| FF Serial | Believe in Miracle | Scene 9|

Cast Ce:
********
`>Shin Yoora * GaluhOnnie
`>Shin Iseul * ViraLuph AngelTeuk
`>Chi yoko * Oi
`>Park Soonrye * Herentia
`>Lee Youngran * Fe”
`>Min jee * Kerri
`>Kim Hyunjae * Elisa
`>Mi young * Miyoung
`>Kim Hyun In * Inriana
`>Han Yerin * Yerin
`>Choi Hajin * Audrey
`>Shinmei * Veronica
`>Kim Hyena * Yemima
`>Kim Eunsoo * Ruri
`>Lee Si Hyun * Luisa
`>Cho Hyungrim * Ardelia

Cast Co:
********
All member of Super Junior ❤ ❤

Spesial cast:
*************
❤ Hwang Chansung 2PM ❤

PaRt 9 StaRt…
***************
“Cut!” teriak sutradara dari ujung lapangan, “Okay, semuanya bisa pulang istirahat. Besok kita mulai lagi.”
“Oppa, kau ingin makan apa?” Tanya Eunsoo pada Heechul yang sedang duduk
“Mm.. aku ingin makan ramyon buatanmu.” Jawab Heechul sambil melihat Eunsoo yang berdiri di sebelahnya
“Mwo? Kalau begitu, kita pulang saja dulu. Nanti kubuatkan ramyon yang lezat untukmu.” Ujar Eunsoo seraya memeluk leher Heechul dari belakang
“Hya! No jeongmal! Kalian jangan menjadikanku obat nyamuk di sini.” Sahut Hangeng protes
“Hehe…. Mianhe, hankyung-ah. Nanti ku minta Eunsoo membuatkanmu ramyon. Jangan marah seperti itu.” Kata Heechul seraya merangkul bahu Hankyung
“Hankyung..” terdengar seseorang memanggil hankyung
“Shinmei?”
Shinmei mendekati Hankyung dengan mata sembap

“Wae geude?” Tanya Hankyung bingung

Shinmei tidak menjawab
“Sebaiknya kita ke dalam dulu.” Ajak Heechul
Eunsoo membantu Shinmei masuk ke ruang ganti
“Marheba. Wae geude?” Tanya Hankyung begitu mereka duduk
“Sungmin.” Sahut Shinmei pelan
“Nugu? Sungmin? Apa karena dia kau menangis seperti ini?” ujar Hankyung dengan suara lumayan kencang
“Oppa, sebaiknya kita keluar.” Bisik Eunsoo pada Heechul
“Shiro. Aku mau mendengarnya.”
“Oppa!” Eunsoo menarik Heechul keluar
“Apa lagi yang dilakukan orang itu?” Tanya Hankyung kemudian
“Dia… dia benar-benar jadian dengan Minjee.” Shinmei menunduk
“Bukankah sejak dulu, kau sudah menyadari kalau Sungmin hanya menyukai Minjee? Seharusnya kau sudah siap dengan hal ini.”
“Hankyung…” mata Shinmei mulai berkaca-kaca
“Sudahlah. Tenangkan saja dulu pikiran dan perasaanmu.” Hankyung menepuk bahu Shinmei pelan, ”Kami sudah mau pulang, Eunsoo akan membuat Ramyon. Kau mau ikut?”
Shinmei mengangguk kecil

:::

“Apa yang harus kulakukan sekarang?” Tanya Miyoung yang duduk di taman rumah sakit bersama Donghae
“Sebaiknya kau lakukan saja permintaan Iseul. Dia pasti punya tujuan sendiri meminta itu.” Sahut Donghae
“Apa aku tidak jadi sahabat yang baik?” Miyoung tertunduk lemas
“Sudahlah. Kau jangan menyalahkan diri sendiri lagi. Ini semua bukan salahmu.”
“Tapi ini semua karena oppaku.”
“Walaupun itu oppamu dan sahabatmu. Tapi, kau tidak ambil andil dalam hubungan mereka. Bukannya mereka jadian sendiri? Jadi aku harap kau jangan menyalahkan diri dalam hal ini.”
“Geunde..”
“Sebaiknya, kau pulang dulu istirahat. Sepertinya kau sudah kelelahan. Besok pagi, aku jemput lalu kita ke sini lagi.”
Setelah pamit pada Yoora, Donghae mengantar Miyoung pulang

:::

“Apa yang terjadi?” Tanya Omma Siwon yang baru datang
“Kata dokter, oppa mengalami geger otak ringan. Tapi tidak berbahaya, omoni. Dia akan segera sadar.” Jawab Hyena
“Mianhe, imo. Ini salahku.” Sahut Yoko tidak berani melihat mata omma
“Gwencana. Kalau kau yang terbaring di sana, aku pasti jauh lebih sedih. Aku tidak tahu bagaimana bertanggung jawab pada orang tuamu.”
Omma Siwon mendekati Yoko seraya mengelus kepalanya
“Imo..” Yoko memeluk pinggang bibinya itu, “Mianhe. Aku benar-benar tidak menginginkan ini.”
“Gwencana. Kau pulanglah bersama Hyena. Kalian sudah lelah menjaga Siwon seharian.”
Awalnya Yoko tidak mau meninggalkan Siwon. Tapi setelah dibujuk Hyena dan Omma Siwon, akhirnya dia menyerah dan pulang bersama Hyena.

:::

“Sebaiknya kalian pulang. Sudah malam, dan sepertinya kalian sudah lelah.” Kata Yesung
“Oppa tidak pulang?” Tanya Hyunjae
“Aku di sini menemani Yoora.” Jawab Yesung
“Kalau begitu kami pulang dulu, hyung.” Sahut Ryeowook
“Chamkaman.. Berikan ini untuk Yoora.” Hajin memberikan sekotak makanan pada Yesung
“Gomawo.”
“Kami pulang oppa. Jaga Yoora onnie baik-baik.” Pesan Hyunjae
“Arasseo.” Sahut Yesung seraya mengacak-acak rambut Hyunjae
“Annyeong.” Pamit Kangin

:::

“Hari ini bukannya ada tamu dari California?” Tanya Eunhyuk pada Jungsoo
Siaran mereka hari ini memang malam hari
“Ne. Mungkin sebentar lagi dia datang.” Jawab Jungsoo
Beberapa menit kemudian, Hyunin muncul. Selayaknya model international, cara berpakaiannya pun berbeda. Mata Eunhyuk tidak lepas dari Hyunin
“Annyeong haseyo..” sapa Hyunin
“Oh, annyeong haseyo..” Jungsoo menundukkan kepalanya, “Hyukjae-ah.” Jungsoo menyikut lengan Hyukjae
“Ha? Oh, anyyeong haseyo..”
“Siarannya mulai jam berapa?” Tanya Hyunin
“Omo, kau bisa hangul?” Tanya Jungsoo
“Aku lahir di sini. Hanya saja aku besar di California.”
“Oh. On air sekitar sepuluh menit lagi.” Ujar Jungsoo
“Kita belum berkenalan. Namaku Eunhyuk.” Eunhyuk mengulurkan tangannya dengan cepat
“Kim Hyunin.” Hyunin menerima uluran tangan Eunhyuk
“Hya! Tidak usah terlalu dihayati.” Jungsoo menarik tangan Eunhyuk yang memegang tangan Hyunin cukup lama
“Jungsoo.” Jungsoo juga mengulurkan tangannya
“Hyunin.”
Love at the first sight.. mungkin ini yang dirasakan Eunhyuk saat ini.

:::

Sonrye menenteng kotak makanannya sambil berjalan memasuki gedung tinggi itu. Begitu sampai di lantai 13, lantai itu tampak sepi dan gelap. Tapi dengan tampang bahagia, Sonrye berjalan mendekati sebuah ruangan yang lampunya masih menyala.
Sonrye mengintip dari pinggir pintu. Kibum sibuk membolak-balik tumpukan kertas di mejanya. Wajahnya benar-benar serius. Pandangannya tidak beralih dari kertas-kertasnya
“Oppa terlihat lebih tampan kalau serius.” Sahut Sonrye
Kibum melihat ke arah pintu dan mendapati Sonrye berdiri sambil tersenyum
“Sonrye? Apa yang kau lakukan malam-malam kemari?” Kibum langsung berdiri
Sonrye mengangkat kotak makanan yang sejak tadi di pegangnya
“Oppa pasti belum makan.” Seru Sonrye
Kibum hanya tersenyum senang melihat tunangannya datang. Sonrye lalu melatakkan makanannya di meja Kibum. Dari sofa, Sonrye memperhatikan Kibum makan dengan lahap.
Mungkin karena sudah malam, Sonrye ketiduran. Kibum mengambil jasnya dan menutupi badan Sonrye.
“Sebenarnya, cukup melihatmu saja itu sudah cukup. Kau tidak perlu membawa makanan seperti ini.” Sahut Kibum pelan
Kibum mengecup kening Sonrye
“Jhal jhayo..”

:::

Yesung tidak tidur semalaman. Pagi-pagi buta, Yesung sudah ke kantin.
Yesung memperhatikan Yoora yang tertidur di sofa di kamar inap Iseul. Wajahnya benar-benar tampak lelah. Entah kenapa, tangan Yesung mendekati wajah Yoora. Jarinya berhenti saat menyentuh bibir Yoora *touching syndrome oppa kumat*.
Karena kaget, Yoora terbangun dan melihat Yesung jongkok di depannya dan menyentuh bibirnya
“Oppa? Wae geude?” Yoora bangun dari tidurnya dan sekarang terduduk
“Aniyo. Aku hanya senang menyentuh wajah orang.” Jawab Yesung lalu duduk di sebelah Yoora
“Oppa, aku kira aku melihat hantu.” Ujar Yoora
“Hya! Mana ada hantu secakep aku?” protes Yesung
Yoora akhirnya tersenyum bahkan tertawa karena Yesung
“Ini. Makanlah dulu.” Yesung memberikan semangkuk bubur pada Yoora
“Ini dari mana oppa?” Tanya Yoora
“Aku dari kantin barusan.”
“Gomawo.”

:::

Mobil Donghae bertengger di depan rumah Miyoung. Miyoung keluar dari rumah.
“Donghae, oppaku belum bangun. Aku belum bilang padanya masalah Iseul.” Ujar Miyoung dari jendela mobil
“Mm… bagaimana kalau kau tuliskan pesan saja untuknya. Supaya begitu dia bangun, dia bisa tahu masalah ini.” Usul Donghae
“Arasseo.”
Miyoung menulis pesan di sebuah kertas. Dia melihat Jungsoo tertidur sangat nyenyak.
“Oppa, kenapa kau mengecewakan sahabatku? Aku bahkan pernah bilang padanya kalau oppa tidak akan mengecewakannya.” Batin Miyoung
Setelah meletakkannya pesannya di bawah ponsel Jungsoo, Miyoung dan Donghae langsung berangkat ke rumah sakit.

:::

“Kyu-ah, bogoshipo…” Hyungrim memeluk Kyuhyun erat
“Nunna, aku tidak bisa bernapas.” Kyuhyun berusaha melepaskan pelukan Hyungrim
“Kau tidak rindu padaku?” protes Hyungrim begitu melepaskan pelukannya
“Bogoshipo, nunna!”
Hyungrim membuka lebar lengannya, bersiap memeluk Kyuhyun. Tapi bukannya memeluk Hyungrim, Kyuhyun langsung mengangkut koper Hyungrim ke ruang tengah
“Sebenarnya aku kangen pada oleh-oleh nunna.” Sahut Kyuhyun ngacir
“Hya!”
Kyuhyun mengeluarkan hampir seluruh isi koper nunna-nya.
“Oh, iya. Bagaimana perkembanganmu dengan wanita yang kau ceritakan padaku dulu?” Tanya Hyungrim
“Nugu?”
“Yang bertemu denganmu di air mancur.”
“Oh, namanya Chi Yoko. Kemarin aku bertemu dengannya lagi.”
“Keure? Lalu, kau sudah tau nomor ponsel dan alamatnya?”
“Molla. Aku lupa minta nomor ponselnya.” Kyuhyun menggaruk-garuk kepalanya
“Babo. Yang ada di kepalamu kan Cuma game!” Hyungrim menjitak kepala Kyu
“Bagaimana dengan calon kakak iparku?” Tanya Kyu sambil mengelus kepalanya yang nyut-nyutan
“Besok dia akan menyusul ke Seoul.” Sahutnya sambil tersenyum
“Pantas saja, nunna mau cuti selama sebulan. Ternyata Changmin hyung mau ikut ke Seoul.”
Hyungrim hanya tersenyum malu
“Nunna, mana oleh-olehku?” Tanya Kyu yang tidak menemukan satu pun barang yang disukainya
Hyungrim mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Sebuah PSP keluaran terbaru.
“Kau memang nunna yang paling baik.” Kyu merampas PSP itu seraya langsung memainkannya

:::

Yoora berjalan kembali ke kamar Iseul. Dia baru saja mengembalikan mangkuk bubur yang tadi dipinjam Yesung. Dari kejauhan Yoora melihat dua orang yang sangat dikenalnya.
“Chansung oppa? Sihyun?” Yoora menyipitkan matanya agar bisa melihat orang itu dengan jelas
“Onnie…” Sihyun langsung memeluk Yoora
“Ottokhae jhinaseyo?*bagaimana keadaannya?*” Tanya Chansung
“Kenapa kalian tiba-tiba kemari?” Tanya Yoora tanpa menjawab Chansung
“Onnie! Kau seperti tidak tahu oppa saja. Sepupuku yang satu ini kan, tidak bisa tenang kalau ada apa-apa dengan Iseul. Kemarin saja dia uring-uringan karena belum dapat kabar dari onnie. Makanya dia maksa datang ke sini.”
“Tidak usah membahas hal itu. Yoora, apa yang terjadi?” Tanya Chansung dengan wajah khawatir
“Kata dokter, darah di kepalanya membeku. Dan itu bisa mengakibatkan tumor. Ini karena saraf-saraf di kepalanya tegang. Jadi peredaran darahnya tidak lancar. Semuanya karena Iseul selalu menyembunyikan perasaannya dan tidak mau berbagi dengan siapa pun.” Terang Yoora
“Dia di mana?” Tanya Chansung tanpa basa-basi
“Di kamar ini. Sepertinya dia sudah bangun.”

:::

“Yeoboseyo…” sahut Hyunin dengan malas
“Apa kau mimpi indah?” Tanya Eunhyuk sambil tersenyum dari seberang telpon
“Nuguseyo?!” Hyunin terpaksa bangun dari tidurnya
“Kau sudah lupa denganku? Aku Eunhyuk.”
“Eunhyuk? Oh, penyiar kemarin? Geunde, kau dapatkan dari mana nomor ponselku?”
“Nomor ponsel wanita cantik sepertimu tidak susah didapatkan. Oh, iya. Bukannya hari ini kau ada pemotretan?”
“Kau tau dari mana?”
“Sumber yang terpercaya. Mau aku antar?” tawar Eunhyuk
“Aniyo. Aku bisa pergi sendiri.”
“Arasseo. Geunde, kalau kau butuh bantuan, hubungi saja aku. Aku akan berada di sana dalam waktu lima menit. Annyeong..”
Eunhyuk memutuskan telponnya.
“Siapa yang kau telpon pagi-pagi seperti ini?” Tanya Youngran yang baru bangun
“Bidadari, nunna.” Jawab Eunhyuk sambil tersenyum
“Mwo? Oh, iya. Bukannya kau semalam pulang telat? Tumben, jam segini sudah sadar?”
“Aku tidak bisa tidur, nunna. Bidadari itu selalu terbayang di mataku.”
“Mwo? Kau benar-benar sudah gila. Sepertinya kau harus diperiksa ke RSJ secepatnya.”
Eunhyuk hanya tersenyum-senyum sambil melihat ponselnya. Youngran menggeleng-geleng memperhatikan dongsaengnya seraya berlalu ke dapur.

:::

“Minjee-ah. Apa kau pernah bertemu dengan Shinmei?” Tanya Sungmin di telpon
“Aniyo. Sudah sangat lama aku tidak bertemu dengannya. Waeyo?”
“Ani. Aku hanya ada perlu dengannya. Sudahlah, tidak usah kau pikirkan. Kau ingin kemana hari ini?”
“Ke rumah sakit. Dongsaengnya Yoora masuk rumah sakit kemarin. Aku ingin menjenguknya siang ini.”
“Aku antar yah?”
“Gwencana?”
“Ne. Lagipula aku tidak ada rencana lain hari ini. Kalau begitu jam setengah satu aku jemput.”
“Ne.”

:::

Iseul membuka matanya perlahan. Kepalanya masih sakit dan sangat berat.
“Chansung oppa?” Iseul berusaha sadar
“Mm.. aku di sini.” Chansung menggenggam tangan Iseul
“Oppa? Bukannya kau ada di Bali?”
“Keure. Awalnya aku ingin memberi kejutan padamu. Tapi malah kau yang mengejutkanku.” Jawab Chansung berbohong, “Apa yang kau lakukan di tempat jelek dan penuh dengan bau obat ini?”
“He.. mianhe oppa. Aku menyambutmu dengan wajah pucat seperti ini. Tapi, aku janji. Begitu sehat dan aku bisa keluar dari sini, aku akan membuat acara penyambutan yang meriah untuk oppa.” Jawab Iseul sambil tersenyum
“Babo..” Chansung mengacak-acak rambut Iseul

:::

“Buin..” Ryeowook mengelus kepala Hajin lembut berusaha membangunkannya
Tapi Hajin sama sekali tidak bereaksi. Dia tampak kelelahan.
“Mianhe.. aku sudah merepotkanmu kemarin. Kau pasti lelah seharian di rumah sakit.” Ujar Ryewook pelan
“Aku janji, aku benar-benar akan menjagamu. Kalau kau sampai jatuh sakit, aku benar-benar tidak akan memaafkan diriku.”
Ryeowook mengecup bibir Hajin pelan. Hajin menggeliat sebentar dan kembali terlelap
“Saranghamnida, buin..”

**********
Part 9 end

Author :

ೡSpecialAngelೂ

NEVER TAKE OUT THIS!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s