| FF Serial | Believe in Miracle | Scene 3|

Cast Ce:
********
`>Shin Yoora * GaluhOnnie
`>Shin Iseul * ViraTeuki
`>Chi yoko * Oi
`>Park Soonrye * Herentia
`>Lee Youngran * Fe”
`>Min jee * Kerri
`>Kim Hyunjae * Elisa
`>Mi young * Miyoung
`>Kim Hyun In * Inriana
`>Han Yerin * Yerin
`>Choi Hajin * Audrey
`>Shinmei * Veronica
`>Kim Hyena * Yemima

Cast Co:
********
All member of Super Junior ❤ ❤

PaRt 3 StaRt…
***************
“Yesung-ssi. Chusungeyo, hari libur seperti ini aku memanggilmu ke sini.” Ujar Mr. Ray

“Pasti karena sesuatu yang penting.” Jawab Yesung

“Kau memang pandai. Beberapa jam yang lalu pimpinan kantor pusat di Seoul menelponku.”

“Lalu?”

“Katanya salah satu pengajarnya keluar dan dia membutuhkan pengajar pengganti. Dan saya mengusulkanmu. Bagaimana?”

“Seoul?”

“Iya. Kau setuju?”

“Tentu saja. Lagi pula, di Seoul aku mempunyai seorang dongsaeng.”

“Jeongmal? Kalau begitu, saya tidak perlu repot-repot mencarikanmu tempat tinggal.”

“Nde.”

“Kalau semuanya sudah beres, kau bisa ke Seoul lusa.”

“Nde. Arasseoyo.”

:::

“Yeobusuyo..” sahut Kim Hyunjae

“O, Hyunjae-ah.” Sahut Yesung sambil memainkan kaleng bekas dengan kakinya

“Oppa!” jerit Hyunjae girang

“Nde. Hyeunjae, aku akan ke Seoul lusa.” Yesung tersenyum bahagia

“Mwo? Jeongmal?”

“’O. Aku diminta mengajar di sana.”

“Jinca? Wah, Oppa. Aku memang sudah benar-benar rindu padamu.”

Semenjak orang tua Yesung meninggal beberapa tahun lalu, memang Yesunglah yang menjaga Hyunjae. Saat Hyunjae harus pindah ke Seoul untuk kuliah pun, sebenarnya mereka tidak rela.

“Makanya, sekarang kau harus menyiapkan kamar untukku.”

“Tentu saja. Geunde, apa kura-kura oppa itu juga dibawa?”

“Tentu saja. Aku tidak mungkin meninggalkan kura-kuraku ini di sini.”

“Benar juga, kura-kura itu kan sudah seperti soulmate oppa. Hahaha..”

Hyunjae memang belum tahu mengenai Yoora. Hyunjae pindah ke Seoul, bertepatan saat Yoora pindah ke Incheon

:::

“Kami pulang..” teriak Kibum begitu membuka pintu apartmentnya

“Oh.. kenapa lama sekali?” tanya Omma Kibum yang baru keluar dari dapur

“Omoni.” Sapa Sonrye seraya memeluk Omma Kibum

“Omo.. aku benar-benar rindu padamu. Kita sudah lama sekali tidak bertemu. Ayo duduk. Aku sedang mempersiapkan makanannya.”

“Oh, kalau begitu aku bantu.”

“Tidak usah. Kau disini saja bersama Kibum. Kalian pasti masih rindu kan?”

Sonrye merasakan panas di pipinya. Omma Kibum kembali ke dapur. Sonrye lalu duduk disebelah Kibum

“Aku benar-benar rindu padamu.”

Kibum tiba-tiba mencium bibir Sonrye. Sonrye yang tidak siap, hanya bisa diam.

“Eit.. Di rumah ini bukan hanya ada kalian berdua.” Seru Kim Hyunin yang baru datang

Sontak, Kibum melepaskan ciumannya.

“Eh.. Onnie. Kapan pulang?” tanya Sonrye berusaha menutupi kekagetannya

“Baru saja. Kau makin cantik saja, Sonrye.” Puji Hyunin

“Ah, Onnie ini yang makin cantik. Buktinya sekarang sudah jadi model terkenal.” Balas Sonrye

“Tetap saja, kau yang paling cantik.” Sahut kibum tiba-tiba

“Ha.. tentu saja kau lebih memilih Sonrye. Padahal selama ini kan aku yang menjagamu.” Ucap Hyunin cemburu

Kibum dan Sonrye hanya tersenyum geli melihat Hyunin yang sedang jealous.

:::

Karena ke mall bersama Mi Young, Iseul pulang agak malam. Iseul memasuki rumahnya dengan perasaan senang. Di depan rumah, dia melihat mobil sedan hitam milik mamanya terparkir.

“Omma!” teriak Iseul sambil mencari-cari ommanya

“Kenapa sampai sekarang kau masih belum bisa mengerti aku?!” teriak seseorang dari dapur.

Suara yang sangat dikenal Iseul, itu suara Ommanya

Langkah Iseul terhenti. Ekspresi bahagia di wajahnya mendadak hilang.

“Bukannya aku tidak mengerti. Aku hanya memintamu untuk menjaga dan merawat anak-anak.” Jawab Appa Iseul tidak kalah kencangnya

“Ah! Bilang saja kalau kau malu karena pekerjaan istrimu lebih baik darimu.” Balas Omma Iseul

Air mata Iseul sudah tak terbendung lagi. Iseul berlari meninggalkan rumahnya sambil terus menangis.

Iseul terus berlari tanpa tujuan. Entah sekarang dia berada di mana. Sepertinya dia berlari cukup jauh. Iseul merasa lelah, dia memutuskan beristirahat di sebuah taman yang dekat dari tempatnya berdiri sekarang.

“Kenapa mereka terus saja bertengkar?” omel Iseul pelan

Air matanya terus mengalir membasahi pipinya.

“Apa mereka tidak tau bagaimana perasaanku dan perasaan Onnie?”

Tiba-tiba seseorang memberikan sapu tangan pada Iseul. Iseul berbalik dan melihat pria yang bertabrakan dengannya pagi tadi.

“Ini. Hapus air matamu.” Katanya sambil menyodorkan sapu tangannya

Iseul lalu menghapus air matanya dengan sapu tangan itu

“Ini sapu tangan keduamu yang kau berikan padamu. Mian, yang tadi belum ku cuci.”

“Tidak apa-apa. Kapan-kapan saja baru kau kembalikan. Oh iya, aku belum tau siapa namamu? Namaku Jungsoo, Park Jungsoo.”

“Oh, Shin Iseul. Kau sedang apa di sini?”

“Tadi aku makan ddokbokki di sana. Saat berjalan pulang, aku melihat seseorang yang sepertinya ku kenal sedang duduk di taman sendirian. Makanya, aku menghampirimu.”

“Oh..”

“Kau sendiri sedang apa di sini malam-malam? Sendirian pula?”

“Aku hanya sedang ada masalah.”

“Kau bisa menceritakan masalahmu padaku, itupun kalau kau mau. Tapi, menceritakan masalah pada seseorang lebih baik dari pada di pendam sendiri. Kau akan merasa lebih lega.”

Entah kenapa, Iseul mau bercerita pada Jungsoo. Dia bahkan menceritakan semuanya. Tidak biasanya, Iseul begitu terbuka pada seseorang yang baru di kenalnya.

:::

Heechul sedang serius di depan komputernya saat seseorang menepuk bahunya.

“Hei..” sapa Hankyung

“Oh..” jawab Heechul seraya melanjutkan pekerjaannya di komputer tanpa memperdulikan Hankyung lagi

Karena kesal, Hankyung memencet tombol power di monitor Heechul.

“Hya! Mwoeya!” teriak Heechul marah

“Hyung yang kenapa? Aku kan baru datang dari China.”

“Lalu?”

“Seharusnya, hyung mengajakku keluar berjalan-jalan.”

“Aku sedang sibuk. Kau pergi saja sendiri.”

Heechul kembali menyalakan monitornya

“Hyung. Kau sibuk apa? Kau hanya sibuk dengan homepage-mu.” Rengek Hankyung *author ngebayangin muka.a Hankyung ngerengek XPP*

“Aiish… kau benar-benar merepotkan.”

Tapi Heechul mematikan komputernya dan mengajak Hankyung berkeliling Seoul. Mereka tidak bisa keluar dari mobil. Karena orang-orang pasti akan mengenali Heechul dan Hankyung. Mereka sama-sama pemain film. Hanya saja, Hankyung berasal dari China dan beberapa minggu lalu ditawari bermain film di Korea.

:::

“Aiish… Iseul itu kemana sih? Sudah malam begini, dia belum juga pulang.” Omel Yoora sambil terus berusaha menghubungi Iseul

“Yeoboseyo..” jawab Iseul akhirnya

“Hya! Odiya?” tanya Yoora langsung

“Aku tidak tahu persisnya dimana.”

“Apa maksudnya? Sekarang sudah malam, kau sadar tidak?”

“Arasseo, Onnie. Geunde, tadi aku mendengar Appa dan Omma berkelahi lagi. Jadi aku lari dari rumah. Dan sekarang aku tidak tahu sedang ada dimana?”

“Ha? Kau dengan siapa sekarang?”

Yoora mulai cemas. Tanpa pikir panjang, Yoora keluar dari rumah dan berusaha mencari-cari di sekeliling

“Aku sedang di taman sekarang dengan laki-laki yang kutabrak tadi pagi.”

“Mwo? Nugu?”

“Itu loh, Onnie. Orang yang kutabrak pagi tadi, waktu kita akan ke kampus.”

“Oh.. kau harus pulang sekarang juga.”

Yoora bisa mendengar suara laki-laki yang sedang bicara pada Iseul

“Onnie, Jungsoo bilang dia akan mengantarku pulang.”

“Nugu? Jungsoo?”

“Iya. Namanya Jungsoo. Ya sudah Onnie, aku akan pulang sekarang.”

“Palli!”

Yoora sebenarnya sangat khawatir dan sayang pada dongsaengnya itu. Hanya saja dia tidak biasa dan tidak bisa menunjukkan rasa sayangnya. Dia mengerti bagaimana perasaan Iseul jika mendengar orang tuanya bertengkar. Sejak kecil, Iseul memang kurang kasih sayang. Makanya dia jadi sangat manja.

Yoora yang sudah terbiasa dengan keadaan orang tuanya, menjadi lebih dewasa dan kuat. Selama ini dia berusaha menjaga dongsaengnya, meskipun terkadang bicara kasar. Tapi sebenarnya, dia sangat sayang pada dongsaengnya

:::

Yoko membuka kamar Siwon tanpa mengetuk. Siwon yang sedang bertelanjang dada karena baru keluar dari kamar mandi dan masih menggunakan handuk tentu saja kaget dengan kelakuan sepupunya itu. *hwa… author mimisan bayangin siwon ga pke baju.. kwkwkkw*

“Kau ini apa-apaan?! Kalau mau masuk kamarku, ketuk pintu dulu.” Siwon mengambil selimut dari kasurnya seraya menutupi badannya

“Oppa pake malu-malu segala. Baru satu minggu aku liburan ke Swiss, begitu pulang oppa sudah anggap aku orang asing yah?”

“Sudahlah. Kenapa kau mencariku?”

“Aniyo. Aku Cuma kangen saja sama oppa.”

Yoko lalu duduk di kasur Siwon.

“Kau ini benar-benar iseng yah?” sahut Siwon kesal

Yoko lalu menarik selimut yang sejak tadi di pakai Siwon menutupi sebagian badannya.

“Hya!” siwon berusaha menangkap selimut itu dari tangan Yoko

Yoko terus memainkan tangannya agar tidak tertangkap. Akhirnya, Siwon mendapatkan selimutnya kembali.

“Yoko!!” teriak Siwon

Siwon berusaha mengejar Yoko yang berlari mengelilingi kamar Siwon

“Aigoo…” Omma Siwon tiba-tiba muncul dari balik pintu

Kegiatan kejar-kejaran Siwon dan Yoko pun terhenti. Yoko lalu berlari ke belakang Omma Siwon

“Imo.. oppa terus mengejarku sejak tadi.” Adu Yoko

“Siwon-ah, kau ini sudah dewasa. Kenapa masih saja berkelakuan seperti anak-anak.”

“Omma! Kenapa kau terus membela Yoko? Dia yang memulainya.” Ujar Siwon ngambek

“Aniyo, Imo. Oppa yang memulai.”

“Terserahlah. Ayo turun, makan malamnya sudah siap.”

Omma Siwon pun meninggalkan kamar Siwon. Sebelum mengikuti bibinya, Yoko memeletkan lidahnya ke arah Siwon

“Aiish…” ucap Siwon kesal

Yoko sudah tinggal bersama Siwon sejak dia kecil. Ommanya meninggal saat melahirkan Yoko. Dan Appanya sibuk mengurus pekerjaannya di luar negeri. Yoko dan Siwon memang sangat dekat. Orang yang baru melihat mereka, tidak akan menyangka kalau mereka bersepupu.

Omma Siwon juga sangat menyayangi Yoko. Dia menganggap Yoko seperti anak kandungnya.

********

Author :

ೡSpecialAngelೂ

NEVER TAKE OUT THIS!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s