| FF Serial | Believe in Miracle | Scene 6|

Cast Ce:
********
`>Shin Yoora * GaluhOnnie
`>Shin Iseul * ViraTeuki
`>Chi yoko * Oi
`>Park Soonrye * Herentia
`>Lee Youngran * Fe”
`>Min jee * Kerri
`>Kim Hyunjae * Elisa
`>Mi young * Miyoung
`>Kim Hyun In * Inriana
`>Han Yerin * Yerin
`>Choi Hajin * Audrey
`>Shinmei * Veronica
`>Kim Hyena * Yemima
`>Kim Eunsoo * Ruri
`>Lee Si Hyun * Luisa

Cast Co:
********
All member of Super Junior ❤ ❤

PaRt 6 StaRt…
***************
Eunsoo berjalan mengelilingi taman yang gelap. Sepuluh menit yang lalu Heechul menelponnya untuk bertemu di taman.
“Sebenarnya dia benar-benar datang atau tidak sih?” omel Eunsoo sambil terus memperhatikan ke sekeliling taman yang gelap
Tiba-tiba taman menjadi terang. Lampu-lampu menerangi seluruh taman. Eunsoo mengedip-ngedipkan matanya yang masih kaget akan cahaya. Eunsoo melihat ke sebelah kanannnya. Lampu-lampu itu tersusun membentuk “H ❤ E”. Darah Eunsoo terasa panas mengalir keseluruh tubuhnya.
“Ini?”
Seseorang menepuk bahu Eunsoo. Dia berbalik, dan menemukan Heechul berdiri tepat di depannya dan sedang memegang seikat mawar putih. Heechul menyodorkan bunga itu. Dengan tangan gemetaran, Eunsoo menerima bunganya.
“Aku tidak mau kalau wanita yang menyatakan perasaannya lebih dulu. Makanya aku buat yang lebih romantic.” Sahut Heechul sambil tersenyum penuh kemenangan
Eunsoo dan Heechul duduk di taman beralaskan rumput
“Eunsoo..”
“Mmm..”
“Kenapa kau menyukaiku?”
“Ne? Molla? Aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu oppa. Karena sebenarnya aku sendiri tidak tau kenapa aku bisa begitu menyukaimu.”
“Kau tahu, kalau kau menyukai seseorang karena fisiknya, itu bukan cinta namanya tapi nafsu. Kalau kau menyukai seseorang karena materinya, itu bukan sayang tapi matre. Kalau kau menyukai seseorang karena pengorbanannya, itu bukan cinta melainkan rasa terima kasih. Tapi kalau kau menyukai seseorang dan tidak tau alasannya, itulah cinta yang sebenarnya.”
Eunsoo memperhatikan Heechul penuh rasa kagum. Dia benar-benar tidak menyangka. Orang yang sudah sejak dulu dia sukai, bisa duduk disampingnya.
Heechul yang sejak tadi menatap langit, berbalik. Matanya bertemu dengan mata Eunsoo. Eunsoo jadi salah tingkah dan mengalihkan pandangannya. Tapi Heechul menarik dagu Eunsoo perlahan. Heechul mendekatkan wajahnya, Eunsoo bisa merasakan hangat napas Heechul. Akhirnya bibir mereka bertautan.

:::

Seorang wanita paruh baya sedang duduk diam dan memperhatikan bulan dari jendela.
“Omma. Apa obatnya sudah kau minum?” Tanya Donghae yang baru datang
Wanita itu melihat ke arah Donghae. Wajahnya yang murung mendadak tampak bahagia.
“Han Gyeok soo?” dia memegang pipi Donghae
“Ne, omma.” Donghae tersenyum tulus ke arahnya
“Apa kau sudah makan? Aku buatkan ramen yah?”
Baru saja dia berdiri, Donghae menahannya.
“Tidak usah, omma. Aku baru saja makan. Omma sudah minum obat?” Donghae mengulang pertanyaannya
Dia mengangguk pelan.
“Kalau begitu, sekarang omma istirahat saja. Sudah larut malam.”
Donghae menuntunnya ke dalam kamar. Beberapa menit kemudian, dia sudah tertidur. Donghae keluar dari kamar. Yerin duduk di ruang tamu, dia menenggelamkan wajahnya ke dalam kedua tangannya.
“Omma mu sudah tidur.”
Yerin mengangkat wajahnya
“Syukurlah. Sudah sejak sore dia duduk di sana. Aku sudah menyuruhnya istirahat, tapi dia tidak memperdulikanku.”
Donghae hanya tersenyum
“Oppa, aku benar-benar merepotkanmu.”
“Anieyo. Aku tidak merasa repot sama sekali.”
“Gomawo. Geunde, sampai kapan omma akan terus bergantung pada oppa? Kenapa omma tidak bisa merelakan kepergian oppaku?”
Air mata Yerin bercucuran
“Yerin-ah. Kau harus sabar menghadapi semua ini. Ini karena ommamu terlalu menyayangi oppamu.”
Donghae terus berusaha menenangkan Yerin.

:::

Shinmei berjalan melewati trotoar jalan. Dia terus memikirkan seseorang, Sungmin.
“Sebenarnya apa kelebihan Minjee? Kenapa kau begitu menyukainya?” batin Shinmei
Shinmei terus berjalan sambil menghentak-hentakkan kakinya. Tiba-tiba seseorang menegurnya
“Sepatu bisa rusak kalau kau hentakkan seperti itu.” Sahut seseorang yang memakai topi dan kaca mata hitam besar
“Chagi.. nuguseyo?” Tanya Shinmei
Pria itu melepaskan kaca matanya.
“Hankyung?!”
“Sst..” Hangeng menutup mulut Shinmei seraya memakai kaca matanya lagi
“Kita cari tempat lain.”
Mereka lalu memasuki sebuah restoran. Hankyung melepas kaca mata dan topinya.
“Hankyung! Sejak kapan kau di Seoul?” Tanya Shinmei
“Sudah beberapa hari yang lalu. Aku diminta main film di sini. Tapi syutingnya baru mulai lusa.”
“Wah, aku benar-benar tidak menyangka teman sekolahku yang dulunya kumal dan nakal bisa jadi artis terkenal sekarang. “
Hankyung hanya tersipu malu. Mereka memesan makanan. Beberapa menit kemudian, pesanannya datang. Mereka pun melanjutkan obrolan sambil makan.
“Sepertinya kau sedang ada masalah.” Tebak Hankyung
“Kau masih mengingat Sungmin dan Minjee?”
“Ya. Kenapa? Mereka sudah jadian?”
“Ani. Kenapa oppa berkata seperti itu? Apa memang akan seperti itu? Sebenarnya apa kelebihan Minjee, kenapa Sungmin hanya bisa menyukai Minjee?”
“Apa kelebihan Sungmin? Kenapa sejak dulu, kau hanya menyukai dia?”
“Nde?”
Shinmei tidak bisa menjawab pertanyaan Hankyung. Sebenarnya apa yang membuatnya terus berharap pada Sungmin?

:::

Sonrye duduk di balkon sambil menatap bintang yang bertaburan di langit. Akhirnya dia bisa tinggal dekat dengan Kibum mulai besok.
“Saengil chukka hamnida!” sahut seseorang di belakang Sonrye
Sonrye berbalik. Kibum muncul dengan memegang kue tart.
“Saengil chukka hamnida… saranghaneun uri Sonrye.. saengil chukka hamnida..”
Sonrye berjalan mendekati Kibum
“Oppa. Ulang tahunku kan besok.” Protes Sonrye
“Babo.. sekarang sudah pukul 00.01. Hari ini hari ulang tahunmu. Chukkaeyo!”
Kibum menyodorkan kuenya
“Make a wish..”
Sonrye menutup matanya. Dia berdoa dalam hati, “Biarkan selamanya selalu seperti ini.”
Sonrye meniup lilin-lilin itu. Kibum mencium kening Sonrye.

Sonrye dan Kibum duduk sambil menatap langit.
“Oppa.. haengbokke.”
Kibum menatap Sonrye lekat-lekat. Kibum mendekatkan wajahnya. Tapi, Sonrye memundurkan kepalanya
“Kalau Hyunin Onnie tiba-tiba muncul lagi, bagaimana?”
“Tenang saja. Pintu balkon sudah ku kunci. Dia tidak mungkin bisa muncul.”
Kibum tersenyum jahil. Kibum mendekatkan wajahnya. Jarak wajah mereka hanya beberapa centi lagi, Kibum memiringkan kepalanya
“Auww…” tiba-tiba Sonrye berteriak
“Waeyo?” Kibum memperhatikan Sonrye cemas
“Sepertinya ada semut yang menggigit kakiku.”
“Oh, gatal?”
“Ani. Kakiku serasa perih oppa.”
“Aku ambilkan obat oles dulu, yah.”
Kibum meninggalkan Sonrye dan mengambil obat. Sonrye tidak pernah menyesal menerima pernyataan cinta Kibum dulu.

:::

Sungmin berjalan meninggalkan Minjee dan Yoora di kantin. Sungmin baru saja mengantarkan buku untuk Minjee.
“Dia benar-benar menyukaimu. Aku yakin sekarang.” Ujar Yoora mantap
“Kau ini. Jebal!! Dia hanya temanku. Aku sudah lama berteman dengannya. Kalau dia menyukaiku, kenapa dia tidak pernah menyatakannya?”
“Mm.. mungkin dia masih takut. Apa selama ini, kau pernah dekat dengan cowok lain?”
“Nde? Sampai sekarang, aku hanya dekat dengan Sungmin.”
“Pantas saja. Dia tidak mendapatkan dorongan untuk menyatakannya. Apa kau benar-benar ingin menguji tebakanku?”
Minjee hanya terdiam. Tiba-tiba seseorang mengecup lembut pipi Yoora. Hampir saja, Yoora menampar orang itu. Untung dia melihat Yesung yang tersenyum manis di belakangnya.
“Oppa? Kau sedang apa di sini?” Tanya Yoora kaget
Yesung duduk di sebelah Yoora, “Aku mengantarkan Hyunjae tadi. Lalu aku mencarimu ke sini. Dia siapa? Boleh aku kenalan dengannya? Yesung.”
Yoora belum sempat mengatakan apa-apa. Yesung langsung mengulurkan tangannya. Minjee menyambutkan sambil menahan tawa
“Minjee.”
“Oh, iya. Oppa, apa kau punya kenalan pria yang baik, mapan, dan cakep?” Tanya Yoora
“Untuk apa kau menanyakan pria lain?” Tanya Yesung penuh selidik
“Wah, oppa cemburu.. aniyo, oppa. Aku ada sedikit rencana untuk Minjee.”
“Oh. Ada. Nanti akan kukenalkan padamu.”

:::

Dengan teliti, Jungsoo membersihkan luka-luka Iseul dengan alcohol.
“Auw..” ringis Iseul
“Oh, mianhe. Tahan yah.. sebentar lagi selesai.”
Jungsoo melanjutkan pekerjaannya. Iseul memperhatikan Jungsoo. Jungsoo sangat serius dan terus membersihkan pergelangan Iseul. Dia memperhatikan luka Iseul, takut ada batu kecil yang masuk. Jantung Iseul berdetak makin kencang.
“Kenapa dia kelihatan lebih manis kalau sedang serius?” batin Iseul
Dia menatap Jungsoo lekat-lekat. Tiba-tiba Jungsoo menatapnya. Iseul mengalihkan perhatiannya seraya menarik tangannya. Iseul berusaha mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.
“Chagi…”
Iseul memberikan dua buah sapu tangan pada Jungsoo.
“Mm..” Jungsoo menatap sapu tangannya, dia tidak menyentuhnya sama sekali.
“Entah kenapa, aku selalu ingin berada di dekatmu.” Aku Jungsoo
“Nde?”
“Saranghae.”
“Jungsoo??”
“Saranghae. Jeongmal saranghae. Aku benar-benar menyayangimu. Pertama kali aku melihatmu berdarah, aku bisa merasakan sakitnya. Saat kau menangis di taman, hatiku juga serasa tercabik. Dan sekarang, mendengar kau hampir ditabrak mobil, dan tanganmu terluka seperti ini, rasanya aku hampir tidak bisa bernapas. Iseul, jinja. Jinja saranghe.”
Ini pernyataan cinta pertama yang di terima Iseul. Entah karena terharu, kaget, atau bingung, air mata Iseul mengucur
“Iseul, uljima. Mianhe.. kalau kau tidak mencintaiku, tidak apa-apa. Aku tetap akan menjadi temanmu. Uljima, Iseul-ah.” Jungsoo panik dan tidak tahu harus berkata apa
Iseul menggeleng, “Aku.. aku tidak bisa..”
“Gwencana. Aku tetap akan menjadi temanmu walau kau menolakku.”
“Ani. Aku tidak bisa kalau kau hanya jadi temanku. Saranghae.”
Iseul memeluk Jungsoo erat. Iseul membisikkan sesuatu ke telinga Jungsoo
“Boleh aku memanggilmu oppa?”
Jungsoo melepaskan pelukannya, seraya tersenyum manis pada Iseul.
“Simpan saja kedua sapu tangan ini.” Jungsoo mendorong tangan Iseul, “Ini akan mewakiliku menjagamu. Yang satu kalau kau sakit dan yang satu akan menemanimu saat kau menangis. Tapi, aku janji, aku akan selalu ada saat kau membutuhkanku.”
“Iseul, ini perbannya..” Miyoung muncul dengan sekantong perban, “He? Kenapa kau menangis? Oppaku melakukan apa?”
Jungsoo dan Iseul hanya tersenyum kecil.

:::

“Saengil chukka hamnida.. saengil chukka hamnida.. saranghaneun uri Hyena.. Saengil Chukka hamnida..” seisi ruangan bernyanyi bersama
Hyena memejamkan matanya.
“Aku ingin mencoba kehebatan make a wish.” Batin Hyena, “Choi Si Won.”
Hyena membuka matanya. Seseorang dengan kemeja biru dan mengenakan kaca mata berjalan ke arahnya.
“Sunbae?”
“Saengil chukkaeyo..” ujar Siwon seraya menyerahkan kotak kecil yang dibungkus kertas kado sapphire blue.
“Gomawo, sunbae.”
“Chukkae, Onnie.” Yoko muncul dari belakang Siwon bersama ommanya
“Gomawo. Omo.. omoni. Anda juga datang?”
“Ne. chukkae.”
“Gomawo omoni.”
Hyena, Yoko, dan omma Siwon duduk bersama sambil menunggu minuman yang diambil Siwon
“Onnie, kenapa kau tidak pacaran dengan oppa saja?” sahu Yoko tiba-tiba
“Nde?”
“Benar juga. Aku juga setuju, kalau kau yang jadi menantuku nanti.” Tambah Omma Siwon
“Nde? Geunde, sepertinya sunbae tidak ada perasaan padaku.” Jawab Hyena hampir putus asa
“Kata siapa? Menurutku, dia suka pada Onnie.”
“Jinja?”
“Bagaimana kalau kita buktikan.” Usul Yoko
Mereka bertiga menyusun rencana dengan matang.
Siwon membawa empat gelas minuman dengan nampan, dia benar-benar seperti pelayan.
Yoko tidak bisa menahan tawanya
“Kenapa kau tertawa seperti itu?” Tanya Siwon kesal
“He.. oppa.. jinja, seperti pelayan..” Yoko melepas tawanya
“Apa maksudmu!”
Baru saja siwon hendak membalas Yoko, tapi ditahan ommanya.

:::

Klakson mobil terdengar nyaring dari depan rumah Hyunjae. Hyunjae mengintip dari jendela kamarnya. Dia berlari turun dari kamar.
“Hya! Odiya!” teriak Yesung dari depan TV
“Aku mau keluar sebentar oppa. Aku bawa kunci rumah kok. Jadi, oppa tidak usah menungguku.” Teriak Hyunjae seraya keluar dari rumah
Karena penasaran, Yesung mengintip keluar. Seorang pria turun dari mobil. Dia membukakan pintu mobil untuk Hyunjae. Mereka tampak bahagia
“Sepertinya, dia pria yang baik. Biarkan saja mereka bersenang-senang.” Ujar Yesung seraya kembali ke depan TV
Yesung mengirim pesan ke seseorang.

From: Yesung
Aku membutuhkanmu sekarang. URGENT!!
To: Lovely Yoora

Yesung tersenyum jahil sambil membaca kembali pesan yang dikirimnya.

:::

“Sunbae, kau ingin mengajakku kemana?” Tanya Hyunjae
“Ke suatu tempat yang pasti kau suka.” Jawab Kangin singkat
Hyunjae tidak melanjutkan bertanya. Beberapa menit kemudian, Kangin menghentikan mobilnya di sebuah jalan. Di sana benar-benar sepi. Di salah satu jalan itu, terdapat tangga yang membentang jauh ke atas.
Kangin turun turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Hyunjae
“Untuk apa kita ke bukit seperti ini?” Tanya Hyunjae sambil terus melihat ke tangga
“Ikut saja. Kau akan melihat sesuatu di atas sana.”
Kangin berjalan mendekati tangga.
“Kalau tau akan mendaki seperti ini, aku tidak akan mengenakan sepatu ini.” Omel Hyunjae
Kangin mulai menaiki tangga
“Sunbae. Tunggu, kau pikir mudah menaiki tangga?”
Tiba-tiba kangin berhenti dan berbalik. Dia mengulurkan tangannya sambil tersenyum tulus pada Hyunjae. Hyunjae yang awalnya kesal, tiba-tiba kehilangan kata-kata. Matanya berkaca-kaca. Dengan perlahan, Hyunjae mengulurkan tangannya pada Kangin. Kangin menggenggam tangan Hyunjae lembut. Mereka menaiki tangga satu persatu. Sampai di puncak, Kangin tidak melepaskan genggamannya.
Di depan mereka terhampar pemandangan yang sangat indah. Di depan bukit kota Seoul terlihat sangat jelas. Lampu-lampu menerangi bagaikan bintang-bintang. Hyunjae mengagumi apa yang dilihatnya.
“Hatchii..” tiba-tiba Hyunjae bersin
Kangin dengan sigap melepaskan jaketnya dan memasangnya ke badan Hyunjae. Hyunjae tersenyum manis pada Kangin
“Gomawo.”
Tiba-tiba kangin memeluk pinggang Hyunjae. Hyunjae bisa merasakan detak jantung Kangin yang memeluknya dari belakang. Hyunjae menggenggam tangan kangin yang melingkar di pinggangnya
“Kau suka?” bisik Kangin
“Ne. pemandangannya sangat indah. Gomawo sunbae.”
“Hyunjae..”
“Mm..”
“Aku ada satu permintaan.”
“Mwo?”
“Bisakah kau tidak memanggilku sunbae?”
“Lalu?”
“Panggil aku, wangja-nim!”
Hyunjae langsung membalikkan kepalanya menatap Kangin. Tapi lengan Kangin masih melingkar di pinggang Hyunjae
“Mwo? Wangja? Waeyo?”
“Karena kau adalah putri untuk pangeran seperti aku.”
Tiba-tiba Kangin menabrakkan bibirnya ke bibir Hyunjae. Awalnya Hyunjae kaget, tapi dia hanya diam dan menerima ciuman Kangin.
“My first kiss..” batin Hyunjae

*********

Author :

ೡSpecialAngelೂ

NEVER TAKE OUT THIS!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s