| FF Serial | Believe in Miracle | Scene 2|

Cast Ce:
********
`>Shin Yoora * GaluhOnnie
`>Shin Iseul * ViraTeuki
`>Chi yoko * Oi
`>Park Soonrye * Herentia
`>Lee Youngran * Fe”
`>Min jee * Kerri
`>Kim Hyunjae * Elisa
`>Mi young * Miyoung
`>Kim Hyun In * Inriana
`>Han Yerin * Yerin
`>Choi Hajin * Audrey
`>Shinmei * Veronica
`>Kim Hyena * Yemima

Cast Co:
********
All member of Super Junior ❤ ❤

PaRt 2 StaRt…
***************
“Minjee!” panggil seseorang

Secara bersamaan Minjee dan Yoora berbalik

“Minjee-ah!” teriak orang itu sambil berlari mendekati Minjee dan Yoora

“Sungmin? Waeyo?” tanya Minjee begitu Sungmin sampai di depan mereka

“Ani. Chagi, apa tugas sosialmu sudah selesai?” tanya Sungmin

“Belum. Aku baru berencana akan mencari referensi hari ini.” Jawab Minjee

“Di rumahku ada banyak buku yang bisa kau jadikan referensi untuk tugasmu itu.” Ujar Sungmin

“Nde?” tanya Minjee bingung

“Kau tidak usah mencari referensi jauh-jauh. Kebetulan orang tuaku senang mengoleksi buku-buku sosial, jadi aku menawarkanmu untuk ke rumahku. Agar kau bisa mencari referensimu. Lagian, rumahku kan tidak begitu jauh dari rumahmu.” Tambah Sungmin

“Oh. Gomawo. Kalau begitu sore ini aku ke rumahmu.” Jawab Minjee

“Oke.” Sahut Sungmin “Oh iya, ini siapa? Teman barumu?”

“Dia temanku. Yoora, ini Sungmin, Lee Sungmin. Sungmin, dia Yoora.” Ujar Minjee
Sungmin mengulurkan tangannya, “Lee Sungmin.”

“Shin Yoora.” Yoora membalas uluran tangan Sungmin

“Kalau begitu aku pulang duluan yah.” Pamit Sungmin dan berlalu meninggalkan Minjee dan Yoora

“Sepertinya dia menyukaimu.” Ujar Yoora yang masih memperhatikan Sungmin yang berjalan semakin menjauh

“Mwo? Sungmin?” tanya Minjee memastikan apa yang didengarnya

“O’.. dari matanya, dia terlihat benar-benar memperdulikanmu.” Jawab Yoora

“Aniyo.” Minjee menggerak-gerakkan tangannya yang menunjukkan kalau kata-kata Yoora itu salah “Sungmin itu temanku sejak kecil. Makanya dia sangat perhatian padaku.”

“Kureyo?” tanya Yoora seraya mengangkat bahunya

:::

“Aisshh… kenapa dia bisa telat seperti ini?” gerutu Jungsoo sambil terus melihat ke arah pintu

Jungsoo memutuskan untuk menelponnya. Terdengar sebuah lagu di ponselnya. Tapi panggilannya tidak di jawab. Jungsoo mengulang panggilannya lagi. Masih tak ada jawaban. Jungsoo melihat jam tangannya, sepuluh menit lagi dia harus on-air. Baru saja Jungsoo menekan tombol dial di ponselnya, pintu ruangan itu terbuka

“Hh-hh-hh….” Eunhyuk mendekati Jungsoo dengan napas ngos-ngosan

“Kenapa kau telat sekali?” tanya Jungsoo

“Mianhe, hyung. Aku ketiduran.” Jawab Eunhyuk seraya duduk di kursi sebelah Jungsoo

“Ya sudah. Kau minumlah dulu. Ini script untuk hari ini.” Jungsoo menyerahkan beberapa lembar kertas pada Eunhyuk

Eunhyuk meletakkan kertas-kertas itu di depannya. Sambil membaca isi kertas itu, Eunhyuk meneguk air putihnya.

:::

“Oppa!” teriak Hajin dari sebuah meja di sudut rumah makan

Ryeowook mendekati Hajin dan duduk di depannya

“Oppa mau makan apa?” tanya Hajin

Ryeowook tidak menjawab bahkan tidak memberikan reaksi apapun. Hajin yang bingung melihat Ryeowook kembali bertanya

“Oppa? Oppa mau makan apa?”

Ryeowook masih tak bereaksi

“Oppa!” karena kesal, Hajin menepuk lengan Ryeowook

“Nde?” tanya Ryeowook yang baru sadar

“Oppa kenapa sih? Lagi mikirin apa?” tanya Hajin

“Chagi, aku sedang memikirkan Yesung hyung.” Jawab Wookie

“Kenapa lagi dengan sepupumu itu?” tanya Hajin yang semakin kesal

“Kelihatannya dia benar-benar sedih karena kepergian Shin Yoora.” Ucap Wookie

“Benar juga. Kemarin Yoora pindah ke Seoul yah?”

“Ne. Pagi ini, aku melihat hyung bicara dengan kura-kuranya lagi.”

“Lho? Bukannya dia memang sering ngobrol dengan kura-kuranya itu yah?”

“Dulu dia memang selalu ngobrol dengan kura-kura itu. Tapi sejak dia mengenal Yoora, dia sudah tidak pernah lagi berbicara dengan kura-kura itu. Tapi begitu Yoora pindah ke Seoul, kelihatannya kebiasaan hyung itu kembali lagi.”

“Sudahlah. Oppa tidak usah terlalu mengkhawatirkan dia. Cepat atau lambat, dia pasti akan melupakannya. Dan aku yakin, kalau dia akan segera mendapatkan penggantinya.”

“Mungkin kau benar juga.”

“Tentu saja. Oppa tidak usah memikirkannya lagi.” Ucap Hajin setuju “Oh, iya. Oppa mau makan apa?”

“Mmm… aku Cuma mau es krim. Cuaca sedang panas sekali rasanya.” Jawab Wookie

“O..” Hajin lalu memesan dua eskrim coklat

:::

Iseul mengelilingi kampusnya sambil menyeruput minuman kalengnya. Tiba-tiba seseorang menepuk bahunya. Spontan Iseul berbalik.

“Kau Iseul kan?” tanya anak itu

“Ne. Mianhe, siapa yah?”tanya Iseul

“Sepertinya kau belum mengenalku. Kita sekelas.” Ucap anak itu

“Jeongmal? Mianhe, aku belum bisa mengingat semua teman kelasku.” Jawab Iseul

“Oh, itu wajar. Kau kan masih baru. Oh iya, namaku Miyoung.”

“Mm, Miyoung, apa kau bisa menemaniku berkeliling kampus?” tanya Iseul

“Tentu saja. Ayo.”

Iseul pun melanjutkan perjalanannya mengelilingi kampus di temani Miyoung. Setelah berjalan cukup jauh, mereka berhenti di taman belakang kampus.

“Kau berasal dari mana?” tanya Miyoung

“Aku dari Incheon.”

“Wah, cukup jauh yah. Kenapa kau pindah ke seoul?”

“Sebenarnya ini masalah keluargaku.” Jawab Iseul

“Oh, tidak apa-apa kalau kau tidak mau menceritakannya.”

“Gomawo. Oh iya, gedung di belakang kampus kita ini gedung apa?”

“Gedung itu? Itu statiun tivi.”

“Oh yah? Berarti banyak artis dong di sana.”

“Tentu saja. Aku sering bertemu dengan penyanyi-penyanyi terkenal di sana.”

“Kau sering ke sana?”

“Aku hampir tiap hari ke sana. Oppaku bekerja di sana.”

“Oppamu artis?”

“Oppaku bekerja sebagai DJ di station radio di sana.”

“Oh.”

“Tapi oppaku lumayan terkenal. Apa kau tidak pernah mendengar siarannya?”

“Di Incheon, siaran radio dari Seoul belum sampai.”

“Oh yah? Kalau begitu mulai sekarang kau harus mendengarkan siarannya. Oppaku siaran tiap hari kok.”

“Oo..”

“Saat ini, oppa pasti sedang siaran.”

:::

Rerumputan di taman itu bergoyang karena tiupan angin. Yesung terus-terusan memperhatikan wallpaper ponselnya. Ponsel itu nyaris terjatuh saat Yesung sedang asyik menghayal dan tiba-tiba ponselnya berdering.

“Yeoboseyo…” sahut Yesung

“Yesung-ssi?” ucap seseorang dari seberang

“Nde? Nuguseyo?”

“Chagi.. Yesung-ssi, ini saya Mira, Song Mira.”

“Oh, Mira-ssi. Waeyo?”

“Mr. Ray memanggil Yesung-ssi untuk ke tempat latihan sekarang.”

“Chigeum?”

“Nde.”

“Oke.”

“Palliceuseyo.”

“Ne.. Khamsamnida.”

Telpon terputus. Yesung memasukkan ponselnya ke saku celananya seraya berjalan dengan pertanyaan di kepalanya. Tidak biasanya Mr. Ray memanggilnya ke tempat latihan di hari libur. Pasti ada sesuatu yang penting.

:::

Suhu di Callifornia sedang tidak bersahabat hari itu. Orang-orang yang berada di jalan mengenakan jaket yang tebal untuk menghangatkan tubuhnya. Kibum mempercepat langkahnya dan memasuki sebuah restoran. Kibum menanggalkan jaketnya dan menyerahkannya pada petugas yang berdiri di sebelah pintu masuk restoran. Kibum lalu duduk di sebuah meja yang sudah dia reservasi sebelumnya.

Sepuluh menit kemudian seseorang yang sudah ditunggu-tunggunya memasuki restoran. Senyum kibum mengembang. Wanita itu berjalan mendekati kibum

“Oppa.” Sahutnya seraya duduk di depan kibum

“Sonrye. Bogoshipo.” Ujar kibum lalu mengenggam tangan Sonrye

“Kita sudah berapa lama tidak bertemu?” tanya Sonrye

“Sudah empat bulan sepuluh hari.” Jawab kibum
Setelah Sonrye dan Kibum bertunangan empat bulan lalu, Kibum harus pindah ke California karena pekerjaannya.

“Sepertinya kau mengingatnya dengan jelas.” Kata Sonrye sambil tersenyum menggoda kibum

“Tentu saja. Oh, iya. Kenapa kau tidak memberi tahuku kalau kau akan ke sini?”

“Aku ingin memberi oppa kejutan. Lagi pula, aku kesini karena ada kerjaan. Jadi aku tidak bisa langsung ke rumah oppa. Tadi saja, begitu tiba, aku sudah dijemput oleh kerjaan.”

“Kau ini. Tapi aku benar-benar terkejut saat kau menelponku tadi. Omma juga sangat merindukanmu.”

“Omma?”

“Iya. Aku memberitahunya kalau kau ada di sini. Dia benar-benar ingin bertemu denganmu.”

“Aku juga sangat rindu padanya. Apalagi masakan omma mu yang enak itu.”

“Kalau begitu kita makan malam di rumah ku saja.” Usul kibum

“Oppa, apa tidak tidak merepotkan omma?”

“Aniyo. Aku akan menelpon omma kalau kita akan pulang sekarang.”

Sonrye hanya bisa mengangguk bahagia.

**********

Author :

ೡSpecialAngelೂ

NEVER TAKE OUT THIS!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s