. Selama lima belas menit di bus, akhirnya Yoora dan Iseul sampai di Korea University.

“Iseul-ah, kita pisah di sini yah. Kamu masuk ke kelas kamu saja.” Yoora lalu meninggalkan Iseul sendirian di depan gerbang

“Onnie!” teriak Iseul, tapi Yoora sama sekali tidak menghiraukannya, “Aisshh, onnie ini bagaimana. Aku
kan belum tau letak kelasku.” Gerutu Iseul

******
Akhirnya Iseul mengelilingi kampus barunya itu sendirian. Iseul memutuskan untuk ke kamar kecil terlebih dahulu untuk membersihkan lukanya.
“Chagi… kamar kecil di sebelah mana yah?” Tanya Iseul pada seorang wanita yang sedang sibuk membaca buku di koridor
“Mmm? Mahasiswi baru yah?” Tanyanya, Iseul mengangguk “dari sini, kamu lurus aja. Kalau ketemu tangga, belok kanan. Nah WC ada disebelah situ.”
“Oh, gomawo. Kalau ruangan SJ-13 di mana?” Tanya Iseul lagi
“Naik aja ke lantai 2. Di sebelah tangga, ada kelas. Kelas di sebelahnya itu ruangan SJ-13.” Jelas anak itu seraya menunjukkan tempatnya
“Gomawo.” Sahut Iseul seraya berjalan ke WC

:::

“Annyeong!” sapa Minjee pada Yoora yang baru masuk ke kelas
“Annyeong.” Jawab Yoora
“Kamu baru pindah yah?” tanya Yoora
“Nde. Aku baru masuk hari ini, dan katanya kelasku di sini. Boleh aku duduk di sini?” tanya Yoora sopan
“Tentu saja.” Jawab Minjee seraya mempersilahkan Yoora duduk di sebelahnya
Yoora dan Minjee pun berbincang dengan akrab. Tidak lama kemudian, dosen memasuki kelas mereka dan pelajaran pun di mulai

:::

“Hyukjae!” teriak Lee Youngran dari depan pintu kamar “Hyukjae-ah! Kamu tidak siaran hari ini?”
“Mwo?” samar-samar suara Eunhyuk dari kamar
“Kamu masih tidur? Bukannya hari ini kamu ada siaran jam 9?” tanya Youngran masih dengan volume super kencang
“Arasseo.” Sahut Eunhyuk yang berusaha menggapai ponselnya di meja dengan malas
Eunhyuk berusaha keras melihat jam di layar ponselnya. Pukul 8.00! Spontan Eunhyuk bangun dari tempat tidurnya
“Noona! Kenapa baru membangunkanku sekarang?” teriak Eunhyuk
“Mwo? Baru? Aku sudah berteriak di depan pintu kamarmu sejak setengah jam yang lalu, kau tahu. Rasanya suaraku sudah mulai serak!” jawab Youngran dengan suara super keras saking marahnya
Eunhyuk menarik handuknya dan berlari ke kamar mandi

:::

“Hei… kenapa kau diam saja?!” Yesung mengelus-elus cangkang kura-kuranya
“Apa aku harus melupakannya?” tanya Yesung lagi
Si kura-kura tetap tak bereaksi
“Atau mungkin aku harus segera mencari penggantinya?” lanjut Yesung
Sekarang, bahkan si kura-kura memasukkan kepalanya ke dalam cangkang.
“Aisshh… kau ini bagaimana?! Aku kan sedang ngobrol denganmu, kenapa kau masuk ke dalam. Hei… keluar!!” Yesung mengetuk-ngetuk cangkang kura-kuranya
Tiba-tiba pintu kamar terbuka
“Hyung, kau bicara dengan kura-kura itu lagi?” tanya Ryeowook yang baru masuk
“Ha?” jawab Yesung seraya memasukkan kura-kuranya ke dalam akuarium
“Hyung.. hyung…” Ryeowook menggeleng-gelengkan kepalanya lalu mengambil jaketnya
“Hya! Odiya?” tanya Yesung
“Aku mau keluar sebentar dengan Choi Hajin, hyung.” Jawab Ryeowook
“Oh. Ya sudah, pergi saja. Kalau kau telat bertemu dengannya, dia bisa mengamuk-ngamuk padaku lagi.” Ujar Yesung
“Maksud hyung?” tanya Ryeowook benar-benar tidak mengerti
“Aniyo. Tidak usah kau pikirkan. Pergi!” seru Yesung seakan-akan mengusir Ryeowook
“Hyung, waeyo?” tanya Ryeowook yang benar-benar bingung melihat Yesung
“Ani. Kau tidak usah memikirkan kata-kataku barusan. Pergi saja.” Jawab Yesung
“Mmm.” Ryeowook hanya mengangkat bahunya dan berlalu meninggalkan Yesung
Begitu sosok Ryeowook menghilang, Yesung mengambil ponselnya dan terus-terusan memperhatikan wallpaper ponselnya

:::

Chi yoko menarik kopernya keluar dari bandara. Dia celingukan berusaha mencari seseorang. Matanya terpaku pada sosok pria tinggi yang menggunakan kemeja dan kaca mata bertengger di wajahnya. Pria itu melambaikan tangannya dengan sangat santai. Tanpa pikir panjang, Yoko berlari mendekati pria itu seraya memeluknya erat
“Oppa!” teriaknya
“Hei..” sahut pria itu yang hampir terjatuh karena dipeluk tiba-tiba
“Oppa, bogoshipo!” tambah Yoko seraya melepaskan pelukannya
“Ku kira kau sudah lupa dengan wajahku.” Jawabnya
“Wah, oppa meledekku. Mana mungkin aku bisa melupakan wajah ganteng oppaku ini? Heh, Choi Siwon?” ucap Yoko sambil mencubiti pipi Siwon
Siwon tersenyum dan menampakkan dimplenya.
“Bagaimana perjalananmu?” tanyanya
“Menyenangkan. Aku bahkan mendapat kenalan baru di pesawat.” Jawab Yoko
“Siapa? Apa pria genit lagi?” siwon mengintrogasi
“Ih, oppa ini. Bukan kok, aku berkenalan dengan seorang pramugari yang sangat baik dan ramah.”
“Pramugari?”
“Iya. Dia benar-benar sangat ramah, Oppa.”
“Kamu tidak usah percaya dengan keramahan seorang pramugari. Itu hanya perannya di atas pesawat. Sebenarnya mereka tidak seramah itu.” Komentar Siwon yang tampak kesal
“Oppa, waeyo?” tanya Yoko yang bingung
“Ani. Ayo kita pulang. Ibuku sudah menunggumu sangat lama.”
Siwon lalu menarik koper Yoko dan berbalik keluar dari bandara. Yoko masih bingung dengan kelakuan Siwon, tapi kemudian Yoko berlari kecil mengejar Siwon dan menggandeng tangannya keluar dari bandara

***********

Author :

ೡSpecialAngelೂ

NEVER TAKE OUT THIS!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s