| FF Serial | Believe in Miracle | Scene 5|

Cast Ce:
********
`>Shin Yoora * GaluhOnnie
`>Shin Iseul * ViraTeuki
`>Chi yoko * Oi
`>Park Soonrye * Herentia
`>Lee Youngran * Fe”
`>Min jee * Kerri
`>Kim Hyunjae * Elisa
`>Mi young * Miyoung
`>Kim Hyun In * Inriana
`>Han Yerin * Yerin
`>Choi Hajin * Audrey
`>Shinmei * Veronica
`>Kim Hyena * Yemima
`>Kim Eunsoo * Ruri

Cast Co:
********
All member of Super Junior ❤ ❤

PaRt 5 StaRt…
***************
Kim Hyunjae keluar dari kamarnya dengan memakai kemben yang berwarna biru dengan high heels-nya yang berwarna silver. Yesung yang mengenakan jas putih formal sudah menunggu sejak tadi di ruang tamu. Dia berdiri dan menggandeng dongsaengnya keluar dari rumah

“Seandainya kau sudah punya pacar, pasti dia yang akan menggandengmu seperti ini.” Ujar Yesung seraya naik ke mobil

Hyunjae ikut naik. Kini dia memikirkan Kangin. Dia belum memberikan jawaban apa pun pada Kangin. Kemarin, dia langsung pamit pada Kangin dengan alasan ‘nature calls’. Entah apa yang ada di otak Hyunjae saat itu. Bisa-bisanya dia menjadikan itu sebagai alasan.

Dia makin bingung harus bagaimana jika bertemu dengan Kangin besok.

:::

Yoko menggandeng Siwon memasuki gedung dengan wajah cemberut

“Setidaknya pasanglah wajah yang manis.” Pinta Siwon sambil terus tersenyum pada tamu-tamu yang lain

“Oppa, biarpun ekspresiku seperti ini, aku tetap manis.” Jawab Yoko seadanya

Siwon pun tidak bisa mengatakan apa-apa lagi. Yoko makin bosan saat Siwon mulai sibuk menyapa rekan-rekan kerjanya. Diam-diam, Yoko berjalan keluar, ke taman depan gedung.

Yoko sedang asyik memainkan air mancur saat seseorang datang menyapanya

“Hei. Kenapa kau tidak masuk?” tanyanya

Yoko merasa tidak mengenal orang itu. Tapi dia bertanya seakan-akan dia sangat mengenal Yoko

“Oh, mianhe. Namaku Kyuhyun.” Kyuhyun mengulurkan tangannya

“Mm, Chi Yoko.”

“Orang jepang yah?” tebak Kyuhyun

“Setengah. Ommaku lahir di Jepang, sedangkan Appaku lahir di Korea.”

Kyuhyun membulatkan mulutnya dan mengangguk pelan

“Oh iya. Kau sedang apa di luar sini?” Tanya Kyuhyun

“Aku bosan di dalam. Aku tidak suka pesta.” Jawab Yoko yang kembali memainkan air mancur

“Oh yah? Na dou. Sejak kecil, aku tidak suka dengan pesta.”
Komentar Kyuhyun menarik perhatian Yoko.

“Jinja? Aku benar-benar tidak suka melihat orang-orang yang memamerkan kekayaannya dengan bersolek dan datang ke pesta.”

“Wah, pemikiran kita sama yah.”

“Mm.. kalau kau sedang tidak ada kerjaan, kau lebih sering melakukan apa?”

“Dulunya aku selalu bermain game. Tapi karena aku sudah dewasa, dan orang tuaku menegurku. Jadi sekarang aku lebih suka menonton drama di TV.”

Yoko semakin tertarik ngobrol dengan Kyuhyun. Baru kali ini dia bertemu dengan orang yang pemikiran dan hobbynya sama dengannya.

“Aku juga! Tiap hari aku menonton drama yang di putar di MBC tiap sore.”

“Jeongmal? Aku tidak pernah ketinggalan satu episode pun dari drama itu. Aku benar-benar menyukai jalan ceritanya. Apalagi pemeran wanitanya yang cantik.”

Mereka pun mengobrol dengan asyik dan melupakan pesta yang terjadi di belakang mereka

:::

Ryeowook memperhatikan wajah Hajin yang tertidur pulas di sebelahnya. Mungkin dia benar-benar kelelahan karena resepsi semalam. Dia benar-benar tidak menyangka kalau hari ini akan datang. Meskipun Ryewook dan Hajin sudah pacaran cukup lama, tapi dia tidak berpikir kalau mereka akan menikah.

Wajah Hajin tampak lebih natural saat tidur. Ryeowook tersenyum melihat istrinya itu. Karena gemas, Ryeowook mendekatkan wajahnya ke wajah Hajin. Bibir Ryeowook pun mendarat lembut di bibir Hajin.
Hajin menggeliat. Ryeowook melepaskan ciumannya. Hajin terbangun dan melihat Ryeowook tepat di depannya

“Anyyeong, buin…” sapa Ryeowook dengan senyumnya

“Hmm..” Hajin mengucek-ngucek matanya, “Aku masih merasa aneh oppa ada disebelahku.”

“Itu sudah pasti. Setiap perubahan pasti terasa aneh.” Jawab Ryeowook

“Oppa, tadi kau memanggilku apa?”

“Ha? Oh, maksudmu buin?”

“Hwa.. aku merinding mendengarnya. Artinya mulai sekarang aku harus memanggil nampyon padamu?”

“Iya yah. Memang terdengar aneh. Tapi aku suka mendengarnya.”

Ryeowook kembali mencium bibir Hajin lembut.

:::

Yoora dan Iseul baru saja tiba di kampus saat Iseul melihat seseorang

“Onnie.. itu sepertinya Yesung oppa.”

Yoora melihat ke arah yang ditunjuk Iseul

“Oppa?”

Disaat bersamaan, Yesung yang mengantarkan Hyunjae ke kampus, melihat Yoora. Yesung menghampiri Yoora dan Iseul

“Oppa, kau sedang apa di Seoul?” tanya Iseul

“Mm, aku di minta mengajar di sini. Makanya aku pindah ke Seoul.”
Iseul mengangguk mengerti

“Chagi, Iseul-ah. Aku ingin bicara dengan Yoora dulu, boleh kan?” tanya Yesung

“Arasseo!”

Iseul lalu meninggalkan Yoora dan Yesung. Mereka duduk di bangku di taman kampus.

“Yang kau antar tadi siapa?” tanya Yoora membuka pembicaraan

“Setelah beberapa minggu tidak bertemu, pertama kali yang kau tanyakan itu?”

Yesung tampak kecewa

“Aniyo, oppa. Aku hanya ingin tau.”

“Dia Hyunjae, dongsaengku.”

“O..”

“Kau tidak menanyakan kabarku?”

“Mm, bagaimana kabarmu oppa?” tanya Yoora memenuhi permintaan Yesung

“Menurutmu bagaimana keadaanku setelah kau pindah ke sini dan meninggalkanku?”

“Oppa. Bukankah dulu kita sudah membicarakan ini. Semuanya bukan kemauanku. Aku tidak bisa melakukan apa-apa.”

“Ara.. ara.. aku sedang tidak ingin bertengkar denganmu. Karena sebenarnya aku sangat merindukanmu. Sedetikpun, pikiranku tidak bisa lepas darimu. Hatiku sangat sakit. Aku bahkan pernah berpikir untuk melupakanmu karena kemungkinan bertemu denganmu sangat kecil.”

Air mata Yoora menetes, dia terus menunduk dan tidak berani menatap Yesung

“Mianhe oppa. Aku tidak bermaksud membuat oppa sakit hati.”

“Yoora… Uljima…” Yesung mengeluarkan sapu tangan dari sakunya dan berusaha menghapus air mata Yoora

“Dulu aku memang kecewa padamu. Tapi sepertinya Tuhan masih merestui hubungan kita. Buktinya, sekarang kita bertemu lagi.”

“Oppa..”

Yoora pun menangis di dekapan Yesung

:::

“Sonrye… sonrye…” teriak Kibum yang baru pulang

“Oppa, waeyo?” Sonrye berlari dari dapur menemui Kibum

“Kau tahu…”

“Molla..”

“Jangan potong pembicaraanku. Ada kabar baik untuk kita. Aku diberi kepercayaan untuk memimpin cabang perusahaan di Seoul.”

“Jinja?”

Kibum mengangguk mantap. Sonrye memeluk Kibum bahagia. Seperti biasa, Hyunin tiba-tiba muncul

“Hei! Aku juga ada kabar gembira untuk kalian.” Ujar Hyunin

Tentu saja Sonrye melepaskan pelukannya.

“Aku diundang salah satu majalah di Korea. Jadi, selama sebulan aku harus tinggal di Korea untuk pemotretan dan jadi bintang tamu.”

“Kalian semua bilang kabar gembira. Kenapa aku mendengarnya malah sedih.” Sahut Omma Kibum yang keluar dari dapur

“Kalian semua akan meninggalkan Omma lagi di sini?”

“Omma.. kau ikut saja ke Korea. Dan kembali ke sini bersamaku, sebulan kemudian.” Usul Hyunin

Akhirnya diputuskan, mereka semua berangkat ke Korea dua hari lagi

:::

Youngran berjalan sambil mendorong troli belanjaannya yang hampir penuh. Hampir saja, dia menabrak seseorang. Untung saja Youngran cepat menghentikan langkahnya

“Lee Youngran?” sahut orang itu

“Kim Hyena!”

Youngran melepaskan trolinya dan memeluk Hyena erat.

“Kita sudah lama sekali tidak bertemu.” Kata Hyena

“Ne.. Sekarang kau kerja di mana?”

“Kau ingat Siwon Sunbae?”

“Mm… ow, sunbae yang cakep dan kaya itu?”

“Ne. Sekarang aku bekerja sebagai sekretaris pribadinya.”

“Jeongmal? Hyena! Akhirnya, kau bisa dekat dengannya. Aku ingat dulu kau selalu menyebut-nyebut sunbae itu. Sepertinya perasaanmu bakal berjalan lancar.”

“Kau bisa saja. Kau sendiri? Sudah ada yang baru?”

“Belum.. kau saja yang membantuku cari!”

“Tenang saja. Dikantorku ada banyak pria ganteng.”

:::

Hyunjae yang tidak sempat sarapan pagi tadi, berjalan memasuki kantin. Setelah memesan makanan dan minuman, dia celingukan mencari kursi kosong. Seseorang melambaikan tangannya. Nampan yang dipegang Hyunjae hampir terjatuh karena dia kaget.

Kangin kembali melambaikan tangannya. Dengan tangan yang masih gemetar, Hyunjae menghampiri Kangin

“Annyeong sunbae.”

“Annyeong. Duduk di sini saja. Sepertinya yang lainnya sudah penuh.”

“Ne, gomawo.”

Akhirnya Hyunjae duduk tepat di depan Kangin. Baru saja Hyunjae ingin menyantap makanannya, saat Kangin menanyakan hal yang membuat leher Hyunjae tercekat

“Kau sudah bisa menjawabku?”

“Nde?”

“Kalau kau susah untuk mengatakannya, bagaimana kalau kita menggunakan puding dan brownies ini sebagai jawaban.”

“Ha? Maksud sunbae?”

“Kalau kau juga mencintaiku, kau harus pilih puding. Tapi kalau tidak, kau pilih brownies. Kita sama-sama tutup mata. Aku hitung sampai 2 dan kau bilang tiga, kita pilih makanan kita bersamaan.”

“Geunde.”

“Aku tidak akan marah apapun jawabanmu. Kau siap?”

Hyunjae mengangguk pelan. Mereka menutup mata dan dengan garpu yang mereka pegang erat.

“A.. Dul..”

“Sen..”

Hampir bersamaan garpu mereka menancap ke makanan. Mereka membuka mata. Kedua garpu mereka tertancap di atas puding. Tanpa pikir lagi, Kangin melepaskan garpunya dan menggenggam tangan Hyunjae

“Gomawo.”

Wajah Hyunjae terasa makin panas.

:::

“Hwa!!!” Iseul menutup matanya

Apa dia udah mati? Tapi dia tidak merasakan sakit sama sekali. Dengan perlahan, Iseul membuka matanya. Miyoung memegang erat lengannya tepat dipinggir jalan. Mereka terduduk bersama dengan tampang shock

“Kau mau mati yah?” Tanya Miyoung kesal

“Oh, mianhe.” Hanya itu kata yang bisa dikeluarkan Iseul

“Aiish… kau tidak apa-apa?”

“Mmm… sepertinya tidak apa-apa. Gomawo.”

“Sudahlah. Rumahku sudah sangat dekat, kau istirahat dulu di rumahku. Sepertinya kau masih kaget.”

Iseul hanya mengangguk. Baru dua menit berjalan, mereka sudah sampai di rumah Miyoung.

“Kau duduklah dulu. Aku ambilkan minuman.”

“Gomawo. Oh, iya. Aku sekalian mau pinjam catatanmu.”

“Mmm. Arasseo..”

Miyoung lalu meninggalkan Iseul sendiri di ruang tamu. Iseul merasakan perih di sekitar tangannya. Iseul memperhatikan tangannya, luka lecet di pergelangannya terlihat lumayan parah. Sepertinya tangannya sempat terseret saat di jalan.

“Miyoung!” teriak seseorang dari lantai dua

Terdengar langkah kaki orang yang menuruni tangga

“Iseul?” tanyanya begitu melihat Iseul yang duduk di ruang tamunya

“Jungsoo?” Iseul melupakan pergelangannya yang terluka

“Oppa sudah kenal dengan Iseul?” Tanya Miyoung yang datang dengan segelas air minum

Miyoung memberikan air itu pada Iseul

“Ini dia orang yang dulu kuceritakan padamu. Orang yang kutabrak dan bertemu denganku di taman kemarin.” Sahut Jungsoo

“Oh, pantas saja. Iseul memang anak yang ceroboh. Tadi saja, dia hampir tertabrak mobil. Untung aku sempat menariknya ke pinggir.”

“Mwo? Gwencana?”

“Ne. Aku baik-baik saja.”

“Aigoo.. apanya yang baik? Pergelanganmu lecet. Sepertinya parah.” Ujar Miyoung

Tiba-tiba Jungsoo mendekati Iseul dengan perasaan khawatir. Jungsoo memperhatikan luka Iseul, dan tentu saja menggenggam tangannya. Karena kaget Iseul menarik tangannya.

“Gwencana. Ini hanya luka kecil.”

“Apanya yang kecil! Aku ambil obat dulu.”
Miyoung lalu berlari ke dalam. Jungsoo terus melihat kea rah Iseul dengan cemas.

“Oppa, perbannya habis. Aku ke apotik depan dulu untuk beli perban.”

Miyoung meletakkan kotak P3K di meja lalu keluar dari rumah dengan tergesa-gesa

“Miyoung-ah, kau tidak usah terlalu cemas.” Teriak Iseul, tapi Miyoung tidak memperdulikannya

**********

Author :

ೡSpecialAngelೂ

NEVER TAKE OUT THIS!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s