| FF Serial | Believe in Miracle | Scene 12|

Cast Ce:
********
`>Shin Yoora * GaluhOnnie
`>Shin Iseul * ViraLuph AngelTeuk
`>Chi yoko * Oi
`>Park Soonrye * Herentia
`>Lee Youngran * Fe”
`>Min jee * Kerri
`>Kim Hyunjae * Elisa
`>Mi young * Miyoung
`>Kim Hyun In * Inriana
`>Han Yerin * Yerin
`>Choi Hajin * Audrey
`>Shinmei * Veronica
`>Kim Hyena * Yemima
`>Kim Eunsoo * Ruri
`>Lee Si Hyun * Luisa
`>Cho Hyungrim * Ardelia
`>Go Yunhee * Janesia (mianhe, dijadikan cast tanpa minta izin)

Cast Co:
********
All member of Super Junior ❤ ❤

Spesial cast:
*************
❤ Hwang Chansung 2PM ❤
❤ Choi Kang Chang Min DBSK ❤
❤ Yunho U-know DBSK ❤
❤ Lee Hongki FT Island ❤

PaRt 12 StaRt…
***************

“Miyoung, kau tahu Iseul dimana?” Tanya Jungsoo saat Miyoung pulang
“Kenapa oppa menanyakan iseul? Bukannya kalian sudah putus?” Tanya Miyoung, dia masih kesal dengan oppanya
“Awalnya aku ingin minta maaf padanya, karena sepertinya aku memang sudah keterlaluan.”
“Akhirnya oppa sadar.”
“Ya, aku memang sudah sangat sadar sekarang. Keputusan yang tadi kuambil tidak salah.”
“Maksud oppa?”
“Aku baru saja menelpon Iseul, tapi yang mengangkat nunnanya.Dia bilang kalau Iseul pindah ke Bali. Pasti dengan pria itu, iya kan?”
“Bali? Dia tidak bilang apa-apa padaku. Kenapa dia tiba-tiba pergi?”
“Sudah kusangka, dia memang ada hubungan dengan pria tidak tahu diri itu.”

Baru saja, Miyoung ingin berteriak dan menjelaskan kebenaran pada Jungsoo. Tapi ponselnya berbunyi.
__________
To : Miyoung

Miyoung, ini aku Iseul. Mianhe, aku tidak bilang padamu kalau aku ke Bali. Tapi aku tidak bisa tinggal di Seoul lagi saat ini. Aku mohon jangan ceritakan apapun pada Jungsoo. Kau sudah berjanji padaku kan?

From : +01634564786
__________
“Pokoknya aku tidak akan percaya lagi padanya.” Sahut Jungsoo seraya meninggalkan Miyoung
“Aiishh.. kenapa kau melarangku? Oppaku sekarang jadi membencimu, Iseul.” Omel Miyoung

:::

Kangin duduk dengan tegang di meja makan. Mereka baru saja selesai makan. Hyunjae dan Yoora memasukkan piring ke dapur. Yesung menatap Kangin tajam.
“Kau sudah lama kenal dengan Hyunjae?” Tanya Yesung
“Nde..” jawab Kangin kaku
“Sejak kapan kau menyukainya?” Tanya Yesung lagi
“Mm.. sejak pertama aku bertemu dengannya.”
“Apa yang kau suka darinya?”
“Dia.. dia mandiri, perhatian pada orang lain, dan dia adalah pekerja keras.”
“Keure. Sudah banyak tekanan dan beban yang dia dapatkan selama ini. Saya harap kau bisa meringankan bebannya dan bisa menjaganya. Kalau aku sampai tahu dia menangis karena kau, kau akan tahu bagaimana seorang kakak akan melindungi adiknya.”
“Nde..”
“Kau boleh memanggilku hyung.”
“Ye? Nde.. hyung.”
“Oppa, apa yang kalian bicarakan?” Tanya Hyunjae yang muncul bersama Yoora
“Aniyo. Aku hanya ingin lebih dekat dengannya saja.” Jawab Yesung
“Oppa, oppaku tidak mengatakan yang tidak-tidak kan?” Tanya Hyunjae lagi
“Tidak ada. Kau tenang saja.” Jawab Kangin
“Oppa, sepertinya aku harus pulang sekarang. Mungkin sebentar lagi, Sihyun akan pulang ke rumah.” Sahut Yoora
“Aku antar. Hyunjae, kau hati-hati di rumah. Oh, iya. Ttangkuma belum makan malam, beri dia makan.” Pesan Yesung
“Nde, oppa.”
“Nugu?” Tanya Kangin pelan begitu Yesung dan Yoora keluar
“Kura-kuranya.” Jawab Hyunjae
“Mwo?” Kangin tampak tidak percaya, “Dia benar-benar oppamu?”
“Tentu saja.”

:::

Bel rumah Yerin berbunyi untuk kedua kalinya. Yerin membuka pintunya
“Omma! Kita kedatangan artis!” teriak Yerin
“Hya! Kau ini apa-apaan!” protes Heechul
“Omma! Palli! Kita harus minta tanda tangannya!” tambah Yerin
“No! Jinja!”
“Mianhe oppa. Aku hanya bercanda.”
“Oh, heechul-ah!” ujar omma Yerin
“Omoni.. annyeong haseyo. Jinja bogoshipo!” Heechul langsung memeluk omma Yerin
“Kau ini, tidak berubah. Sudah jadi artis terkenal, tapi kelakuanmu tetap saja seperti ini.” Sahut omma
“Kalau tidak jayus, bukan Heechul oppa namanya.” Timpal Yerin
“Oh, iya. Perkenalkan, wanita tercantik di dunia.” Kata Heechul sambil merangkul Eunsoo
Eunsoo mencubit pinggang Heechul, lalu menundukkan kepalanya pada Omma Yerin dan tersenyum pada Yerin
“Dia pacarku, Eunsoo.” Tambah Heechul
“Oppa, kau pakai apa sampai bisa mendapatkan wanita cantik ini?” Tanya Yerin
“Apa maksudnya?” Heechul membulatkan matanya, “asal kau tahu, dia yang menyatakan cinta lebih dulu.”
“Oppa! kenapa kau mengungkit itu lagi?” Eunsoo menyenggol lengan Heechul
“Hehe.. mianhe, Eunsoo-ah. saranghe!”
“Sudah-sudah. Ayo masuk, Sonrye dan tunangannya juga sudah menunggu di dalam.” Sahut Omma
“Tunggu dulu omma. Aku juga mengajak seseorang kesini. Sebentar lagi dia akan datang.” Ujar Heechul menahan Yerin yang sudah berniat masuk, “Itu dia!”
“ANNYEONG YEOROBEUN!!” teriaknya
Jantung Yerin benar-benar serasa berhenti berdetak. Seluruh tubuhnya kaku, dia tidak bisa bergerak. Tubuhnya terpaku melihat orang yang baru datang itu.
“Hya! Hongki, kau kira ini panggung? Kau tidak sedang konser tau!” protes Heechul
“He… mianhe, kebiasaan!” sahut Hongki
“Omo, Hongki juga datang. Rumah kita kedatangan artis-artis Seoul.” Ujar Omma Yerin
“Tentu saja, omoni. Lee Hongki tidak akan absen kali ini. Kerinduanku pada omoni sudah stadium lima.”
“Kau juga tidak berubah, Hongki.” Ujar Omma
“Biarpun seluruh dunia berubah, tapi Hongki akan selalu seperti ini. Membuat semua orang bahagia!” kata Hongki bangga, “Eh, calon kakak iparku juga datang. Annyeong haseyo..”
Hongki baru saja akan memeluk Eunsoo, tapi Heechul menarik kerah bajunya
“Dia milikku!”
“Ara..ara..”
“Sudahlah. Aku sudah sangat lapar. Omoni ayo kita masuk.” Heechul menggandeng Eunsoo masuk
Hongki sudah masuk lebih dulu bersama omoni.
“Dia.. dia benar-benar datang?” batin Yerin
Begitu sadar, Yerin menyusul ke dalam.
Hongki dan Heechul adalah teman lama Gyeok soo. Mereka sering menginap di rumah Yerin. Makanya Yerin sangat dekat dengan mereka. Dan Hongki, mm.. hongki adalah first love Yerin. Sudah sangat lama, Yerin memendam perasaannya pada Hongki. Tapi dia tidak pernah berani mengatakannya.

:::

“Yeoboseyo…” kata Hankyung begitu mengangkat ponselnya
“Mm.. ini aku, Sihyun. Bisa bukakan pintu? Aku ada di depan rumahmu sekarang.”
“Sihyun? Chamkaman.”
Hankyung membuka pintunya.
“Masuk..” kata Hankyung mempersilahkan
Sihyun lalu duduk di ruang tamu
“Bukannya kau sedang di Bali bersama Chansung?” Tanya Hankyung
“Mm.. nde. Tadinya, aku kesini bersama Chansung oppa. Tapi sekarang dia sudah kembali ke Bali.” Jawab Sihyun kaku
“Oh. Kau tau darimana aku disini?”
“Yoora onnie.”
“Keure. Apa kau sudah bisa menerimaku sekarang?”
“Itu.. belum sepenuhnya. Tapi aku akan berusaha.”
“Gwencana. Kau kesini menengokku, itu sudah kemajuan yang baik. Aku rasa tidak lama lagi, kau sudah bisa memanggilku oppa.”
“Ye? Mmm.. nde. Oh, iya. Aku dengar dari omma, kau sudah punya pacar.”
“Nde. Aku bertemu dengannya di Cina. Besok dia akan kesini, kau mau menemaniku menjemputnya?”
“Gwencana?”
“Nde. Dia pasti senang bertemu denganmu.” Hankyung tersenyum pada Sihyun, “Lalu pacarmu? Kau masih dengan orang yang bersamamu saat pernikahan orang tua kita?”
“Mm.. nde. Geunde..”
“Wae? Kalian sedang ada masalah?”
Sihyun mengangguk pelan
“Benar juga. Aku dengar, dia tinggal di Jepang. LDR pasti akan terjadi banyak masalah. Tapi, kau pasti bisa melaluinya.”
“Nde. Aku harap seperti itu.”
Sihyun hanya tertunduk lemah. Dia tidak berani mengingat pacarnya. Beberapa hari yang lalu, mereka memang bertengkar. Mereka sering bertengkar hanya karena masalah kecil.
Tapi Sihyun benar-benar marah karena ulang tahunnya yang dilupakan oleh pacarnya itu beberapa hari lalu. Dan sejak bertengkar, tidak ada yang menelpon atau memberi kabar.

:::

Yerin dan Hongki sedang duduk di kursi di halaman belakang rumah Yerin. Mereka baru saja selesai makan malam.
“Kita sudah lama tidak bertemu.” Sahut Hongki sambil melihat ke langit
“Nde..”
“Kau tidak ingin berphoto denganku?”
“Ye?”
“Aku hanya bercanda.”
“Benar juga. Hongki oppa dan Heechul oppa sudah jadi orang terkenal sekarang. Aku masih ingat, kalian sering menginap di sini dan menjahiliku.”
“Hya! Kau jangan mengingat kenakalan kami dulu. Tapi, seandainya Gyeok soo masih hidup, mungkin dia juga bisa jadi orang terkenal. Dia sangat pandai menyanyi. Hingga saat ini, aku sangat mengagumi suara oppamu itu.”
“Nde. Kematian oppa memang sangat sulit diterima. Omma saja butuh beberapa tahun, baru bisa menerimanya.”
“Mianhe, selama ini aku tidak pernah datang membantumu. Bahkan menengok omoni pun tidak pernah.”
“Aku bisa mengerti keadaan oppa. Gwencana.”
“Andwe. Bagaimana kalau aku mentraktirmu makan.”
“Nde?”
“Kajja.”
Hongki menarik Yerin menuju mobilnya. Hongki mengambil sesuatu dari jok belakang
“Sebagai permintaan maafku.”
Yerin membuka bungkusan itu.
“Keripik kentang?” ujar Yerin pelan
“Kau masih suka makan itu kan?”
“Dia.. dia ingat makanan kesukaanku?” batin Yerin
“Lain kali aku pasti sering kemari. Jadi, kalau kau dan omoni butuh sesuatu katakan saja pada LEE HONGKI!!” kata Hongki sambil menepuk-nepuk dadanya
Yerin tidak bisa menahan tawanya melihat kelakuan Hongki
“Ottokae? Dia bisa membuatku lupa dengan masalah Donghae oppa. Apa aku masih suka padanya?” Batin Yerin

:::

Kibum mengantar Sonrye sampai di depan pagarnya.
“Oppa, gomawo.” Sahut Sonrye
“Untuk apa?” Tanya Kibum
“Karena kau tidak marah padaku karena aku menolak permintaan makan malammu.”
“Bukannya tadi kita makan malam bersama?”
“Nde, oppa. Gomawo.”
“Aku yang seharusnya berterima kasih. Kau sudah mau mengerti dengan kesibukanku selama ini. Selanjutnya, aku rasa kau akan makin terbebani. Sepertinya aku akan makin sibuk nanti.”
“Gwencana oppa. Aku bisa memaklumi pekerjaan oppa.”
“Yang kumaksud, hatimu pasti akan sangat terbebani karena kau pasti akan sangat merindukanku.”
“Oppa, siapa yang membuatmu percaya diri seperti ini?”
“Neorago*it’s you*.”
Kibum mengecup bibir Sonrye lembut
“Sudah malam, masuklah.”
“Mm.. nde.”
“Jhal jayo.”

:::

“Buin, gwencana?” Tanya Wookie yang membantu Hajin di toilet
“Gwen.. hueekk!”
“Sepertinya kau sakit.”
“Aniyo. Jinja gwencana. Aku hanya mual.”
Hajin membersihkan mulutnya.
“Kau istirahat dulu di kamar.”
Wookie menuntun Hajin masuk kekamarnya. Baru saja, wookie membuka pintu. Tiba-tiba Hajin ambruk
“Buin! Hajin-ah! Wae geude?” Wokkie panik

“Otteyo?’ Tanya Wookie pada dokter yang baru selesai memeriksa Hajin
“Apa yang terjadi dengan pasien sebelum pingsan?” Tanya dokter itu
“Tadi dia muntah dan katanya perutnya mual. Aku baru saja ingin membawanya kesini, tapi dia tiba-tiba pingsan.”
“Bagaimana dengan nafsu makannya?”
“Akhir-akhir ini dia sangat susah makan. Sampai-sampai aku harus memaksanya dulu, baru dia mau makan.”
“Bagaimana dengan datang bulannya? lancar?”
“Nde? Mollayo.”
“Kalau pasien bangun, tanyakan padanya. Kalau dia telat bulan ini, kemungkinan besar pasien hamil. Tapi, sebaiknya kalian test dulu di rumah sakit atau dengan test pack.”
“Ye? Arasseo. Kamsahamnida.”
Wookie mengantarkan dokter itu keluar dan dengan cepat kembali ke dalam kamar.
“Apa kau benar-benar hamil?” Wookie mengelus rambut Hajin lembut, “Kalau kau ada apa-apa aku harus bagaimana?”

:::

Ddrrttt… drrtt… ponsel Sungmin bergetar. Tangan Sungmin menggapai-gapai di meja samping tempat tidurnya. Matanya belum sepenuhnya terbuka
“Yeoboseyo…” sahut Sungmin lemah
“Sungmin-ssi..”
“Minjee?”
“Nde.”
“Kau memanggilku siapa? Sungmin-ssi? Kenapa kau tiba-tiba memanggilku seperti itu?”
“Nde. Sungmin-ssi, gomawo. Karena selama ini kau sudah sangat membantuku.”
“Kenapa kau tiba-tiba bicara begitu?” sungmin langsung bangun dari tidurnya
“Mianhe, karena aku baru bisa bilang sekarang. Aku harus ke Inggris sekarang?”
“Chigeum? Jinja? Sekarang kau dimana?”
“Nde. Aku sudah di bandara. Lima menit lagi, pesawatku take off.”
“Mwo?”
“Aku harap, kau bisa cepat melupakanku. Karena aku tidak akan kembali ke Korea.”
“Kenapa kau tiba-tiba ke Inggris?”
“Mianhe. Sebenarnya sejak sekolah, aku sudah dijodohkan dengan seseorang yang sekarang tinggal di Inggris. Aku kesana agar bisa lebih akrab dengannya sebelum menikah.”
“MWO??!!”
“Aku tidak memaksamu untuk memaafkanku. Tapi aku harap kau bisa membuka hatimu untuk orang lain. Dengan begitu aku lebih tenang.”
“Minjee-ah, aku benar-benar tidak mengerti.”
“Kau tidak perlu mengerti. Cukup dengan melupakanku, itu sudah bisa.”
“Minjee..”
“Mianhe, sepertinya pesawatku akan segera take off. Jaga dirimu. Annyeong..”
Tutt..tutt.. telpon terputus
“Apa aku sedang bermimpi?” Sungmin memukul pipinya
“Auw..Appo. Jadi, Jinja? Minjee benar-benar pergi? Kenapa semuanya tiba-tiba seperti ini?”
Sungmin tidak bisa melanjutkan tidurnya lagi. Dia belum bisa percaya dengan kejadian barusan.

:::

Hari ini Siwon pulang ke rumah. Saat ini, Siwon sedang menonton tivi dan Hyena bersama Ommanya Siwon sedang di dapur. Yoko duduk di kursi depan rumah.
“Nde. Drama itu memang bikin penasaran.” Sahut Yoko sambil menempelkan ponselnya ke telinga. senyumnya terus tersungging
“Gara-gara jalan ceritanya yang memaksaku berpikir, aku jadi semakin suka dengan drama itu.” Jawab Kyu
“Mm.. sepertinya akan asyik kalau kita menonton drama itu bersama.”
“Apa kau mau bertemu?”
“Sepertinya belum bisa.”
“Kau sedang menelpon siapa?” Tanya Siwon yang tiba-tiba muncul
“Oppamu datang?” Tanya Kyu
“Nde. Kalau begitu, lain kali aku hubungi lagi.” Sahut Yoko seraya menutup telponnya
Yoko memang sudah menjelaskan semuanya pada Kyu.
“Chingu, oppa.” Jawab Yoko
“Chingu?”
“Nde.”
“Oppa, makanannya sudah siap. Makanlah dulu.” Kata Hyena yang baru muncul
“Keure. Oppaku ini kan sedang sakit, harus diberi banyak makanan, agar dia cepat sembuh. Aku kesepian, tidak ada yang menemaniku bertengkar. Ayo makan!” Komentar Yoko seraya masuk ke dalam rumah
“Sepertinya dia sudah ceria lagi.” Sahut Hyena
“Keure. Semoga dia bisa melupakan pria itu.” Ujar Siwon
“Sudahlah, oppa. Oppa juga lupakan saja masalah itu. Ayo.” Hyena menggandeng Siwon masuk ke dalam rumah

Siwon dan Hyena sedang duduk di balkon.
“Mianhe. Padahal kita baru saja jadian, tapi awal-awal pacaran kita harus dihabiskan di rumah sakit.” Sahut Siwon
“Gwencana, oppa. Bukannya karena itu, aku juga bisa makin dekat denganmu.” Jawab Hyena seraya nyender di bahu Siwon
“Gomawo.” Siwon mengelus kepala Hyena pelan
“Ehemm.. ehhem..” Yoko pura-pura batuk
“Wae?” Tanya Siwon sedikit kesal
“Masih pagi, oppa. Dilarang bermesraan!” sahut Yoko
“Siapa yang melarangku?” tambah Siwon
“Paling tidak, minum obat dulu oppa. Biar mesraannya lebih kuat.” Timpal Yoko seraya memberikan obat dari dokter untuk Siwon
Yoko langsung ngibrit begitu memberikan obat itu.
“Yoko!” teriak Siwon
Hyena hanya ngakak melihat Siwon yang berteriak mengomeli Yoko

:::

Hyungrim membantu Changmin mengambil makanan saat sedang sarapan.
“Ehem..ehem..” Kyu berbatuk-batuk ria sambil mencomot rotinya
“Wae?” Hyungrim membelalakkan matanya ke arah Kyu
“Aniyo..” Kyu hanya menggeleng
“Kalau kau juga mau diperhatikan, cepat-cepatlah cari pacar.” Kata Changmin
“Tenang saja, hyung. Aku yakin, sebentar lagi aku pasti bisa dapat pacar yang lebih perhatian dan pastinya lebih cantik dari pacar hyung.” Jawab Kyu
“Hya! Pacarnya itu aku, babo. Itu artinya nunnamu!” teriak Hyungrim seraya menjitak kepala Kyu
“Aku jadi ingat, dulu betapa susahnya Changmin baru bisa diterima oleh Hyungrim.” Ucap Yunho tiba-tiba
“Hyung, kenapa kau mengungkit-ungkit masalah dulu?” protes Changmin
“Benarkah? Apa susahnya mendapatkan hati nunna? Rasanya itu sangat mudah.” Timpal Kyu pedas
Tangan Hyungrim mendarat lagi di jidat Kyu
“Kau tahu, Changmin butuh dua tahun baru bisa pacaran dengan nunnamu.” Tambah Yunho
“Itu karena aku harus berusaha membuat nunnamu melupakan pacar lamanya.” Sahut Changmin
“Oppa, kenapa kau kembali mengungkit dia?” Protes Hyungrim seraya berlari ke kamarnya
“Aiish..” Changmin menyusul Hyungrim
“Hyung, sebenarnya ada apa?” Tanya Kyu penasaran
“Aku rasa waktu itu kau masih di Seattle bersama tantemu. Dulu, orang tuamu menjodohkan Hyungrim dan Changmin. Tapi sayangnya, Hyungrim sudah punya pacar. Orang tuamu memaksanya putus dari orang itu dan menyuruhnya pindah agar bisa lebih dekat dengan Changmin.”
“Bagaimana nunna bisa melupakan mantannya?”
“Sepertinya dia belum melupakannya. Tapi, Changmin berhasil mencuri perhatian nunnamu. Dia berusaha keras memperhatikan nunnamu. Dia bahkan selalu menolongnya, mungkin nunnamu tidak menyadari itu sampai sekarang. Tapi entah kenapa dia bisa menerima Changmin pada akhirnya.”
“Oh..”
“Kalau kau sudah puas, aku mau keluar dulu.”
“Kemana, hyung?”
“Kalau ada yang Tanya, bilang kalau aku menemui seseorang. Mungkin malam baru pulang.”
“Arasseo, hyung.”
Kyu tidak menyangka kalau dulu nunnanya bisa sangat menderita. Dia tiba-tiba merasa tidak tahu apa-apa tentang nunnanya.

:::

“Sihyun? Kau mau kemana?” Tanya Yoora saat melihat Sihyun sudah berpakaian lengkap
“Aku mau menemani Hankyung menjemput pacarnya.” Jawab Sihyun
“Kalau begitu palli ka..” Yoora mendorong Sihyun keluar dari rumah
“Annyeong, onnie.”
Yoora sangat senang melihat hubungan Sihyun dan Han sudah membaik.

Hankyung dan Sihyun melihat ke sekeliling berusaha mencari seseorang.
“Hangeng!” teriak seseorang
“Oh, Yunhee..”
Hankyung dan Sihyun mendekati seorang wanita yang benar-benar modis. Penampilannya benar-benar kelas atas. Yunhee memeluk Hangeng erat
“Ta se sea*dia siapa*?” Tanya Yunhee saat melihat Sihyun
“Ta se wo de mei mei*dia adikku*.” Jawab Hangeng
“Oh, nihao!” sapa Yunhee
“Dia orang korea Yunhee.” Ujar Hangeng
“Oh, chusungeyo. Annyeong haseyo. Yunhee mida.” Yunhee mengulurkan tangannya
“Annyeong haseyo. Sihyun imnida.” Sihyun menjabat tangan Yunhee, “Oppa, no yohja jinja yepo.*pacarmu benar-benar cantik*”
“Gomawoyo.” Jawab Yunhee
“Kajja. Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat.” Kata Han seraya mendorong troli Yunhee
“Sema difang?*tempat apa*” Tanya Yunhee penasaran
“Nanti kau akan tahu.”
Sihyun hanya mengikuti mereka.

Mobil Han berhenti di sebuah rumah yang lumayan megah.
“Kita sampai. Ayo turun.” Ucap Han
Han memencet bel rumah itu. Shinmei keluar dari rumah.
“Oppa, kau benar-benar datang.” Kata Shinmei begitu melihat Han
“Dia yang ingin ku kenalkan padamu. Namanya Go Yunhee.” Han merangkul Yunhee
“Annyeonghaseyo.” Sapa Yunhee
“Annyeonghaseyo. Jadi dia yang berhasil merebut hati oppa?” singgung Shinmei
“Oh iya, dia adikku, Sihyun.” Tambah Han
“Annyeong haseyo.” Sapa Sihyun
“Annyeonghaseyo. Ayo masuk.” Ajak Shinmei
Guuk.. gukk.. seekor anjing kecil berlari keluar dan mendekati Yunhee yang baru saja duduk
“Xiao Ke Ai!” Yunhee langsung menggendong anjing itu
“Dia kenal dengan Xiao Ke Ai?” Tanya Shinmei
“Sekarang aku baru tahu kau ini siapa. Ternyata dia yang sering kau sebut-sebut saat kita masih di Cina?” Tanya Yunhee pada Han
Han hanya tersenyum. Tiba-tiba ponsel Sihyun berbunyi.
“Sepertinya aku harus pulang sekarang.” Ujar Sihyun begitu menutup ponselnya
“Waeyo?” Tanya Hankyung
“Yoora onnie menelponku. Katanya ada yang mencariku di rumah. Dan dia menungguku sekarang.” Jawab Sihyun
“Kau pulang sendiri?” Tanya Yunhee
“Nde.”
“Gwencana? Atau aku antar kau dulu?” sahut Han
“Aniyo, gwencana. Aku masih ingat jalan-jalan di Seoul. Aku yakin akan sampai dengan selamat di rumah Yoora onnie.” Jawab Sihyun sambil tersenyum
“Arasseo. Hati-hati yah.” Ujar Han
“Annyeonghi gyeseyo.” Sihyun lalu meninggalkan mereka
“Memangnya oppa bilang apa?” Tanya Shinmei yang kembali mengingat kata-kata Yunhee
“Katanya kau ini teman terbaiknya waktu kecil. Dan dia bilang, dia pernah berjanji padamu untuk membelikanmu anjing. Aku sampai harus berkeliling menemaninya mencari Xiao Ke Ai ini.” Jawab Yunhee
“Wah, oppa memang teman yang baik.” Shinmei menepuk pundak Han pelan
“Tentu saja.” Jawab Han bangga

:::

Youngran mengayun dirinya di ayunan dengan pelan. Sambil sesekali celingukan mencari seseorang.
“Hei!” seseorang mendorong Youngran dari belakang
“Kau mengagetkanku saja.” Youngran lalu berdiri dari ayunan itu, “Ada apa kau memanggilku ke sini?”
Jungsoo duduk di ayunan di sebelah Youngran, youngran juga kembali duduk di ayunannya.
“Iseul pergi.” Ujar Jungsoo
“Odi?” Youngran kembali mengayunkan ayunannya
“Nunnanya bilang dia pergi ke Bali. Dan dia pergi dengan pria yang di peluknya dulu. Aku semakin yakin kalau mereka ada hubungan special.”
“Sebaiknya kau tidak berpikiran yang tidak-tidak dulu sebelum kau mendapatkan bukti. Kasihan Iseul kan kalau kau seperti ini.” Saran Youngran
“Ah, molla. Lebih baik kita tidak membicarakan dia.”
“Terserah. Kau yang mulai membicarakan dia kan tadi?”
“Benar juga. Sudahlah, kau mau menemaniku ke suatu tempat untuk menghilangkan stress?”
“Kemana?”
“Hmm… bagaimana kalau ke pulau Dorido?” usul Jungsoo
“Bukannya di pulau itu tidak ada penghuninya?” tanya Youngran memastikan
“Keure. Tapi bukannya itu lebih menantang?”
“Hanya kita berdua?” Youngran menatap Jungsoo, “Memangnya kau tidak kerja?”
“Siaranku akan libur selama satu minggu ini.”
“Kau penyiar? Adikku juga penyiar di statiun itu.”
“Jinja? Siapa namanya?”
“Lee Hyukjae.”
“Eunhyuk? Aku sangat dekat dengannya. Aku selalu siaran dengan dia. Ternyata kau nunnanya yang sering dia ceritakan.”
“Dia bilang apa padamu?”
“Katanya kau ini kakak yang sangat tegas dan selalu mengomelinya.”
“Mwo? Liat saja kalau dia pulang nanti.”
“Tapi dia juga bilang kalau kau nunna yang sangat perhatian pada dongsaengnya.”
“Dia bilang begitu? Aku tidak jadi marah padanya deh.”
Jungsoo hanya tersenyum
“Oh, iya. bagaimana kalau kita ajak Hyukjae juga. Pasti lebih menyenangkan.”
“Mm.. boleh juga. Kita berangkat besok.”
“YEAH!”
Youngran mendorong ayunannya lebih kencang

:::

“Onnie, aku pulang!” teriak Sihyun saat memasuki rumahnya
Sihyun berniat langsung masuk, tapi dia berhenti saat melihat seseorang yang duduk di ruang tamu
“Oppa…” sahut Sihyun pelan
Orang itu berbalik dan menatap Sihyun
“Yunho oppa? Kenapa kau bisa di sini?” tanya Sihyun
“Sepertinya tehnya habis.” Kata Yoora yang baru keluar, “Aku keluar dulu beli teh, yah.”
Yoora langsung keluar meninggalkan mereka berdua
“Kau ingin berdiri terus?” tanya Yunho
“Nde? Oh.” Sihyun duduk di sofa yang berbeda dengan Yunho, “Oppa belum menjawab pertanyaanku.”
“Kau tahu, aku harus berkeliling untuk bertanya kau ada dimana. Untungnya Chansung mau memberikan alamat rumah ini padaku.”
“Tapi untuk apa oppa jauh-jauh dari Jepang ke sini?” Sihyun melempar pandangannya ke arah lain
“Kau tidak senang melihatku?”
“Bukannya oppa yang tidak mau berhubungan lagi denganku?”
“Kata siapa?”
Sihyun langsung melihat Yunho, “Selama ini oppa tidak pernah menghubungiku. Bukannya itu karena oppa sudah tidak mau lagi berhubungan denganku?”
Mata Sihyun mulai berkaca-kaca. Dia memandang ke tempat lain agar Yunho tidak melihat wajahnya
“Itu karena aku harus membenahi pikiranku dulu, Sihyun. Aku tidak mungkin menelponmu disaat aku masih marah.”
“Benarkan? Oppa marah padaku! Lalu untuk apa oppa datang ke sini?”
“Sihyun..” Yunho pindah ke sebelah Sihyun dan menggenggam tangannya, “Mianhe. Aku tahu aku salah. Karena pekerjaan, aku sampai lupa dengan ulang tahunmu.”
“Oppa.. kau tahu, aku menunggu telponmu seharian. Mulai jam 12 malam di hari ulang tahunku sampai jam 12 malam besoknya. Tapi oppa tidak menelpon bahkan mengirim pesan. Saat aku menelponmu, kau bahkan tidak memberikan ucapan selamat.”
“Ara..ara.. aku memang keterlaluan. Tapi apa yakin, mau membuang hubungan yang sudah kita jalin setahun ini hanya karena ulang tahun?”
Sihyun hanya menatap Yunho. Dia tidak bisa mengatakan apa-apa
“Aku tahu aku salah, Sihyun. Tapi aku benar-benar tidak bisa kalau kau meninggalkanku karena kelalaianku ini.”
“Oppa..” Sihyun tiba-tiba memeluk Yunho, “Mianhe.. aku sudah kekanak-kanakan. Tidak seharusnya aku marah seperti ini padamu hanya karena hal yang seperti ini.”
“Sarangheyo…”

:::

Han dan Yunhee sudah duduk di mobil.
“Shinmei!” teriak Han saat membuka kaca mobilnya
Shinmei mendekatkan kepalanya, “Wae?”
“Bicara sekali lagi padanya. Jangan sampai berteman dengannya pun kau tidak bisa.” Kata Han sambil melirik seseorang yang berjalan tidak jauh dari mobilnya
“Sungmin?” sahut Shinmei
“Hwaiting!” ujar Han
“Shinmei, sampai jumpa lagi yah!” kata Yunhee
Han lalu melajukan mobilnya.
“Apa aku harus bicara dengannya? Sepertinya aku memang harus memastikan perasaanku padanya. Mungkin benar kata Eunsoo, kalau aku hanya penasaran padanya.” Batin Shinmei seraya mendekati Sungmin
“Sungmin!” sapa Shinmei
“Eh.. O, Shinmei.” Tampaknya Sungmin masih gugup karena kata-kata Shinmei kemarin
“Kau dari mana?”
“Dari.. dari rumah Minjee.”
Jawaban yang tidak diinginkan Shinmei, “Bertemu dengannya?”
“Ani. Rumahnya kosong. Sepertinya dia benar-benar pergi.”
“Pergi? Kemana?”
“Semalam dia menelponku, dan dia bilang dia akan ke Inggris. Ternyata dia tidak bercanda.”
“Minjee pergi? Bagaimana ini?” batin Shinmei
“Sungmin.. mianhe, tidak seharusnya aku mengatakan ini di saat seperti ini.” Sahut Shinmei
“Waeyo?”
“Kau.. kau bersedia kencan denganku hari ini?”
“Ye?”
“Bukannya kau belum menolakku? Kau tidak bersama denganku karena kau sudah terlanjur dengan Minjee. Kencanlah denganku hari ini saja. Setelah kita kencan, kau bisa mengambil keputusan. Aku akan menerima semuanya. Dan aku janji, tidak akan memaksamu lagi untuk menerimaku.”
“Mmm…”
“Ayolah. Tidak ada ruginya kan?”
“Baiklah.”
“Ok. Jemput aku sore ini jam 5.”
“Nde.”
“Kalau begitu, sampai ketemu nanti sore.”
Shinmei langsung berlari masuk ke dalam rumahnya

***********
Part 12 end

Author :

ೡSpecialAngelೂ

NEVER TAKE OUT THIS!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s