| FF Serial | Believe in Miracle | Scene 7|

Cast Ce:
********
`>Shin Yoora * GaluhOnnie
`>Shin Iseul * ViraTeuki
`>Chi yoko * Oi
`>Park Soonrye * Herentia
`>Lee Youngran * Fe”
`>Min jee * Kerri
`>Kim Hyunjae * Elisa
`>Mi young * Miyoung
`>Kim Hyun In * Inriana
`>Han Yerin * Yerin
`>Choi Hajin * Audrey
`>Shinmei * Veronica
`>Kim Hyena * Yemima
`>Kim Eunsoo * Ruri
`>Lee Si Hyun * Luisa
`>Cho Hyungrim * Ardelia

Cast Co:
********
All member of Super Junior ❤ ❤

PaRt 7 StaRt…
***************
Dengan tergesa Yoora memencet bel rumah Yesung. Yesung keluar dengan senyum jahilnya
“Ada apa oppa?” Tanya Yoora seraya masuk ke dalam rumah
“Aku lapar.”
“Mwo? Karena kau lapar, kau menyuruhku kemari? Dan kau bilang ini urgent?”
Yesung hanya tersenyum kecil
“Arasseo. Aku buatkan ramyon untukmu.”
“Gomawo.” Yesung mencium bibir Yoora kilat
“Oppa!”

Beberapa menit kemudian, Yoora kembali dengan membawa dua mangkuk ramyon. Yesung langsung menyantapnya tanpa ampun.
“Oppa.. pelan-pelan. Kau bisa tersedak.”
“Oh, iya. Aku lupa membelikan makanan untuk kura-kuraku.”
“Nde? Besok saja baru kita belikan. Oppa makan saja dulu.”
Yesung pun melanjutkan makannya
“Oppa, jangan lupa besok kenalkan aku pada teman oppa itu.”
“Arasseo..”

:::

“Oppa.. aku meninggalkan tasku di dalam. Bisa bantu aku mengambilnya?” pinta Yoko pada Siwon
“Aiish.. kau letakkan dimana?” Tanya Siwon
“Di meja tadi oppa. Gomawo.”
Siwon meninggalkan Yoko, Hyena, dan Ommanya di pinggir tempat parkir. Baru beberapa langkah Siwon berjalan masuk, Yoko berteriak kencang
“Argh!!!”
Siwon berbalik. Omma Siwon memangku kepala Hyena yang berlumur darah.

“Onnie.. wae geude?? Ireona…” Yoko mengguncang badan Hyena. Matanya berkaca-kaca

Siwon berlari mendekati mereka
“Hyena.. ireona..” omma Siwon ikut menangis
“Hye.. Hyena..” sahut Siwon pelan sambil memperhatikan Hyena yang terbaring lemas
“Panggil ambulance!!” teriak Siwon
Tidak ada yang memperhatikannya.
“Yoko, cepat telpon ambulance!” teriak Siwon lagi
Yoko mengeluarkan ponselnya dengan tangan gemetaran.
“Hyena! Ireona.. kau tidak boleh kenapa-kenapa. Palli ireona! Jangan membuatku cemas.”
Hyena sama sekali tidak bergerak. Omma Siwon menangis sambil memegang kepala Hyena
“Hyena… kau tidak boleh meninggalkanku. Aku belum sempat menyatakan perasaanku.” Sahut Siwon lemah
“Mana ambulance-nya?!” teriak Siwon lagi
“Sudah di jalan oppa.” Jawab Yoko pelan
“Hyena.. Jebal… jangan seperti ini. Aku mencintaimu. Jeongmal, aku sudah menyukaimu sejak kita masih kuliah.” Ujar Siwon penuh putus asa
Air matanya tidak terbendung lagi. Air matanya meluncur dengan mulus dan mengenai pipi Hyena.
Karena kaget, Hyena membuka matanya.
“Hyena?” ujar Siwon tidak percaya
“Onnie.. kenapa kau membuka mata! Aku masih mau mendengar oppa menyatakan cinta.” Protes Yoko
“Mwo?” Siwon menatap ketiga wanita di depannya
“Mianhe Siwon-ah. Omma yang merencanakan ini. Soalnya, omma gemas melihat kau dan Hyena hanya begitu-begitu saja.” Sahut Omma Siwon berbohong hendak melindungi Yoko
“Omma..” Siwon menghapus air matanya
Hyena bangun dan langsung memeluk Siwon.
“Mianhe sunbae.. saranghanda..” bisik Hyena

:::

“Nampyon.. ireona!” Hajin mengguncang badan Ryeowook pelan
Ryeowook tidak bereaksi
“Ireona. Palli ireona!”
“Mm.. aku hanya akan bangun kalau istriku menciumku.” Jawab Ryeowook dengan mata tertutup
“Hya! Sejak kapan kau jadi genit seperti ini?”
“Hehe..” Ryeowook bangkit dari tidurnya dan langsung mengecup bibir Hajin kilat, “Namanya juga newlywed couple..”
“Kau ini. Bersihkan mukamu, aku sudah menyiapkan sarapanmu.”
“Mwo? Aku kan sudah bilang, masalah masak-memasak itu tugasku.”
“Tidak apa-apa. Sepertinya kau lelah sekali. Semalam saja, kau pulang telat.”
Akhirnya, Ryeowook diam dan menuruti perintah Hajin untuk ke kamar mandi dan sarapan di ruang makan.

:::
Hangeng menggendong anjing kecilnya yang berwarna coklat. Begitu tiba di sebuah rumah, Hangeng berhenti dan menekan bel. Beberapa menit kemudian seseorang keluar dan membukakan pintu
“Hankyung? Ada apa kemari?” Tanya Shinmei
“Aku membawa sesuatu untukmu.” Jawab Hankyung sambil menunjukkan anjing yang digendongnya
“Nomu kyopta!”
Shinmei menggendong anjing itu
“Namanya Xiao Ke Ai.”
“Siapa?”
“Xiao Ke Ai. Artinya, si kecil yang imut.”
“Wah, kau benar-benar imut!” shinmei mengangkat anak anjingnya dengan gemas
“Guk..” anak anjing itu menggonggong kecil
“Dulu aku pernah berjanji akan memberikanmu seekor anjing.” Sahut Hankyung sambil duduk di taman Shinmei
“Kau mengingatnya?”
“Tentu saja. Karena kau sangat berarti untukku sejak dulu.”
“Mwo?”
“Kau tidak perlu menjawabnya sekarang. Aku hanya ingin mengatakannya. Aku tahu kalau kau masih mengharapkan Sungmin. Tapi, aku akan terus menunggu sampai matamu beralih padaku.”

:::

“Kenalkan, namanya Donghae. Donghae, dia pacarku, Yoora. Dan ini temannya, Minjee.” Sahut Yesung
“Annyeong..” sapa Minjee
“Annyeong.. lalu, apa yang bisa ku bantu?” Tanya Donghae tanpa basa-basi
“Begini…” Yoora lalu menjelaskan rencananya panjang lebar.

Donghae mengantarkan Minjee sampai lapangan di tengah kampus. Dengan kaku, Donghae mengecup pipi kanan Minjee
“Hya! Kalian sedang apa?” Tanya Sungmin yang baru muncul
“Nde? Tidak ada.” Jawab Minjee
“Apanya yang tidak ada. Siapa dia? Kenapa dia seenaknya mencium pipimu?” Tanya Sungmin kesal
“Kau kenapa sih? Atas dasar apa kau bertanya seperti itu padaku.” Balas Minjee juga dengan teriakan
“Karena aku menyukaimu!” teriak Sungmin
Lima detik, tidak ada yang berbicara
“Sepertinya tugasku sudah selesai.” Donghae lalu meninggalkan Sungmin dan Minjee
“Apa maksudnya?” Tanya Sungmin
“Yoora yakin kalau kau menyukaiku. Tapi, aku membantahnya. Karena selama ini kau tidak mengatakan apa-apa. Katanya, itu karena kau tidak mempunyai dorongan.”
“Sudahlah. Aku juga sudah terlanjur mengatakannya. Aku tidak bisa menyangkal kata-kata Yoora. Aku menyukaimu, Minjee.”
“Mmm… Na dou..”

:::

“Donghae!!” teriak Miyoung
Donghae berbalik. Miyoung melambaikan tangannya dari pinggir lapangan. Donghae mendekatinya
“Kau sedang apa di sini?” Tanya Miyoung
“Aku membantu temanku. Biasalah.. oh iya, Shindong mana?”
“Eh, Shindong tidak kuliah di sini.”
“Nde? Bukannya kau bilang kalian satu sekolah?”
“Kami memang satu sekolah saat SMU.”
“Oh.. Aku haus, bisa temani aku ke kantin?”
“Mm, keure.. lagian kuliahku juga sudah selesai.”

:::

“Yeoboseyo..” jawab Iseul
“Iseul-ah. Apa kau sudah makan?” Tanya Jungsoo
“’O.. oppa. Aku baru saja selesai makan bersama Miyoung dan Donghae. Oppa sudah selesai siaran?”
“Belum. Sepuluh menit lagi, baru akan on air.”
“Mm..”
“Kalau begitu aku kerja dulu yah. Kau harus hati-hati, jangan sampai kalau aku bertemu denganmu nanti, di tubuhmu ada luka.”
“Arasseo oppa.”
“Saranghae..”
“Na dou..”
“Nugu?” Tanya Miyoung
“Hehe.. oppa mu.” Iseul menggaruk-garuk lehernya
“Mwo? Kau pacaran dengan oppa?” Miyoung membelalakkan matanya
“Sejak kapan?”
“Kemarin. Saat kau pergi membeli perban.”
“Do.. Jeongmal!! Kenapa kau baru memberitahuku?”
“Kemarin aku masih malu, Miyoung. Mianhe..”
“Gwencana. Aku merestui hubungan kalian. Aku jamin, oppaku tidak akan mengecewakanmu.”

:::

“Hyukjae itu.. jinja!” Youngran berjalan menyelusuri koridor penyiaran radio
Youngran melihat Eunhyuk duduk di kursi tunggu.
“Ini..” Youngran menyodorkan baju pada Eunhyuk, “Kenapa kau bisa lupa dengan baju latihanmu?”
“He.. mianhe Nunna.. merepotkanmu..” Eunhyuk tersenyum kecil
“Kau memang selalu merepotkanku.”
“Nunna ingin kemana sekarang? Mau kuantar?”
“Tidak usah. Aku bawa mobil. Pergi saja latihan, aku mau ke toilet dulu.”
Youngran meninggalkan Eunhyuk dan berjalan ke toilet. Beberapa menit kemudian, Youngran keluar. Di depan toilet, seorang pria duduk di sudut koridor dengan wajah pucat dan keringat yang bercucuran
“Mm.. gwencanayo?” Tanya Youngran
Jungsoo melihat ke arah Youngran
“Bisa tolong antarkan aku ke rumah?” tanyanya pelan
“Nde? Memangnya tidak ada orang lain?”
“Semuanya sudah pulang. Kepalaku benar-benar pusing. Rumahku juga tidak terlalu jauh.”
Akhirnya Youngran mengantarkan Jungsoo ke rumahnya. Sambil memapahnya, Youngran dan Jungsoo masuk ke rumah. Youngran membantu Jungsoo berbaring.
“Mau aku buatkan bubur?” Tanya Youngran
“Gwencanayo?” Tanya Jungsoo
“Ne. dimana dapurnya?”
Jungsoo menunjukkan letak dapur dengan lemas. Beberapa menit kemudian, Youngran kembali dengan membawa semangkuk bubur dan segelas air. Karena Jungsoo terlalu lemah, Youngran menyuapinya.
“Oh, iya.. namaku Youngran.” Sahut Youngran seraya memasukkan sesendok bubur ke mulut Jungsoo
“Jungsoo..”
Tiba-tiba Miyoung pulang.
“Oppa? Wae geude? Gwencana?” Tanya Miyoung seraya memeriksa tubuh Jungsoo
“Gwencana. Kau tidak usah khawatir. Oh, iya. Kenalkan ini Youngran dia yang mengantarku pulang.”
“Nde? Kenapa oppa tidak menelponku?”
“Aku takut kau sedang kuliah.”
“Kalau begitu aku telpon Iseul sekarang.”
“Hya… tidak usah. Aku sudah baikan. Aku tidak mau membuatnya khawatir.”
Setelah makan, Youngran pamit pulang.

:::

“Apa oppa masih memikirkannya?” Tanya Lee Sihyun pada Oppanya
“Nugu?”
“Oppa.. kau tidak bisa bohong padaku. Aku tahu, kalau selama ini kau tidak bisa melupakannya.”
“Mm..”
“Salah oppa sendiri. Kenapa dulu, tidak menyatakannya. Sekarang oppa sudah terpisah dengannya. Oppa di Bali dan dia di Korea.” Lee Sihyun menatap oppanya prihatin
“Mm… aku juga menyesal.”
“Oppa, aku dengar dia ada di Seoul sekarang. Apa kau ada rencana mau ke sana?”
“Nde? Molla.. pekerjaanku lagi padat. Aku tidak bisa ke Seoul saat ini. Oh, iya bagaimana dengan pacarmu itu?”
“Oppa tidak usah mengungkitnya.”
“Kalian bertengkar lagi? Apa lagi penyebabnya sekarang? Apa karena topi?”
“Molla! Oppa, jangan bicarakan dia dulu!”
Sihyun berlari meninggalkan oppanya dan masuk ke kamar sambil membanting pintu.

:::

“Sonrye.. apa kau mau langsung pulang?” Tanya Omma Kibum begitu mereka tiba di Bandara Seoul
“Sepertinya, aku bantu kalian beres-beres dulu baru aku pulang, omoni.” Jawab Sonrye
“Baguslah. Karena aku juga lelah sekali. Jadi tambah satu orang akan lebih meringankan.” Sahut Hyunin
“Noona..” Kibum menyikut lengan Hyunin

Beberapa menit kemudian, mobil mereka berhenti di sebuah rumah yang tidak terlalu besar tapi terkesan megah.
Kibum yang dibantu sopir, menurunkan barang-barang dari mobil.
Sonrye merapihkan barang Kibum dan meletakkannya dengan rapih di kamar. Sudah sejam, Sonrye beres-beres. Kibum masuk ke kamar dengan membawa segelas susu
“Untukmu.” Kibum menyodorkan gelasnya, “Sepertinya kau sudah lelah. Aku antar kau pulang sekarang?”
“Gwencana oppa. Aku senang melakukannya.”
“Gomawo.”
“Untuk apa?”
“Untuk menjadi tunanganku. Untuk cinta yang kau berikan. Untuk perhatianmu. Untuk selalu berada di sisiku.”
“Mm.. na dou gomawo oppa.”

*********
Part 7 end

Author :

ೡSpecialAngelೂ

NEVER TAKE OUT THIS!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s