| FF Serial | Believe in Miracle | Scene 4|

Cast Ce:
********
`>Shin Yoora * GaluhOnnie
`>Shin Iseul * ViraTeuki
`>Chi yoko * Oi
`>Park Soonrye * Herentia
`>Lee Youngran * Fe”
`>Min jee * Kerri
`>Kim Hyunjae * Elisa
`>Mi young * Miyoung
`>Kim Hyun In * Inriana
`>Han Yerin * Yerin
`>Choi Hajin * Audrey
`>Shinmei * Veronica
`>Kim Hyena * Yemima

Cast Co:
********
All member of Super Junior ❤ ❤

PaRt 4 StaRt…
***************

“Sunbae, mianhe. Hari ini, aku harus pulang cepat. Oppa ku datang dari Incheon.” Sahut Hyunjae

“Oh. Kureoyo. Kalau memang oppamu datang, kau bisa pulang sekarang.” Jawab Kangin penuh perhatian

“Jeongmal? Oh, gomawo sunbae.”

Karena senang, Hyunjae tidak menyadari kalau saat ini dia menggenggam tangan Kangin. Dengan jantung yang berdebar lembut, Kangin memperhatikan tangan Hyunjae yang menggenggamnya. Hyunjae yang baru sadar, langsung melepaskan tangannya. Karena salah tingkah, Hyunjae menggaruk lehernya yang sama sekali tidak gatal.

“Mm.. Mianhe sunbae.”

“Anieyo. Hyunjae-ah…” sahut Kangin pelan

“Nde?”

“Aku sudah tidak bisa menutupi perasaanku lagi. Sejak pertama kali aku melihatmu saat mendaftar di kampus ini, aku mulai merasakan perasaan yang berbeda. Makin lama kita dekat, aku semakin yakin dengan perasaanku. Nega.. sarangheyo..”

Deg… jantung Hyunjae serasa berhenti berdetak. Dia bingung, harus menjawab apa. Dia belum yakin dengan perasaannya. Dia tidak tahu harus mengatakan apa pada Kangin

“Hyunjae. Apa kau merasakan hal yang sama?” kangin menggenggam tangan Hyunjae hangat

:::

Cermin-cermin di ruangan memantulkan bayangan Donghae yang sedang bergerak kesana kemari mengikuti irama yang keluar dari speaker di ruangan itu.

Begitu musik terhenti, Donghae pun menghentikan gerakannya seraya duduk di sudut ruangan. Dengan napas tersengal, Donghae mengambil ponselnya dan berniat untuk mengirim sms ke seseorang.

Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka. Donghae mengalihkan perhatiannya ke pintu. Seorang wanita yang imut *bilang aja ga tinggi* melongokkan kepalanya.

“Oh, chusungeyo. Aku mencari Shindong. Dia ada?” tanya Mi Young lembut

Donghae mendadak berdiri dan memperbaiki bajunya yang agak miring karena dance.

“Oh, Shindong-ssi? Dia sedang keluar mencari makanan. Sebentar lagi dia akan kembali. Tunggu saja.”

“Gomawo.”

Miyoung pun masuk ke ruangan itu. Dia celingukan mencari tempat duduk.

“Mm, disini tidak ada kursi. Maaf.” kata Donghae yang mengerti gerak-gerik Miyoung

“Oh, aniyo. Gwencana, aku bisa duduk di lantai.”

Akhirnya Miyoung duduk di lantai dan Donghae di sebelahnya. Sekitar lima menit, mereka berdiam-diaman. Suasananya benar-benar sepi.

“Chagi..” ujar mereka bersamaan

“Oh..” jawabnya lagi bersama-sama

Mereka tertawa tanpa dikomando. Tampaknya suasana mulai mencair

“Kenalkan, aku Lee Donghae.”

Donghae mengulurkan tangannya. Miyoung menyambutnya dengan senang hati
“Miyoung.”

“Hmm… Mianheyo. Apa kau ini pacarnya Shindong?” tanya Donghae agak grogi

“Oh, aniyo. Aku dan Shindong hanya teman sekolah. Aku mencarinya karena ingin meminjam buku.”

Entah kenapa, Donghae senang mendengar pernyataan Miyoung. Tiba-tiba seseorang berteriak dari luar ruangan

“Donghae-ah! Aku membawa banyak makanan!”

Karena kaget, Donghae dan Miyoung yang kini duduk berhadapan mendadak ingin berdiri bersamaan. Kepala mereka pun menjadi korban.

“Auw.” Jerit Miyoung sambil memegang jidatnya yang nyut-nyutan karena bertabrakan dengan pelipis Donghae

“Oh, mianhe. Gwencana?” Donghae ikutan panik

“Gwencanayo.”

“Eh, Miyoung? Kau sedang apa di sini?” tanya Shindong yang baru masuk

“Mm…” Miyoung langsung mendekati Shindong

“Apa maksudmu sedang apa. Bukannya kau yang menyuruhku kemari untuk mengambil buku.” Protes Miyoung

“Oh, iya. Mian, aku lupa.” Shindong lalu mendekati tasnya dan mengeluarkan buku yang cukup tebal

“Ini. Minggu depan, kau harus mengembalikannya yah.”

“Arasseo!”

Miyoung mengambil buku itu dari tangan Shindong

“Aku pulang yah.” Pamit Miyoung lalu meninggalkan Shindong dan Donghae

:::

Ting tong.. ting tong.. Minjee memencet bel rumah Sungmin. Tidak lama Minjee menunggu, Sungmin keluar dari rumah.

“Aku pikir kau tidak datang.” kata Sungmin sambil membukakan pagarnya

“Mianhe, kemarin aku tidak sempat datang. Kemarin Yoora ke rumahku untuk belajar. Jadi aku baru kemari sekarang.”

“Arasseo. Ayo masuk.”

Minjee mengikuti Sungmin masuk ke dalam rumahnya. Sungmin lalu mempersilahkan Minjee masuk ke sebuah ruangan yang penuh dengan buku.

“Kau cari saja dulu buku yang kau perlukan. Aku keluar sebentar.”

Minjee mengangguk. Sungmin pun keluar dari ruangan itu. Baru kali ini Minjee masuk ke ruangan ini. Meskipun mereka sudah berteman sejak kecil, tapi dia tidak pernah diajak masuk ke sini oleh Sungmin.

Minjee sibuk mencari-cari buku yang dia inginkan, sampai tidak menyadari Sungmin yang sudah sejak tadi kembali ke ruangan itu dengan membawa segelas minuman. Sungmin hanya diam dan terus memperhatikan Minjee yang sangat serius dengan buku-buku.

Setelah mendapatkan beberapa buku, Minjee pamit pulang dari rumah Sungmin. Sungmin mengantar Minjee sampai depan rumah dan terus memperhatikan Minjee hingga hilang dari pandangannya. Karena terpaku pada Minjee, Sungmin pun tidak sadar akan seseorang yang melihat ke arah Sungmin dari kejauhan.

:::

Shinmei terus memperhatikan Sungmin dari ujung lorong.

“Kenapa matamu hanya melihat ke Minjee? Kenapa kau tidak pernah melihatku?”

Shinmei kembali mengingat kejadian bertahun-tahun yang lalu.

Sungmin, Minjee, dan Shinmei berteman sejak kecil. Karena mereka bertiga tinggal di satu kompleks. Rumah mereka hanya beda blok. Waktu kecil, mereka sering bermain bersama di taman.

Suatu hari, saat mereka asyik bermain, Shinmei dan Minjee terpeleset dan jatuh bersamaan. Sungmin yang melihat kejadian itu, langsung menghampiri Minjee dengan tatapan yang sangat khawatir.

“Gwencana?” tanyanya sambil memeriksa seluruh tubuh Minjee, takut ada luka

“Appo..” sahut Minjee

Sungmin kembali membantu Minjee berdiri. Sementara Shinmei yang juga kesakitan, sama sekali tidak diperdulikan. Perasaan Shinmei benar-benar sakit saat itu. Makanya, hubungan Shinmei dan mereka tidak seakrab dulu.

:::

“Kenapa dia tidak menghubungiku?” Yerin mondar-mandir di dalam kamarnya

Tiba-tiba ponselnya berdering keras. Dengan cepat, Yerin menyambar ponselnya

“Yeoboseyo..”

“Yerin-ah..”

“Mm, oppa! Kenapa baru menghubungiku sekarang? Kau sedang apa?”

“Chagi… mianhe, tadi aku sedang latihan. Dan Shindong memporsirnya hari ini. Jadi aku tidak sempat menghubungimu.” Jawab Donghae

“Oppa jadi kan datang ke rumah?”

“Ne. Sekarang aku sudah di jalan. Bilang pada Amma mu, kalau aku segera datang.”

“Arasseo, oppa.”

:::

“Kenapa lagi? Kau masih mau jalan-jalan?” tanya Heechul yang duduk di depan komputernya

“Aniyo. Aku ingin bilang, ada seseorang yang mencarimu.” Jawab Hankyung yang masih berdiri di belakang Heechul

“Nugu?”

“Molla. Youja.. mungkin pacarmu.”

Heechul langsung menghentikan kegiatannya. Dia berjalan ke ruang tamu. Sementara Hankyung menduduki tempat Heechul dan sibuk nge-net.

Heechul melihat seorang wanita yang amat dikenalnya duduk di sofa sambil memegang sesuatu

“Eunsoo?”

Heechul duduk tepat di depan Eunsoo.

“Mm.. chagi. Aku ingin memberikan ini untuk oppa.”

Eunsoo memberikan sebuah surat yang sejak tadi di genggamnya.

“Untuk apa?”

“Mm.. mianhe oppa. Oppa baca saja dulu. Aku harus pulang sekarang.”

“Mwo?”

Tapi Eunsoo tidak memperdulikan Heechul lagi dan berlari meninggalkannya. Dengan penuh tanda tanya, Heechul membuka surat itu.
____________

To : Heechul oppa

Annyeong.. mianhe kalau aku mengganggu oppa.

Aku tidak tahu apa yang merasukiku, hingga aku berani memberikan surat ini. Geunde, hatiku benar-benar sudah tidak tahan lagi. Aku harus mengatakan ini pada oppa. Di awal kita bertemu, aku sama sekali belum merasakan apa-apa. Aku bahkan berpikir kalau oppa ini orang yang aneh. Karena selalu sibuk di depan komputer atau notebook. Tapi, entah kenapa, makin sering aku melihat oppa yang sedang serius dengan komputermu, aku merasakan sesuatu yang aneh.

Aku tidak bisa menjelaskan perasaanku secara detail. Karena aku sendiri tidak tau bagaimana perasaanku. Tapi, aku yakin, kalau aku mencintai oppa. Saat aku melihat oppa, walaupun itu dari jarak yang sangat jauh, jantungku pasti berdetak dua kali lebih cepat.

Sarangimnika?

Oppa, ottaeyo? Aku tidak peduli apa jawaban oppa. Aku hanya ingin mengutarakannya. Aku tidak sanggup menutupinya dan menyimpannya. Kalaupun oppa tidak merasakan hal yang sama sepertiku, aku harap oppa tidak menjauhiku karena ini.

Tapi, dihatiku hanya ada untukmu. Aku akan menunggumu hingga kau merasakan hal yang sama sepertiku.

Mianhe oppa…

From : Kim Eunsoo ❤ ❤
_____________

:::

“Hyunjae-ah.” Yesung memeluk dongsaengnya erat

“Oppa, ayo masuk.”

Hyunjae membantu Yesung mengangkat barang-barangnya ke dalam rumah.

“Oppa, bagaimana perjalanannya?”

“Yah, begitu lah. Melelahkan.”

“Mm.. oh, iya. Ryeowook oppa bilang apa waktu mendengar oppa akan pindah ke sini?”

“Dia tidak mengatakan apa-apa.”

Yesung berbaring karena kelelahan

“Dia tidak marah oppa meninggalkannya sendirian di sana?”

“Kau tidak tau yah, kalau Ryeowook juga pindah ke Seoul?”

“Molla. Waeyo?”

“Aigoo. Sepertinya kau juga tidak tahu kalau dia akan mengadakan resepsi pernikahannya malam ini.”

“Mwo?” mata Hyunjae membelalak

“Jinja? Kau benar-benar tidak tahu?”

“Molla, oppa. Tidak ada yang memberi tahuku. Jadi kita akan ke sana malam ini?”

“Tentu saja.”

“Omo. Aku belum mempersiapkan apa-apa.”

Hyunjae meninggalkan Yesung yang mulai terlelap dan berlari ke kamarnya

:::

“Oppa! Ada yang mencarimu!” teriak Yoko dari lantai satu

Siwon yang berada di lantai 2 berlari kecil menuruni tangga

“Nugu?”

Yoko pura-pura tidak tahu dan mengangkat bahunya. Siwon lalu keluar ke ruang tamu dan diikuti Yoko

“Oh, Hyena. Ada apa?”

Hyena lalu berdiri.

“Duduk saja.”

Hyena dan Siwon duduk berdampingan. Yoko pun duduk di pinggir sofa.

“Sunbae, aku kemari ingin mengantarkan undangan untuk sunbae. Kemarin ini diantarkan ke kantor. Dan acaranya malam ini.”

Hyena menyerahkan undangan berwarna biru dengan photo sepasang calon pengantin di depannya.

“Oh, gomawo.”

“Onnie, kau tidak mau menemani oppa ke sana?” tanya Yoko tanpa pikir panjang

Siwon menyikut Yoko

“Mm.. sebenarnya aku mau. Hanya saja, aku ada urusan malam ini.” Jawab Hyena dengan senyum tipisnya

“Yah, oppaku jadi patah hati deh.”

“Kau ini apa-apaan?” Siwon memelototi Yoko

Hyena tersenyum melihat kelakuan mereka. Omma Siwon keluar dengan celemek yang masih melekat di badannya.

“Omoni.” Hyunae berdiri seraya membungkuk pada Omma Siwon

“Hyunae, kau belum mau pulang kan? Aku sedang membuat cake. Aku mau kau mencicipinya dulu.” Omma Siwon lalu duduk di sebelah Yoko

Hyunae adalah sekretaris Siwon. Dan dulu dia juga junior Siwon saat kuliah. Jadi, Omma Siwon sudah sangat dengan Hyunae. Dia menyukai Hyunae karena kesopanannya pada orang tua.

“O, chusungeyo Omoni. Tapi aku harus segera pulang. Aku benar-benar ada keperluan yang sangat penting.”

“Mm, kuraeyo? Kalau begitu lain kali saja.”

“Saya janji, omoni. Lain kali, saya pasti akan melahap kue omoni sampai habis.” Canda Hyunae

“Kau bisa saja.”

Hyunae pun pamit, Siwon mengantar Hyunae hingga depan pintu. Begitu Hyunae menghilang dari pandangan Siwon, dia kembali ke dalam rumah.

“Oh iya. Temani aku ke resepsi pernikahan temanku malam ini.” sahut Siwon saat melihat Yoko yang sedang memakan kue

“Mwo? Oppa kan tahu, kalau aku paling benci dengan pesta. Andwe!”

“Mengalahlah sekali-kali untuk oppamu ini. Aku malas pergi sendiri.”

“Kenapa oppa tidak mengajak si Hyena itu saja.”

“Kau ini benar-benar mengesalkan. Kau sendiri dengar, kalau dia ada urusan. Ayolah, sekali ini saja.” Pinta Siwon

“Ara.. ara.. tapi kali ini saja yah, oppa.”

“Gomawo.”

Siwon mencubit pipi Yoko lalu berlari meninggalkan Yoko yang komat-kamit memarahi Siwon.

**********

Author :

ೡSpecialAngelೂ

NEVER TAKE OUT THIS!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s