| FF Serial | Believe in Miracle | Scene 8|

Cast Ce:
********
`>Shin Yoora * GaluhOnnie
`>Shin Iseul * ViraLuph AngelTeuk
`>Chi yoko * Oi
`>Park Soonrye * Herentia
`>Lee Youngran * Fe”
`>Min jee * Kerri
`>Kim Hyunjae * Elisa
`>Mi young * Miyoung
`>Kim Hyun In * Inriana
`>Han Yerin * Yerin
`>Choi Hajin * Audrey
`>Shinmei * Veronica
`>Kim Hyena * Yemima
`>Kim Eunsoo * Ruri
`>Lee Si Hyun * Luisa
`>Cho Hyungrim * Ardelia

Cast Co:
********
All member of Super Junior ❤ ❤

Spesial cast:
*************
❤ Hwang Chansung 2PM ❤

PaRt 8 StaRt…
***************
“Aniyo.. tidak perlu. Aku bisa pergi sendiri.” Sahut Youngran menolak
“Gwencana. Sebagai tanda terima kasihku padamu.” Jawab Jungsoo di telpon
“Mm.. geunde..”
“Kita bertemu di taman depan gedung penyiaran kemarin.” Ujar Jungsoo memaksa
“Arasseo..”
Youngran memutuskan telponnya
Tidak lama Youngran menunggu di taman, Jungsoo muncul dengan mobilnya. Jungsoo membunyikan klaksonnya. Youngran berjalan mendekati mobilnya. Dari dalam, Jungsoo memberi isyarat agar Youngran masuk ke mobilnya.
Seteleh menemani Youngran berbelanja di supermarket, Jungsoo dan Youngran makan di sebuah café.
“Mm chagiya.. Iseul itu siapa?” Tanya Youngran
“Oh, dia yohja chingu ku. Waeyo?”

“Ani. Sepertinya kau sangat menjaganya, sampai-sampai kau tidak mau membuatnya khawatir.”
“Ne.. aku memang selalu ingin menjaganya. Aku tidak bisa melihatnya terluka.”
“Kenapa aku seperti mendengar seorang oppa yang menjaga dongsaengnya?”
“Nde?”
“Kau tahu, sikap seorang oppa dengan dongsaengnya berbeda dengan kekasihnya. Kalaupun kau menyayanginya dan tidak ingin dia khawatir, tapi tidak seharusnya kau menyembunyikan sesuatu darinya. Dia berhak tahu masalah kau sakit kemarin.”
“Geunde.. aku benar-benar tidak bisa melakukannya.”
“Artinya kau benar menganggapnya dongsaeng.”

:::

“Mi.. miyoung..” sahut Iseul di telpon dengan terbata-bata
“Iseul? Wae geude? Nunmuriyo?” Tanya Miyoung panik
“Miyoung, apa benar aku hanya membuat Jungsoo oppa khawatir? Apa dia hanya menganggapku dongsaeng?” air mata Iseul mengalir deras
“Waeyo?”
“Apa selama ini aku tidak menjadi pacar yang baik?”
“Iseul, kau tenang dulu. Kau ada dimana sekarang?”
“Kenapa dia tidak bilang kalau dia sakit?”
“Iseul.. itu karena oppa tidak ingin membuatmu khawatir.”
“Geunde.. seharusnya dia memberitahuku. Aku kan pacarnya.”
“Arasseo.. Kau dimana sekarang? Aku jemput kau di sana.”
“Di Café Sapphire Blue.. Hiks..”
Iseul memutuskan telponnya. Jungsoo dan Youngran baru saja keluar dari café. Iseul mendengarkan semua pembicaraan mereka.
Miyoung muncul dengan wajah panik. Iseul memegang kepalanya sambil terus menangis.
“Iseul.. gwencana?” Tanya Miyoung
“Oppamu tadi bersama seorang wanita.” Iseul menatap Miyoung dengan mata sembab
“Siapa? Sekarang dia dimana?”
Miyoung mencari-cari di luar café. Dia melihat wanita yang membantu Jungsoo kemarin, naik ke mobil Jungsoo. Baru saja Miyoung ingin meneriaki oppanya, terdengar suara gaduh dari dalam café.
“Iseul!” jerit Miyoung seraya mendekati Iseul yang terkapar di lantai

:::

“Oppa.. kita harus berangkat sekarang.” Teriak Eunsoo dari ruang tamu
“Arasseo.. kita berangkat ahjumma..” sahut Heechul
“Mwo? Ahjumma? Kalau begitu kau Ahjussi..”
“Hei.. kalian mau sampai kapan bertengkar di sini?” Tanya Hangeng, “jadwal syutingnya tinggal setengah jam lagi.”
“Nde.. ayo..” Heechul merangkul Eunsoo sambil keluar dari rumah
“Hya! Mentang-mentang manajermu itu pacarmu, kau jangan seenaknya meninggalkanku!” teriak Hangeng sambil berlari mengikuti mereka

:::

“Oppa!” teriak Shinmei
Sungmin berbalik
“Oppa.. mm.. aku dengar, kau jadian dengan Minjee. Keure?”
“Nde. Baru kemarin. Waeyo, Shinmei?”
“Wae?! Oppa! Kau bertanya kenapa? Apa kau benar-benar tidak tahu kalau sejak kecil, aku sudah menyukaimu? Ha, benar. Dimatamu kan hanya ada Minjee. Jadi kau tidak pernah menyadari keberadaanku.” Bentak Shinmei
“Shinmei?”
“Wae? Oppa merasa bersalah? Terlambat oppa, aku sudah terlanjur membencimu sekarang!”
Shinmei berlari meninggalkan Sungmin yang masih diam terpaku.

:::

“Hajin.. bagaimana kalau kita ke rumah Yesung hyung. Aku rindu padanya.” Ujar Ryeowook
“Mm.. kenapa sih, kau selalu mengingat sepupumu itu. Lebih baik kau memikirkanku.” Jawab Hajin kesal
“Bukan begitu. Aku hanya ingin bertemu dengannya. Ayolah..”
“Arasseo..”
Akhirnya mereka datang ke rumah Yesung. Yesung menyambut mereka dengan ramah.
“Oh, Yoora juga ada di sini?” Tanya Hajin
“Annyeong..” sapa Yoora
“Hyung, ini kubawakan makanan untuk kura-kuramu.” Ryeowook menyerahkan sekantung makanan kura-kura
“Wah.. kami baru saja berniat pergi beli makanan ini.” Sahut Yesung
“Oh, iya oppa. Hyunjae dimana?” Tanya Hajin
“Dia keluar bersama Kangin. Mungkin sebentar lagi kembali.” Jawab Yesung
Tiba-tiba ponsel Yoora melantunkan lagu Sorry-sorry Answer
“Yeoboseyo..”
“Onnie… ini Miyoung, temannya Iseul.”
“Oh, ne… waeyo?”
“Onnie, tadi Iseul pingsan. Sekarang dia di Blue Hospital.”
“Mwo? Aku ke sana sekarang.”
Yoora memasukkan ponselnya ke saku. Dan dengan tergesa mengambil tasnya di sofa. Yesung menahan Yoora yang hendak keluar
“Kau kenapa? Siapa yang menelponmu?” Tanya Yesung
“Iseul masuk rumah sakit oppa. Tadi, temannya yang menelponku.” Jawab Yoora panik
“Arasseo.. aku antar kau ke sana.”
“Kami ikut.” Ujar Ryeowook.
Saat mereka hendak keluar, Hyunjae dan Kangin datang.
“Kalian mau kemana?” Tanya Hyunjae
“Dongsaengnya Yoora masuk rumah sakit. Kami akan kesana sekarang.” Jawab Ryeowook
Yesung dan Yoora sudah masuk ke mobil. Ryeowook dan Hajin menyusul.
“Oppa, kita ke rumah sakit yah?” pinta Hyunjae
“Nde.. ayo masuk.” Jawab Kangin

:::

“Oppa, gomawo. Aku benar-benar merepotkanmu.” Sahut Yerin
“Aniyo. Ommamu juga ku anggap ommaku. Oh iya, apa kata dokter?”
“Katanya, omma sudah baikan. Mungkin beberapa minggu lagi, dia sudah bisa normal kembali.”
“Baguslah.”
Tiba-tiba ponsel Donghae bordering
“Yeoboseyo… Miyoung-ah?”
“Donghae.. apa kau bisa ke sini? Pikiranku kalut. Aku tidak tahu harus berbuat apa.” Jawab Miyoung pelan
“Ada apa? Kau dimana sekarang?”
“Aku di rumah sakit. Iseul pingsan.”
“Arasseo. Kau tenang saja dulu. Aku akan segera ke sana.”
“Nugu?” Tanya Yerin
“Oh.. temanku, Miyoung. Dia memanggilku. Sepertinya dia sedang bingung. Yerin, aku harus segera ke sana.”
“Pergi saja oppa. Lagian omma juga sedang istirahat.”
“Gomawo.”
Entah kenapa, hati Yerin terasa sakit mendengar nama Miyoung. Padahal ini pertama kalinya dia mendengar nama itu. Tapi baru kali ini, Donghae langsung datang saat dipanggil seseorang. Dia pasti orang yang penting untuk Donghae

:::

“Kyuhyun-ssi?!” sahut Yoko saat melihat Kyuhyun di trotoar jalan
“Oh.. Yoko. Kebetulan sekali kita bertemu disini.” Ujar Kyuhyun
“Ne.. Kau dari mana?”
“Aku baru saja dari toko kaset. Kau sendiri?”
“Aku membeli komik di ujung jalan sana.”
“Kau juga suka baca komik?”
“Ne.. wae?”
“Na dou. Kenapa kita bisa punya banyak kesamaan?”
“Mmm.. molla..”
Yoko yakin ada sesuatu yang berbeda di hatinya saat bertemu dengan Kyuhyun. Dia ingat dengan perasaan ini. Persis saat Yoko pacaran dengan mantannya dulu.
Beberapa saat kemudian, mereka memutuskan makan di sebuah restoran.
“Oh, iya. Waktu di pesta itu, kau datang bersama siapa?” Tanya Kyuhyun sambil melahap ddokbokki nya
“Dengan Siwon oppa.”
Kyuhyun yang tadinya tunduk ke piringnya, langsung menatap Yoko
“Pacarmu?”
“Aniyo.. dia sepupuku. Tapi sudah kuanggap kakak kandungku.”
“Oh. Sepertinya, dia sangat baik padamu.”
“Tentu saja. Tanpanya, mungkin aku akan sangat kesepian. Kau sendiri, kau punya saudara?”
“Ada. Aku punya seorang Nunna. Hanya, dia jarang di rumah.”
“Waeyo?”
“Dia bekerja sebagai pramugari. Makanya dia jarang ada di Seoul.”
“Siapa namanya?”
“Cho Hyungrim.”
“Sepertinya aku pernah mendengar nama itu. Geunde, aku lupa dimana.”
“Mungkin namanya saja yang sama. Soalnya, dia sudah tidak di Seoul sejak sebulan lalu. Dan kemungkinan baru pulang besok.”
“Mm.. sepertinya begitu.”
Yoko masih berpikir keras tentang Hyungrim itu

:::

“Yeoboseyo…” sahut Chansung
“Oppa, barusan Yoora Onnie menelponku. Katanya Iseul masuk rumah sakit.” Ujar Sihyun panik
“Mwo? Arasseo.. aku akan menelpon Yoora sekarang.”
Setelah menutup telpon dari Sihyun, Chansung langsung menghubungi Yoora
“Yoora.. bagaimana Iseul?” Tanya Chansung
“Oh, Chansung oppa. Aku juga belum tahu. Aku masih di jalan. Kalau aku sudah dapat berita dari dokter, aku akan langsung menghubungimu.”
“Ne… geunde, waegeude?”
“Molla oppa. Katanya dia pingsan.”
“Mm.. arasseo. Hubungi aku secepatnya kalau kau sudah tahu kabarnya.”
“Ne oppa.”

:::

Sonrye sudah berjalan mondar-mandir di kamarnya sejak sepuluh menit yang lalu. Tangannya menggenggam ponselnya, sambil sesekali memeriksa kalau-kalau ada pesan atau telpon.
Kibum sudah mulai bekerja hari ini. Tapi sejak tadi, belum ada kabar dari Kibum. Meskipun dulu mereka sempat berjauhan selama empat bulan, tapi kebersamaan mereka beberapa hari kemarin, membuat Sonrye makin cepat rindu pada Kibum
Tiba-tiba ponsel Sonrye bordering. Dengan cepat, Sonrye mengangkatnya
“Oppa, kenapa baru menghubungiku sekarang?” Tanya Sonrye langsung
“Mianhe. Tadi ada meeting. Baru saja selesai.” Sahut Kibum pelan
“Hm.. sepertinya oppa lelah sekali. Gwencanayo?”
“Gwencana. Kau sendiri sudah makan siang?” Tanya Kibum
“Ne, oppa. Oppa sendiri?”
“Belum. Aku baru meminta sekertarisku membeli makanan di luar.”
“Jangan makan sembarangan oppa.”
“Arasseo.”
“Bagaimana kalau sore ini aku ke rumah oppa?”
“Mianhe, Sonrye. Aku harus lembur malam ini. Jadi aku tidak pulang hari ini.”
“Dihari pertama kerja oppa?”
“Ne. Banyak yang harus kupelajari dulu.”
“Arasseo, oppa.”

:::

“Pokoknya aku tidak menyetujui hubunganmu dengan pria itu.” Ujar Siwon keras
Ternyata, Siwon melihat Yoko dan Kyuhyun di restoran tadi.
“Wae gapjagi marhae oppa?*kenapa tiba-tiba oppa berkata begitu?* Oppa juga belum mengenalnya kan?” Jawab Yoko juga dengan suara keras
“Pokoknya aku tidak akan menyetujuinya. Sebaiknya kau berhenti berhubungan dengannya!” Bentak Siwon
“Oppa..” Hyena menggenggam tangan Siwon berusaha menenangkannya
“Oppa, waeyo? Baru kali ini kau melarangku melakukan sesuatu. Apalagi melarangku berhubungan dengan seseorang.”
“Kau tidak perlu mengetahui alasannya. Aku tahu apa yang baik untukmu.”
“Tidak ada yang tahu apa yang baik untukku. Apa hak oppa? Orang tuaku saja, tidak pernah memperdulikanku!” bentak Yoko seraya berlari keluar dari rumah
“Yoko!” Siwon dan Hyena berlari mengikuti Yoko
“Sebenarnya apa yang salah dengan Kyuhyun? Oppa juga belum pernah bertemu dengannya.” Omel Yoko sambil terus berlari
Dari kanan Yoko mendengar klakson mobil. Yoko terpaku melihat sebuah mini jeep melaju kencang ke arahnya. Tiba-tiba seseorang mendorong Yoko hingga terpental ke pinggir jalan.
“Oppa!” jerit Hyena
Hyena berlari ke arah Siwon yang benar-benar berlumur darah. Hidungnya mengeluarkan darah segar. Kepala bagian belakangnya jauh lebih banyak mengeluarkan darah
“Oppa. Ireona!” Hyena memandangi Siwon dengan penuh air mata

:::

Iseul terbaring lemas di ranjang rumah sakit. Selang infuse menancap di lengan kanannya.
“Dokter, apa yang terjadi?” Tanya Yoora yang didampingi Yesung
“Chagiya, apa selama ini pasien selalu punya beban pikiran yang berat?” Tanya Dokter
“Mm… sejak kecil, orang tua kami selalu bertengkar. Mungkin itu yang jadi beban pikirannya.” Jawab Yoora
“Sepertinya selama ini, dia selalu memendam perasaannya. Dia tidak pernah berbagi dengan siapa pun. Dan sepertinya, sekarang dia mengalami masalah yang sangat mengguncang jiwanya.”
“Dokter, saya benar-benar tidak mengerti. Sebenarnya apa yang terjadi?”
“Intinya, di kepalanya mengalami kelainan.”
“Maksudnya?”
“Masalah yang menumpuk di kepalanya, membuat saraf kepalanya tegang sehingga darah di kepalanya tidak lancar mengalir dan membekukan darah di dalamnya.”
“Apa itu berbahaya?”
“Kalau dia terus dalam keadaan tertekan, darahnya akan terus membeku dan menjadi tumor nantinya.”

::::

“Oppa… ottokae?” Yoora menangis di pelukan Yesung
“Kau harus bersabar. Aku tahu, Iseul bukan anak yang lemah. Dia pasti bisa sembuh.” Hibur Yesung
“Onnie.. mianhe. Ini semua salahku.” Sahut Miyoung
“Apa maksudnya?” Yoora tiba-tiba melototi Miyoung
“Iseul pingsan karena melihat oppaku bersama perempuan lain. Mianhe onnie.” Miyoung tertunduk tidak berani menatap Yoora
“Mwo? Siapa oppamu itu?” bentak Yoora tanpa sadar kalau sedang di dalam kamar rumah sakit
“Onnie…” sahut Iseul lemah
“Omo.. Iseul! Kau sudah sadar? Gwencana?” Yoora menggenggam tangan Iseul
“Gwencana onnie. Miyoung..” ujar Iseul
“Nde?” Miyoung mendekati Iseul
“Apa kau sudah bilang ke Jungsoo oppa kalau aku ada disini?” Tanya Iseul dengan suara parau
“Mianhe, Iseul. Aku lupa. Aku akan memberitahunya sekarang.” Miyoung hendak mengeluarkan ponselnya
“Jebal.. jangan bilang kalau aku mendengar pembicaraannya. Dan karena dia aku pingsan.” Pinta Iseul
“Geunde..”
“Jebal!”

:::

Hyena menggenggam tangan Siwon yang terasa sangat dingin.
“Oppa.. kau jangan membalasku seperti ini.” Sahut Hyena dengan air mata yang terus bercucuran
Selang infuse tertancap di lengannya, dan alat bantu pernapasan terpasang di hidungnya. Kepalanya di perban dan wajahnya benar-benar pucat
“Oppa… mianhe. Aku tidak ingin oppa seperti ini.” Yoko menatap Siwon yang terbaring lemas, “Oppa, ireona. Aku rela tidak berhubungan dengannya lagi. Oppa sadarlah.”
Air mata Yoko ikut mengucur
“Yoko, aku yakin. Oppa pasti punya alasan tertentu hingga melarangmu berhubungan dengan orang itu.” Sahut Hyena
“Arasseo onnie..”
Walaupun begitu, hati Yoko masih belum rela. Dia sadar, dia mulai menyukai Kyuhyun. Tapi, dia lebih tidak bisa tanpa Siwon. Rasa bersalah menjalari seluruh tubuh Yoko. Andai saja, dia langsung mendengar ucapan Siwon dan tidak lari saat itu, semua ini pasti tidak terjadi. Siwon pasti tidak sedang terbaring lemah di sini.

**********
Part 8 end

Author :

ೡSpecialAngelೂ

NEVER TAKE OUT THIS!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s