| FF Serial | Believe in Miracle | Ending|

Cast Ce:
********
`>Shin Yoora * GaluhOnnie
`>Shin Iseul * ViraLuph AngelTeuk
`>Chi yoko * Oi
`>Park Soonrye * Herentia
`>Lee Youngran * Fe”
`>Min jee * Kerri
`>Kim Hyunjae * Elisa
`>Mi young * Miyoung
`>Kim Hyun In * Inriana
`>Han Yerin * Yerin
`>Choi Hajin * Audrey
`>Shinmei * Veronica
`>Kim Hyena * Yemima
`>Kim Eunsoo * Ruri
`>Lee Si Hyun * Luisa
`>Cho Hyungrim * Ardelia
`>Go Yunhee * Janesia (mianhe, dijadikan cast tanpa minta izin)

Cast Co:
********
All member of Super Junior ❤ ❤

Spesial cast:
*************
❤ Hwang Chansung 2PM ❤
❤ Choi Kang Chang Min DBSK ❤
❤ Yunho U-know DBSK ❤
❤ Lee Hongki FT Island ❤

PaRt 13 StaRt…
***************

Yoko duduk manis di ranjangnya. Dengan serius dia membolak-balik halaman komiknya. Tiba-tiba ponselnya berdering. Yoko membaca pesannya. Air matanya benar-benar tertumpah saat membaca pesan yang berbahasa inggris itu
____________
To : Yoko
Because I have met you and because I have gotten to know someone like you, I am happy. “SARANGHANDA”
From : Kyu
____________
Ponsel Yoko kembali berdering
“Yeob.. yeoboseyo..” sahut Yoko sambil terisak
“Kau menangis?” Tanya Kyu
“Hiks… nde..”
“Wae? Bukannya kata-kataku sangat romantis?”
“Aku menangis karena bahagia, babo.”
“Keureyo? Sudah kuduga kau pasti akan sangat senang setelah membaca pesanku.”
“Kau percaya diri sekali.”
“Tapi benarkan?”
“Nde, haengbokke..”
“Chuae*Aku suka padamu*.”
“Na dou. Geunde, bagaimana dengan oppaku?”
“Mm… tenang saja. Otakku ini sangat encer. Aku akan memikirkan cara supaya oppamu mau menerimaku. Lagian dia belum pernah bertemu denganku.”
“Ye. Aras..”
“Yoko!” Siwon berteriak dari depan pintu, “Keluarlah makan.”
“Nde, oppa!” Teriak Yoko
“Kyu, oppaku memanggilku. Sudah dulu yah.”
“Ingat, jangan berikan hatimu untuk orang lain. Kau milikku sekarang.”
“Nde? Ye, arasseo. Annyeong…”
“Annyeong..”
Sambil tersenyum, Yoko keluar dari kamarnya dan makan bersama Siwon
dan bibinya. Hyena sudah pulang ke rumahnya barusan.

:::

Han belum mengantar Yunhee pulang. Dia malah membawa Yunhee ke

tempat lain. Han dan Yunhee duduk di pinggir Sungai Han*beneran ada

loh*. Karena sedang musim salju, udaranya benar-benar dingin.
Yunhee menggenggam tangannya sendiri, berusaha menghangatkan

dirinya. Han yang melihat Yunhee lalu membuka syalnya
“Dingin yah?” Tanya Han sambil melilitkan syal itu ke leher Yunhee
Yunhee hanya tersenyum
“Kau mau tahu kenapa aku menyukaimu?” Tanya Han, pandangannya

mengarah ke Sungai
“Nde..” jawab Yunhee
“Mm.. tidak ada alasannya.”
“Mwo?”
“Tidak ada alasannya, kecuali karena itu adalah kau. Kau

satu-satunya orang yang bisa membuatku merasakan sesuatu yang tidak

pernah kurasakan sebelumnya.”
Senyum Yunhee mengembang lebar.
“Wo ai ni..” sahut Yunhee

:::

Sekitar jam lima, mobil Sungmin sudah terparkir di depan rumah

Shinmei. Tidak lama menunggu, Shinmei keluar dengan mantel bulu

biru dan dengan celana panjangnya.
“Yepo..” ujar Sungmin pelan dari dalam mobil yang pasti tidak

didengar Shinmei
“Kajja!” kata Shinmei begitu dia naik ke mobil
“Ye? Nde..” kata Sungmin saat tersadar dari lamunannya
Sungmin melajukan mobilnya
“Tapi, kita ke mana?” Tanya Sungmin
“Bagaimana kalau kita ke tempat Ice skating.” Usul Shinmei
“Mm.. boleh juga.”
Setengah jam di dalam mobil, akhirnya mereka sampai. Tidak terlalu

banyak orang saat itu.
“Hwa… sudah lama sekali aku tidak ke sini.” Shinmei mengangkat

kedua tangannya
“Kita sewa sepatu dulu.” Ujar Sungmin
“Nde.”
Mereka sudah siap dengan sepatu mereka.
“Ayo…” Shinmei memegang tangan Sungmin dan menariknya ke lapangan

ski
“Perasaan apa ini?” batin Sungmin sambil memperhatikan tangan

Shinmei yang memegangnya

:::

Hyunin berdiri di depan rumahnya. Dia melipat kedua tangannya di

depan dada. Dia benar-benar merasa dingin.
“Aiish.. kenapa dia lama sekali.” Hyunin mengomel sendiri
“Hyunin, sebaiknya kau tunggu di dalam saja.” Teriak ommanya dari

dalam rumah
“Aniyo, omma. Sebentar lagi dia akan datang.” Jawab Hyunin
Dari jauh terdengar suara motor yang kini sudah dihapal Hyunin
“Dia datang omma!” teriak Hyunin lagi
Eunhyuk menghentikan motornya tepat di depan Hyunin
“Mianhe,” Eunhyuk melepas helmnya “Tadi nunnaku keseleo, jadi aku

harus mengurusinya dulu.”
“Ye? Gwencanayo?” Tanya Hyunin khawatir
“Tenang saja. Orang yang keras dan suka mengomel seperti nunnaku,

punya daya tahan tubuh yang kuat.”sahut Eunhyuk sambil tersenyum

jahil
“Kau ini.”
Hyunin lalu mengambil helm yang disodorkan Eunhyuk
“Kajja!!!” teriak Hyunin
Eunhyuk langsung melajukan motornya dengan cepat.
Omma dan Sonrye tersenyum melihat Hyunin yang tiba-tiba berubah

sangat ceria bersama Eunhyuk
“Sepertinya aku akan tinggal lama di Korea.” Sahut Omma
“Ye?” Tanya Sonrye
“Sepertinya bukan hanya dua bulan, aku yakin akan lebih lama.”
Sonrye hanya tersenyum
“Bukannya omoni memang berharap kedua anak omoni mendapat jodoh di

sini?”
“Nde. Semoga memang seperti itu.”

:::

“Kenapa kau bisa sampai keseleo begini?” Tanya Teuki sambil memijit

kaki Youngran
“Ini karena si kunyuk itu habis mencuci lantai kamar mandi, tapi

dia tidak menyiramnya. Karena licin, aku jadi terpeleset.” Omel

Youngran
“Kalian berdua sama saja. Sama-sama ceroboh.” Sahut Teuki
“Sudah membuatku terluka seperti ini, anak itu malah enak-enakan

nge-date dengan model itu.”
“Nugu? Hyunin?”
Youngran mengangguk
“Akhirnya dia berhasil mendekati Hyunin. Dibalik kecerobohannya,

ternyata dia hebat juga.”
“Keure. Hebat sekali! Dia benar-benar hebat dalam membuat tekanan

darahku naik.”
“Sepertinya kakimu tidak bisa sembuh besok. Kayaknya, rencana kita

ke pulau Dorido harus di batalkan.” Ujar Teuki
“Yah.. padahal aku benar-benar menantikan petualangan kita nanti.”

Sahut Youngran kecewa
“Bukannya masih ada hari lain?”
Teuki tersenyum manis pada Youngran. Lesung pipinya nampak dengan

jelas.
Youngran melempar pandangannya ke tempat lain, “Kenapa dia harus

tersenyum begitu manis?” batin Youngran

:::

Tidak memakan waktu lama, Eunhyuk dan Hyunin sampai di sebuah

restoran yang lumayan mewah
“Kau yakin ingin mentraktirku di tempat ini?” Tanya Eunhuk saat

mereka tiba
“Nde.. wae? Kau tidak suka?” Tanya Hyunin balik
“Aniyo. Geunde, kau tahu, biarpun tubuhku kecil tapi aku makannya

banyak lho.” Sahut Eunhyuk
“Arasseo. Ayo masuk.”
Hyunin menggandeng lengan Eunhyuk masuk ke dalam restoran.
Terang saja, Eunhyuk benar-benar memesan Samgyupsal sampai empat

porsi. Hyunin awalnya kaget melihat orang yang berbadan seperti

Eunhyuk bisa makan segitu banyak, tapi akhirnya dia hanya tersenyum

melihat Eunhyuk menghabiskan makanannya.
“Eunhyuk-ssi, kenapa kau menyukaiku?” Tanya Hyunin saat Eunhyuk

selesai makan
“Ye? Kenapa kau tahu kalau aku menyukaimu?” Tanya Eunhyuk lagi
“Kau berusaha mencari tahu nomor ponselku, mencari tahu

schedule-ku, membangunkanku untuk pergi pemotretan, sampai-sampai

kau benar-benar datang dalam waktu lima menit waktu aku menelponmu.

Apa itu bukan karena kau menyukaiku?”
“Wow! Jadi kau sudah tahu?”
“Kau belum menjawabku.”
“Mm.. aku tidak tahu alasan pastinya. Itu karena kau adalah kau.

Aku tidak menyukaimu karena kau ini model terkenal. Aku benar-benar

berterima kasih karena kau dilahirkan ke dunia ini dan ada di

depanku saat ini.”
“Keure?”
“Jongmal, sarangheyo…”
“Nde?”
“Aku tidak akan mengulangnya.” Ujar Eunhyuk malu
“Ayolah.. sekali lagi! Aku akan menjawabnya setelah kau

mengulangnya.”
“Mm… Sa.. saranghe..”
Hyunin tersenyum senang. Dia berdiri dan langsung mengecup pipi

Eunhyuk
“I love you.” Bisik Hyunin ke telinga Eunhyuk
Biarpun bahasa Inggris Eunhyuk buruk, tapi kalau kalimat itu dia

tahu artinya. Senyum Eunhyuk benar-benar mengembang. Dia menatap

lurus ke arah Hyunin. Hyunin hanya mengangguk mantap pada Eunhyuk

:::

“Hyung, aku pulang dulu. Miyoung sudah menungguku,” ujar Donghae

sambil merapihkan tasnya
“Nugu? Kau bilang Miyoung?” tanya Shindong memastikan
“Nde, hyung. Aku belum bilang padamu kalau aku jadian dengan

temanmu itu kemarin?” jawab Donghae
“Kemarin? Sejak kapan kalian sering bertemu?” tanya Shindong penuh

selidik
“Sudah lumayan lama aku pendekatan dengannya.”
“Keure?”
“Hyung, aku pulang yah.” Donghae pun berlalu meninggalkan Shindong
“Yah.. aku sudah tahu akan berakhir seperti ini. Kalau bukan

Miyoung yang menolakku, aku akan didahului orang lain.” Gumam

Shindong seraya merapihkan barang-barangnya.

:::

“Kau sendiri?” tanya Donghae saat tiba di rumah Miyoung
“Begitulah. Ayo masuk!” ujar Miyoung
“Kemana oppamu?” tanya Donghae lagi
“Dia ke rumah Youngran Onnie. Akhir-akhir ini oppa dekat sekali

dengannya.” Tampak sekali Miyoung tidak menyukainya
“Kau jangan seperti ini. Oppamu bebas berhubungan dengan siapa

saja, Miyoung.”
“Arasseo. Geunde, aku merasa bersalah dengan Iseul.”
“Kau juga tahu kalau dia sudah melepas oppamu. Sebaiknya kau restui

saja hubungan oppamu dengan siapa namanya?”
“Youngran.”
“Nde, Youngran. Kalaupun nantinya mereka berhubungan lebih lanjut,

aku harap kau bisa menyerahkan semuanya pada oppamu. Kau tidak bisa

mencampuri hubungan mereka.”
“Rasanya aku benar-benar ingin memberi tahu oppa tentang penyakit

Iseul.”
“Kau sudah berjanji, Miyoung.”
“Ara-ara… makanya aku stress karena itu.”
“Kau tidak usah memikirkan orang lain. Aku yakin, Iseul akan

baik-baik saja di Bali. Dan oppamu pasti akan tahu dengan

sendirinya hal ini. Jadi, biarkan saja semuanya berjalan dengan

sendirinya.”
“Nde… kau memang pacarku yang paling bijaksana!”
Miyoung lalu mengecup pipi Donghae. Tapi Donghae malah kembali

mendekatkan kepalanya. akhirnya bibir mereka bertautan.

:::

Hyunjae duduk manis di kursinya. Dia menatap Kangin yang sedang

berjalan ke arah panggung.
Hari ini, Kangin mengajak Hyunjae makan malam. Dan Kangin berniat

menyanyikan sebuah lagu untuk Hyunjae
“Aku akan menyanyikan sebuah lagu spesial untukmu.” Kata Kangin

pada Hyunjae
“Ehhem.. ehhem..” Kangin berdehem di mic saat dia sudah di

panggung, “Lagu ini khusus kunyanyikan untuk seseorang yang sangat

berarti untukku.”
Hyunjae hanya tersipu malu.
Musik mulai mengalun, dan Kangin mulai menyanyikan lagunya. Begitu

dua lirik dinyanyikannya, ekspresi Hyunjae langsung berubah. Dia

tahu judul lagu ini
“Beautiful Farewell..” gumam Hyunjae
Matanya mulai berkaca-kaca, “Farewell?? Apa dia ingin berpisah

denganku? Apa.. apa oppaku mengatakan sesuatu padanya kemarin?”
Hyunjae benar-benar sudah menangis saat Kangin menyanyikan lirik

terakhir dari lagu itu.
“Hyunjae-ah, kau menangis?” tanya Kangin begitu duduk di depan

Hyunjae
Hyunjae tidak berani mengangkat wajahnya
“Kau tahu judul lagu yang kunyanyikan?” tanya Kangin lagi
Hyunjae mengangguk lemah, “Apa dia akan mengatakan kata putus

sekarang?” batin Hyunjae
“Lagu itu berjudul Beautiful Farewell. Tapi mana mungkin perpisahan

itu indah? Perpisahan itu menyedihkan.” Ujar Kangin
Air mata Hyunjae makin tumpah
“Aku ingin menghapus kata berpisah dari pikiranmu. Aku janji akan

selalu membuatmu bahagia.” Tambah Kangin
Hyunjae mengangkat kepalanya, dia menatap Kangin dalam-dalam
“Saranghe” Kangin berbisik kali ini
“Oppa!” Hyunjae langsung berdiri dari tempat duduknya dan memeluk

Kangin
“Waeyo?”
“Aku kira kau ingin berpisah dariku.” Kata Hyunjae yang masih

memeluk Kangin
“Kenapa kau bisa berpikir seperti itu?” Kangin melepas pelukan

Hyunjae seraya menggenggam kedua tangan Hyunjae,
“Aku tidak akan pernah meninggalkanmu.” Ujar Kangin tegas
“Gomawo.” Hyunjae kembali memeluk Kangin

:::

Shinmei dan Sungmin duduk di pinggir lapangan sambil minum teh

hangat.
“Gomawo.” Sahut Shinmei
“Untuk apa?”
“Karena kau sudah bersedia kencan denganku hari ini.”
“Oh, sama-sama. Aku juga menikmati hari ini.”
“Aku yakin sekarang.”
“Yakin apa?”
“Aku yakin kalau aku suka padamu. Mungkin lebih dari cintamu pada

Minjee.”
“Nde?”
“Love U More.” Sahut Shinmei lagi,
Sungmin tidak menyahut
“Seperti janjiku tadi, aku tidak akan mendesakmu untuk menerimaku

lagi setelah kencan kita hari ini berakhir.”
“Mwo?”
“Jadi, kau tenang saja. Oh, iya. Aku pulang sendiri saja.

Annyeonghi Gyeseyo*selamat tinggal*.” Ujar Shinmei seraya berdiri

dari tempat duduknya dan meninggalkan Sungmin
Air matanya tidak bisa dia tahan, “Aku yakin kalau aku menyukaimu.”
“Apa ini?” batin Sungmin, “Kenapa rasanya lebih sakit saat

mendengar dia mengatakan selamat tinggal dibanding saat Minjee

bilang kalau dia ke Inggris?”
Tiba-tiba seseorang menarik tangan Shinmei. Shinmei berbalik dan

melihat seseorang yang memegang tangannya erat.
“Annyeonghirago malhajima.*jangan ucapkan selamat tinggal*” kata

Sungmin sambil menatap Shinmei lekat
“Kau bilang sebelumnya kalau kau lebih mencintaiku. Aku berpikir

tentang itu dan aku benar-benar sedih. Kau mau memberiku waktu

lebih?” tambah Sungmin
“Ye?”
“Aku akan membuktikan padamu kalau aku lebih mencintaimu.”
“Sungmin?”
“Kau harus berada di sisi ku sampai saat itu.” Tambah Sungmin
Sungmin tersenyum pada Shinmei
“Jinja? Ini bukan pelarian dari Minjee kan?”
“Jinja. Aku tidak merasakan hal yang sama saat aku bersama Minjee

dan saat aku bersamamu. Aku rasa, aku benar-benar menyukaimu.”
Tanpa pikir panjang lagi, Shinmei loncat dan memeluk Sungmin
“Gomawo.. ini adalah hari terbaik dalam hidupku.”

:::

Sejak Hajin pingsan, Wookie terus berada di sebelah Hajin.
Hajin membuka matanya pelan. Kepalanya benar-benar berat.
“Buin, kau sudah sadar?” tanya Wookie cemas
“Wae geude?” tanya Hajin
“Tadi kau pingsan waktu aku membantumu kembali ke kamar.” Wookie

menjelaskan
“Apa aku sudah diperiksa dokter?”
Wookie mengangguk
“Dia bilang aku sakit apa?”
“Mm.. apa datang bulanmu lancar bulan ini?” tanya Wookie ragu
“Ha? Kalo itu.. seharusnya aku memang sudah datang bulan dua minggu

lalu. Tidak biasanya telat seperti ini.” Hajin mengingat-ingat
“Buin, kau mau buang air kecil?” tanya Wookie tiba-tiba bersemangat
“Ani.” Hajin menggeleng
“Kau pipis saja, sekalian tes dengan ini.” Wooki menyerahkan test

pack pada Hajin
Dia memang sudah menyuruh seseorang membelikannya tadi
“Untuk apa?” tanya Hajin bingung
“Sudahlah, lakukan saja.”
Wookie lalu membantu Hajin masuk ke kamar mandi
“Sudah belum, buin?” tanya Wookie dari luar WC
Hajin keluar dengan memegang test pack itu. Wookie langsung

menyambarnya. Dia mengamati alat test yang dipegangnya. Senyumnya

mengembang
“Buin! Aku akan menjadi appa!” teriak Wookie seraya memeluk Hajin
“Apa maksudnya sih? Nampyon, aku tidak mengerti.”
“Kau akan jadi omma, Hajin! Kau hamil!”
“Mwo? Jeongmal?”
“Nde. Liat, ada dua garis di sini.” Wookie memperlihatkan alat test

itu
“Hwa… Nampyon!! Aku akan jadi omma!” teriak Hajin sambil

loncat-loncat kegirangan
“Buin, kau jangan loncat seperti itu. Sekarang kau istirahat saja.

Kalau kau ingin sesuatu, katakan padaku. Aracchi?”
“Nde…”
Hajin memegang perutnya bahagia

:::

“Oppa, kenapa kita juga tidak keluar untuk makan malam? Yang

lainnya sedang dinner sekarang.” tanya Yoora pada Yesung di

rumahnya
“Bukannya kita sedang makan malam sekarang? Lagian kalau kita semua

keluar, siapa yang memberi makan Ttangkuma.”
“Oppa! Kenapa kau hanya memperdulikan kura-kura oppa itu?” protes

Yoora
“Karena dia sangat berharga, Yoora.”
“Seberapa berharganya dia dibanding aku oppa?”
“Aku tidak bisa membandingkanmu dengan kura-kura itu. Masalahnya

kura-kura itu kubeli dengan uang yang tidak sedikit. Sedangkan kau,

tidak ternilai harganya.”
“Untung kalimat terakhir oppa enak didengar. Baru saja aku berniat

membuang kura-kura itu diam-diam.”
“Mwo? Kau sudah memikirkannya?”
“Habisnya, oppa sepertinya lebih memperhatikan kura-kura itu.”
“Arasseo. Lain kali aku akan lebih mementingkanmu.”
“Keure. Kalau tidak, aku pasti akan membuang Ttangkuma.” Ancam

Yoora
“Oh, iya. Iseul sudah ada kabar?” tanya Yesung mengganti topik
“Nde. Tadi dia menelponku. Sepertinya dia baik-baik saja. Bahkan

aku rasa, suaranya lebih ceria dibanding biasanya.”
“Syukurlah.”
Ponsel Yesung tiba-tiba berdering
“Yoora!” teriak Yesung tiba-tiba begitu menutup ponselnya
“Waeyo, oppa?” tanya Yoora kaget
“Ryeowook akan segera jadi appa.”
“Hajin hamil?” tebak Yoora
“Tepat! Ini berita bagus. Aku harus memberi tahu Hyunjae.”
Baru saja Yesung menekan tombol ponselnya, pintu rumah terbuka.

Hyunjae masuk ke dalam. Yesung langsung menghampiri Hyunjae
“Oppa? Wae geude?” tanya Hyunjae benar-benar kaget
“Hyunjae, kita akan punya keponakan sebentar lagi. Hajin hamil!”

teriak Yesung
“Jinja?”
Yesung mengangguk.
Yesung dan Hyunjae saling memegang tangan. Mereka loncat-loncat

kegirangan persis seperti anak-anak yang diajak berlibur oleh orang

tuanya
“Kenapa aku bisa begitu mencintai orang aneh ini?” batin Yoora

sambil tersenyum melihat kelakuan Oppa dan dongsaeng di depannya.

:::

Yoko dan Siwon sedang duduk di balkon kamar Siwon. Mereka asyik

memandangi hamparan bintang di langit.
“Oppa..” sahut Yoko
“Mm…” Siwon tidak memalingkan perhatiannya dari Yoko
“Aku ingin menanyakan sesuatu padamu.” Ujar Yoko ragu
“Wae? Marheba.”
“Sampai sekarang aku belum tahu kenapa oppa melarangku berhubungan

dengan Kyuhyun.”
“Mwo?” kali ini Siwon menatap Yoko
“Mianhe, kalau oppa marah karena aku menyinggung hal ini. Tapi aku

benar-benar ingin tahu kenapa.”
“Kau tahu kan kalau aku belum pernah bertemu dengan orang itu

langsung. Bahkan aku tidak mengingat siapa nama orang itu sampai

kau menyebutnya lagi.”
“Nde, makanya aku semakin penasaran. Oppa belum mengenalnya tapi

sudah melarangku berhubungan dengannya.”
“Sebenarnya aku juga tidak tahu mengapa.” Sahut Siwon kembali

menatap langit
“Tidak mungkin oppa. Pasti ada alasannya.”
“Aku tidak jelas dengan itu. Tapi aku merasa ada yang aneh saat kau

terlihat bahagia waktu bersamanya.”
“Nde?” Yoko menatap Siwon tidak percaya
“Selama ini kau selalu bersama denganku. Kemana-mana kau selalu ada

di sebelahku. Dari kau kecil sampai sekarang, kita jarang

berpisah.”
“Keure, oppa.”
“Saat melihat kau bersama orang lain dan kau terlihat senang

bersama orang itu, aku merasa tidak rela.”
“Oppa, kau cemburu padanya?” Tanya Yoko bercanda sambil tertawa
“Mm.. nde. Aku cemburu dengan orang itu. Aku tidak suka dia

mendekatimu.” Ujar Siwon serius
“Oppa?” Tawa Yoko terhenti seketika
“Mungkin.. aku suka padamu.” Aku Siwon
“Oppa! Kau bicara apa?” Yoko melotot, “Kau sudah memiliki Hyena

onnie cigeum!”
“Aku tahu. Aku kan bilang mungkin.” Tambah Siwon
“Oppa, kau tidak ingat kalau kita sepupu?”
“Aku tahu. Tapi tidak larangan kan kalau sepupu saling jatuh

cinta.”
“OPPA!” Yoko berdiri dari tempat duduknya, “Sebaiknya oppa sekarang

mengizinkan hubungan dengan Kyuhyun. Aku tahu oppa mencintai Hyena

onnie. Ini pasti hanya karena oppa terbiasa denganku. Aku harap

oppa melupakan semua yang oppa katakana hari ini.”
Yoko langsung meninggalkan Siwon
“Aku juga berharap aku tidak mengatakan itu.” Gumam Siwon
Yoko menghentikan langkahnya
“Dan mungkin kau benar, ini karena aku selalu denganmu sejak dulu.

Dan kau tahu, aku memang mencintai Hyena.” Tambah Siwon
“Keure. Oppa milik Hyena onnie dan sekarang aku juga sudah memiliki

Kyuhyun!” teriak Yoko
Kali ini Yoko benar-benar keluar dari kamar Siwon
“Aku merestuimu dengannya!!” teriak Siwon

:::

“Kau sudah tidak marah padaku?” Tanya Changmin pada Hyungrim
Hyungrim melanjutkan cuci piringnya tanpa memperdulikan Changmin
“Hyungrim, kau jangan seperti padaku. Jebal!” mohon Changmin,

“Kalau kau marah, omeli saja aku atau kalau kau memang mau, kau

pukul juga tidak apa-apa. Tapi kau jangan mendiamiku seperti ini.”
Hyungrim masih terdiam
“Kalau begitu aku akan memukul diriku sendiri.”
Changmin menampar wajahnya berkali-kali. Hyungrim melepaskan piring

yang ditangannya dan dengan cepat menghentikan Changmin
“Oppa!” Hyungrim menarik tangan Changmin, “Kau tau kan kalau

tanganmu itu sangat kuat. Kalau kau terluka bagaimana.”
“Kalau itu bisa membuatmu bicara lagi denganku, gwencana.” Ujar

Changmin
“Apa oppa pikir aku suka kalau melihat oppa terluka?”
“Ani.. soalnya kau tidak mau bicara denganku. Aku jadi serba salah.

Tapi, kau sudah tidak marah lagi sekarang?”
“Siapa bilang? Ini karena oppa mengungkit-ungkit masalah itu lagi.

Kau kan tahu aku sangat susah baru bisa melupakannya.”
“Mianhe, Hyungrim-ah.”
“Sekarang saja aku menjadi pramugari supaya aku tidak mendengar

berita tentangnya lagi. Kalau aku di rumah, tiap menyalakan tv

orang itu pasti muncul.”
“Dia kan artis, wajar kalau dia selalu muncul di tv. Tapi apa dia

masih menunggumu?”
“Ani. Kemarin aku baca majalah, di sampulnya tertulis dengan besar

‘JUNG YUN HWA MENGADAKAN RESEPSI PERNIKAHAN TERMEGAH TAHUN INI’.”
“Kau sakit hati?”
“Aku sudah melupakannya oppa. Sekarang aku hanya mencintaimu!”
Hyungrim mengecup bibir Changmin kilat. Changmin memegang bibirnya
“Ini pertama kalinya kau mencium bibirku.” Ujar Changmin tidak

percaya
“Kalau begitu kau mau aku cium lagi?” canda Hyungrim
Tapi Changmin malah serius. Dia mendekatkan kepalanya ke wajah

Hyungrim. Awalnya Hyungrim kaget, tapi akhirnya dia menutup

matanya. Kini dia bisa merasakan hangat napas Changmin. Dan bibir

mereka bertemu.
“Ehhem!” Kyuhyun berdehem sambil melihat ke atas
Changmin langsung melepaskan ciumannya. Hyungrim yang salah tingkah

kembali mencuci piring.
“Aku hanya ingin minum.” Ujar Kyu
Kyu mengambil botol di kulkas seraya berlalu
“Adegan ciumannya dilanjut yah!” sahut Kyu dan langsung lari keluar

dapur
“KYUHYUN!!” teriak Hyungrim

:::

SETAHUN KEMUDIAN

“Iseul!!” jerit Yoora sambil memeluk Iseul erat
Iseul baru saja tiba di rumah. Dia tidak ingin merepotkan onnienya

untuk menjemputnya ke bandara, alhasil dia pulang sendiri*masih

ingat jalan pulang*
“Onnie, bogoshipo!” sahut Iseul
“Oh, oppa. Bogoshipoyo.” Ujar Iseul seraya memeluk Yesung
“Kau terlihat makin cantik Iseul.” Puji Yesung
“Ah, aniyo.” Iseul jadi salah tingkah *dalam hati bilang tentu aja*

XPP
“Iya yah. Rambutmu jadi panjang begini. Dan, sejak kapan kau

belajar dandan? Gayamu juga rapih begini.” Yoora memperhatikan

Iseul dari atas ke bawah
“Ini karena di hotel yang Chansung oppa miliki di Bali ada banyak

karyawan yang baik dan ramah. Mereka yang mengajariku berdandan.”

Kata Iseul
“Hm.. pantas saja.” Yoora mengangguk-angguk
“Chansung dan Sihyun tidak ikut?” Tanya Yesung
“Ani. Chansung oppa masih ada urusan di Bali dan Sihyun lagi di

Jepang merayakan pembukaan perusahaan pacarnya.” Jawab Iseul
“Tapi kudengar, Chansung oppa berniat ke sini untuk merayakan ulang

tahunmu besok.” Kata Yoora
“Nde. Makanya, dia baru datang besok malam.” Jawab Iseul
“Sebaiknya kau istirahat dulu. Besok kau akan sibuk lagi.” Usul

Yesung
“Nde.”

:::

Keesokan harinya, Iseul mengenakan gaun birunya dengan high heels

silver. Dia berjalan di tengah kerumunan banyak orang.
“Miyoung, gomawo kau sudah mau datang.” Sahut Iseul begitu Miyoung

datang
“Tentu saja aku akan datang. Ini ulang tahun sahabatku. Saengil

chukkae.” Miyoung menabrakkan pipinya ke pipi Iseul
“Gomawo.”
“Saengil Chukkae, Iseul” ujar Donghae
“Nde, gomawo. Kalian sudah jadian?” Tanya Iseul
“Tepat di hari yang sama saat kau pergi.” Jawab Miyoung
“Chukkae.” Ujar Iseul, “Aku keliling dulu yah.”
“Nde.”
Iseul kembali berkeliling
“Iseul!” teriak seseorang di belakang Iseul
Adik Yesung dan seorang yang tidak di kenalnya mendekati Iseul
“Chukkae.” Hyunjae memberikan kado yang tidak terlalu besar
“Gomawo.”
“Oh, iya. Kenalkan, dia pacarku, Kangin.” Tambah Hyunjae, “Dia

pernah ke rumah sakit dulu. Tapi mungkin kau tidak sempat bertemu

dengannya.”
“Chukkaeyo.” Sahut Kangin
“Kamsahamnida.”
“Kalau begitu, kami cari makan dulu yah.” Ujar Hyunjae
“Nde.”
Tiba-tiba seseorang menepuk punggung Iseul
“HONGKI!” teriak Iseul
“Ternyata kau masih mengingatku.” Hongki tersenyum lebar pada Iseul
“Tentu saja. Aku tidak akan lupa orang yang pernah menabrakku dan

aku hampir mati karenanya.” Jawab Iseul
“Hehehe… Oh, iya. Saengil chukkae!” Hongki memberikan sebuket mawar

pada Iseul
“Gomawo. Siapa wanita cantik yang kau gandeng ini?” Tanya Iseul
Orang itu hanya tersenyum
“Dia pacarku, Han Yerin.” Jawab Hongki
“Han Yerin imnida. Keurego, Chukkaeyo.”
“Nde, kamsahamnida. Iseul imnida. Oh, iya. Kau harus hati-hati

dengannya. Apalagi saat dia bawa mobil.” Canda Iseul
“Nde?” Yerin memandang Iseul bingung
“Kenapa kau berkata seperti itu. Kau tidak usah cemas, sekarang aku

sudah punya sopir pribadi. Jadi aku tidak menyetir lagi.” Sahut

Hongki
“Baguslah!”
“Iseul, chukkaeyo!” seru Wookie
“Nde, wookie oppa juga datang? Lho? Hajin onnie mana?” Tanya Iseul
Hongki dan Yerin sudah membaur dengan tamu lainnya
“Ada. Tadi dia sedang ngobrol dengan onniemu.” Jawab Wookie
“Kado buatku mana?” Tanya Iseul bercanda
“Kami membaca kado besar untukmu.” Ujar Hajin yang tiba-tiba datang
“Kalian sudah punya baby?” Tanya Iseul tidak percaya, “Kalau begitu

seharusnya aku yang bilang Chukkaeyo.”
“Hahaha…” Wookie dan Hajin hanya tertawa
“Omo.. nomu kyopta. Siapa namanya onnie?” Tanya Iseul
“Kim yong hwa.” Jawab Wookie
“Kok kayak bule gini sih? Beneran anak kalian nih?” Tanya Iseul
“Sembarangan. Ya iyalah. Saya sendiri kok yang ngelahirin.” Protes

Hajin, “Cuman waktu hamil sering nonton film barat.”
“Ow..”

:::

Sonrye memandang Kibum lekat-lekat
“Oppa ingin bilang apa?” Tanya Sonrye
Tampang Kibum benar-benar serius
“Sonrye, sepertinya aku sudah tidak sanggup lagi jadi tunanganmu.”

Kata Kibum datar
“Oppa… wae?” mata Sonrye mulai berkaca-kaca, “Apa aku melakukan

kesalahan? Aku janji aku akan berusaha agar lebih baik. Bukannya

selama ini aku selalu mengerti dengan kesibukanmu? Oppa, waeyo?”
“Jeongmal. Aku sudah tidak bisa Sonrye.” Tambah Kibum
“Aku berbuat apa sampai oppa benar-benar ingin berpisah denganku?”

Tanya Sonrye
“Aku sudah tidak bisa menjadikanmu tunanganku. Aku ingin kau

menjadi pendamping hidupku selamanya.”
“Ye?”
Kibum mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Sonrye membukanya.

Sepasang cincin emas putih yang bertahtakan berlian yang indah
“Will you marry me?” Tanya KIbum sambil tersenyum
“Oppa…” Sonrye menutup mulutnya tidak percaya
“Will you?” Tanya Kibum lagi
Sonrye mengangguk, “I will.”
Kibum memasangkan cincin itu di jari manis Sonrye. Sonrye hanya

menangis terharu.

:::

“Saengil Chukkae.” Sahut seseorang di belakang Iseul
Iseul berbalik. Seseorang yang amat sangat dikenalnya
“Oppa?” gumam Iseul
“Ini untukmu.” Jungsoo memberikan sebuah kado pada Iseul
“Gomawo.”
Iseul dan Jungsoo terlihat kaku
“Mm.. kau sudah sembuh?” Tanya Jungsoo kemudian
“Ye?” Tanya Iseul
“Aku sudah tahu. Kau sakit karena aku?”
“Aniyo. Itu karena aku terlalu banyak pikiran yang kupendam

sendiri.”
“Geunde, itu artinya dulu aku hanya salah paham padamu.”
“Yah, dulu kau memang salah paham padaku.”
“Iseul, aku masih mencintaimu.” Aku Jungsoo tiba-tiba
“Ye?” Iseul membulatkan matanya, “Oppa yakin dengan kata-kata

oppa?”
“Maksudmu?”
“Aku yakin selama setahun ini sudah banyak yang berubah. Termasuk

perasaan kita berdua. Aku bisa bertaruh, saat ini oppa hanya

merasah bersalah padaku dan sudah tidak ada cinta sama sekali.”
“Kenapa kau bisa berkata seperti itu?”
“Oppa, aku minta oppa berpikir ke masa lalu dulu. Aku ingin tahu,

bagaimana perasaan oppa terhadap Youngran-ssi?”
“Nde?”
“Oppa merasa ada yang beda saat bersama denganku dengan dia?”
“Ha? Itu..”
“Jawaban oppa pasti iya. Selama setahun ini aku selalu berpikir

oppa. Sepertinya benar kata Youngran-ssi dulu. Oppa hanya

menganggapku dongsaeng. Berbeda dengan Youngran. Miyoung sering

cerita denganku kalau oppa selalu bertemu dengannya dan katanya kau

juga terlihat bahagia.”
“Geunde..” Jungsoo terlihat belum bisa terima
“Pastikanlah perasaan oppa dulu. Jangan sampai oppa menyesal

nantinya. Tapi, aku hanya ingin bilang kalau aku sudah sembuh 100%

dari penyakitku. Jadi oppa tidak perlu merasa bersalah padaku.”
Iseul hanya tersenyum lalu meninggalkan Jungsoo.
Dia melihat onnienya bersama Yesung sedang menikmati makanan kecil.
“Oppa, kau tidak membawa Ttangkuma?” sahut Iseul begitu mendekati

mereka
“Ani. Sebenernya aku ingin membawanya, geunde onniemu ini

melarangku.” Jawab Yesung
“Mana mungkin oppa hanya mengurusi kura-kura oppa di saat banyak

tamu seperti ini. Aku tidak mau seperti itu.” Timpal Yoora
“Arasseo.” Yesung hanya mengangguk pasrah
“Oh, iya onnie. Chansung oppa belum datang?” Tanya Iseul lagi
“Dia baru saja datang tadi. Dia bilang langsung mau mencarimu.

Mungkin dia sedang berkeliling mencarimu. Cari saja.” Usul Yoora
“Nde, onnie.”
Iseul pun mencari-cari Chansung ke seluruh taman. Karena dia tidak

menemukannya di tengah-tengah kerumunan orang, dia memutuskan ke

labirin. Lagian dia juga ingin mencari ketenangan. Dia tengah

kegelapan labirin, dia melihat seseorang yang duduk dipojok
“Oppa…” ujar Iseul pelan
Dia makin mendekati orang itu
“Chansung oppa? Apa yang kau lakukan disini?” Iseul ikut duduk di

sebelah Chansung
“Seharusnya aku yang bertanya, bukannya kau sedang bersama pacarmu?

Apa yang kau lakukan di sini?” Tanya Chansung balik
“Siapa bilang kalau dia pacarku? Dia mantanku oppa.” Iseul

mempertegas
“Oh, mantan. Tapi bakal jadi pacar lagi kan?”
“Kau bicara apa oppa? Aku sudah tidak punya perasaan lagi padanya.”
“Jinja? Ah, ani. Maksudku, kau benar-benar sudah melupakan dia?”
“Nde. Sudah ada seseorang yang mengisi hatiku sekarang.”
“Mwo? Kau sudah punya seseorang lagi?”
“’Oh..” Iseul mengangguk, “Dia sudah menjadi orang yang special

saat ini. Dia bisa menempati seluruh hatiku.”
“Nugu? Aku mengenalnya?”
Iseul mengangguk lagi, “Kau mengenalnya dengan sangat baik.”
“Siapa?” Tanya Chansung penasaran
“Dia.. dia..”
Chansung berusaha mendengar Iseul baik-baik
“Kau!” ujar Iseul bertepatan dengan meledaknya kembang api tepat di

atas mereka
Kembang api itu benar-benar indah. Di akhir sebuah kembang api

meledak dan membentuk sebuah kalimat, “Happy Birthday”
“Itu kado ulang tahunku untukmu.” Sahut Chansung
“Jinja? Wah, keren sekali. Gomawo!” Iseul langsung memeluk Chansung
“Kau bilang orang itu siapa?” bisik Chansung di telinga Iseul
Sepertinya Chansung tidak mendengar pengakuan Iseul tadi. Dia

langsung melepaskan pelukannya dan memelototi Chansung
“Babo..” hanya itu kata-kata Iseul
“Nega?” Tanya Chansung yang baru sadar
“Nde…” Iseul mengangguk
Chansung langsung memeluk Iseul erat

:::

“Untungnya oppaku sudah mengizinkan hubungan kita yah!” ujar Yoko
“Hmm.. Haengbokke..” Kyu menggenggam erat tangan Yoko sambil

berjalan di pinggir pantai malam itu
“Aku juga bahagia melihat oppa dan Hyena onnie bisa tunangan

kemarin.”
“Bagaimana kalau kita juga tunangan?”
“Nde?”
“Aku hanya bercanda. Kenapa kau serius sekali? Kau tidak mau

tunangan denganku?”
“Bukan begitu. Tapi aku berpikir kalau kita masih kuliah sekarang.

Sebaiknya kita serius belajar dulu. Lagipula kalau jodohkan tidak

kemana.”
“Arasseo. Aku senang kau berpikir seperti itu. Saat ini kita memang

harus mengutamakan belajar. Tapi otakku sudah pintar, jadi tidak

perlu belajar lagi.”
“Wah, Kyuhyun kau benar-benar percaya diri yah.”
Kyu hanya tertawa, “Itu dia kelebihanku.”

:::

Keesokan harinya, Jungsoo sudah di rumah Youngran. Eunhyuk baru

saja pamit keluar buat ngedate bareng Hyunin. Youngran juga masih

terlelap di kamarnya.
“Hm.. Dulu Youngran pernah bilang, kalau dia suka dengan pria yang

pandai memasak karena dia tidak tahu masak. Aku buatkan sarapan

ah.” Gumam Jungsoo sendiri
Beberapa menit kemudian, dia sudah sibuk di dapur.
Karena keributan yang dibuat Jungsoo, Youngran terbangun. Perlahan

dia masuk kedapur
“Jungsoo? Apa yang kau lakukan di dapurku?” Tanya Youngran
“Kau sudah bangun? Aku sedang membuat sarapan untukmu.” Jawab

Jungsoo
“Sarapan?”
“Nde. Dulu kau pernah bilang kalau kau suka pria yang pandai

memasak kan?”
“Ha? Ye.” Jawab Youngran yang masih tidak mengerti
“Sudah selesai.” Seru Jungsoo sambil mengangkat mangkuknya ke meja

makan
Dia membuka penutupnya. Youngran masih menatap isi mangkuk itu
“Wae? Kau kecewa karena aku hanya membuat ramyon? Hanya ini yang

bisa kumasak.” Jungsoo menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal,

“Tapi, kau tahu apa yang bisa kulakukan dengan baik?”
“Mwo?”
“Mencintaimu.” Jawab Jungsoo
“Mwo? Kau bisa mengulangnya?”
“Aku mencintaimu Youngran!” sahut Jungsoo
“Kau tidak kemasukan setan atau tersambar petir atau apalah.”

Youngran masih belum percaya
“Ani. Aku sadar seratus tiga belas persen.” Jawab Jungsoo
Youngran mengerjapkan matanya berkali-kali berusaha menenangkan

dirinya. Tiba-tiba dia loncat dari kursinya dan memeluk Jungsoo

yang masih duduk. Dia hampir saja membalikkan kursi itu.
“Gomawo!” seru Youngran, “Geunde, aku bukan pelarian dari Iseul

kan?”
“Kau tidak percaya padaku?”
“Ani. I 13elive in you, Park Jungsoo!”

***********
Part 13 end

Author :

ೡSpecialAngelೂ

NEVER TAKE OUT THIS!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s