|| 3rd FF | Everlasting Love | Part 4 ||

Annyeong…..

Selesai!!! Part 4 akhirnya seleseeee….
Kalo udah baca, jgn lupa di like n comment yak..
klo smpet, chatting ma ak juga yah… ^^
Enjoy this all..

Kalo ad yg lupa.. Nih ak kasih link ke part sbelumnya…

|| 3rd FF | Everlasting Love | Part 1 ||
|| 3rd FF | Everlasting Love | Special Scene of Mimi & Seulong ||
|| 3rd FF | Everlasting Love | Part 2 ||
|| 3rd FF | Everlasting Love | Part 3 ||

Cast:
> Mimi
> Jeanne
> Fefe
> Dian
> Aira
> Sonrye a.k.a Herentia
> Hamun a.k.a Esther
> Hyori a.k.a Echa

Start….

Dengan sangat hati-hati, Mimi mengikuti Taecyeon masuk ke dalam rumah sakit. Tiba-tiba Taecyeon berhenti. Dengan cepat, Mimi bersembunyi. Mimi mengintip dari balik tembok. Seorang dokter yang sudah berumur, berdiri dan berbincang serius dengan Taecyeon. Mimi bisa mendengar dengan cukup jelas suara mereka.
“Seperti yang sudah Anda ketahui, jantungnya sudah sangat susah untuk bertahan.” Ujar dokter itu
“Apa kita tidak bisa melakukan sesuatu untuk menyelamatkannya?” tanya Taecyeon, dari nada suaranya dia tampak sangat khawatir
“Sebenarnya mereka membicarakan siapa sih?” batin Mimi
“Anda kan juga tahu, satu-satunya cara untuk menyembuhkan penyakitnya hanya dengan melakukan transplantasi jantung. Dan anak itu sudah menunggu selama 20 tahun. Aku rasa, jantungnya tidak bisa bertahan lebih lama lagi.” Jawab dokter itu
“Apa yang Anda lakukan di sini?” tanya seseorang dari belakang Mimi, tiba-tiba.

“Kamjaki.” Jerit Mimi tertahan, “Ah, suster. Aku.. aku sedang mencari kamar pasien.” Jawab Mimi asal
“Kalau Anda tersesat, lebih baik tanyakan ke receptionist.” Usul suster itu
“Ne, gomapseumnida.”
Suster itu akhirnya meninggalkan Mimi. Perlahan, Mimi melongokkan kepalanya lagi. Tapi Taecyeon dan dokter itu sudah tidak ada. Karena panik dan takut kehilangan jejak, Mimi berjalan kea rah koridor itu. Mimi mengintip ke sebuah kamar. Taecyeon tampak berdiri dan menatap pasien yang sedang tertidur dengan infuse, alat bantu pernapasan, dan beberapa alat menancap di badannya. Mimi mempertajam penglihatannya.
Karena penasaran, Mimi tidak bisa lagi menahan diri. Dia membuka pintu itu. Dia yakin orang itu orang yang dia kenal.
“Mimi?” jerit Taecyeon kaget
Langkah Mimi tiba-tiba terhenti. Matanya berair, dia tidak bisa mengatakan apa-apa. Lututnya terasa lemas. Dia bisa merasakan jari-jarinya yang bergetar. Mimi jatuh terduduk saking shocknya. Dia menutup mulutnya dengan kedua tangan.
“O… Oppa…” ujarnya lemas
“Kenapa kau bisa ada di sini?” tanya Taecyeon yang berjalan mendekati Mimi
Air mata Mimi tertumpah perlahan, “Di… dia… dia kenapa?”
“Sebaiknya aku membawamu keluar dulu. Kau harus menenangkan pikiranmu. Kau pasti sangat terkejut.”
Taecyeon membantu Mimi berdiri dan memapahnya keluar dari kamar itu. Sebelum keluar, Mimi sempat menengok dan kembali melihat orang itu berbaring dengan wajah yang sangat pucat.
Taecyeon menyodorkan segelas air pada Mimi. Mereka berdua duduk di kantin rumah sakit.
“Kenapa kau bisa ada di sini?” tanya Taecyeon lagi
Perasaan Mimi sudah cukup membaik, “Entah kenapa, aku penasaran dengan telpon dari RS yang masuk ke ponsel oppa. Lalu aku mengikutimu sampai di sini.” Jawab Mimi
“Dia..” ujar Mimi ragu
“Sepertinya aku sudah tidak bisa lagi menyembunyikan hal ini darimu.” Kata Taecyeon, dia memandang keluar jendela
Taecyeon menarik napas panjang sebelum melanjutkan kata-katanya, “Sebenarnya Seulong tidak pernah ke Swiss. Orang tuanya sudah lama meninggal dunia. Sudah bertahun-tahun, dia hidup sendiri di Seoul. Dia sudah mengidap kelainan jantung sejak kecil dan terus berharap akan adanya keajaiban untuknya selama 20 tahun ini.”
“Dia.. selama dia bersamaku, dia sudah sakit?” tanya Mimi tidak percaya
“Dia mengambil jurusan computer karena hanya itu satu-satunya jurusan yang membuatnya tidak banyak bergerak. Sejak kecil, dia tidak pernah membuka hatinya untuk siapapun. Dia tidak ingin mengambil resiko akan menambahnya beban pikiran karena cintanya. Tapi, saat kau pertama masuk kuliah, dia tiba-tiba mendatangiku. Dia benar-benar pusing hari itu. Baru kali itu aku melihatnya berpikir sangat keras.” Taecyeon menyeruput airnya, “Sejak dia melihatmu untuk pertama kalinya, tiba-tiba saja dadanya terasa sakit. Tapi dia yakin, itu bukan karena jantungnya. Dia benar-benar mencintaimu.”
Air mata Mimi tidak tertahankan lagi
“Akhirnya dia memutuskan untuk menjalin hubungan denganmu. Aku yakin, seumur hidup Seulong, saat yang paling membahagiakan untuknya adalah saat dia bersamamu. Senyumnya selalu mengembang asal kau ada di sebelahnya.”
“Lalu.. kenapa dia tiba-tiba menghilang dan tidak mengatakan apapun padaku?” Mimi menghapus air matanya
“Beberapa hari sebelum dia menghilang, penyakitnya kambuh. Dan dia sadar akan hidupnya yang tidak lama lagi. Dia tidak mau membuatmu sedih kalau dia meninggal nantinya. Dia tidak sanggup melihat kau lebih menderita dari dirinya.”
“O.. Oppa…”

:::

“Khun, kenapa orang tua kita tiba-tiba saja menjodohkan kita berdua?” Tanya Dian
Dian menopangkan dagunya di tangannya sambil menatap Nick khun yang asyik menyendok es krimnya.
Khun mengangkat bahunya, “Aku juga tidak tahu. Kemarin, Papaku menelpon dan memberitahuku masalah pertunangan kita. Dia juga menyuruhku untuk ke sini. Dan kau tahu tujuan dia menyuruhku mendatangimu?”
Dian menggeleng pelan
“Dia menyuruhku membawamu ke Thailand.”
“HA?!” Dian memicingkan matanya
“Sepertinya dia sudah ngebet memintaku menikah. Kau tahu kan sifat papaku?” Tanya Khun
Dian yang masih shock, mengangguk.
“Kau pasti akan diminta untuk tinggal di sana selamanya. Membantuku mengurusi perusahaan, menemani papa ku, dan memberikan cucu untuknya.” Jelas Khun
“Cu.. cucu?” Dian makin shock
Khun mengangguk mantap, “Nah, untuk kebaikanmu sendiri, sebaiknya kita menolak perjodohan ini.”
Entah kenapa, mendengar kalimat terakhir tadi membuat Dian sedih.
“Ta.. tapi..”
Khun tiba-tiba menggenggam kedua tangan Dian, “Aku yakin kau sudah tahu perasaanku padamu sejak dulu. Dan aku masih belum berubah, Dian. Aku masih mencintaimu.”
Dian menelan ludah, “A.. aku…”
“Aku juga masih ingat dengan janji kita dulu untuk menikah saat kita dewasa. Dian, aku janji akan menepati janji kita itu.”
“Khun…”
“Tapi, kau kan tahu bagaimana papaku. Aku tidak mau kau dikekang olehnya. Kau masih sangat muda. Kuliahmu saja belum selesai. Kalau kita menikah sekarang, kau bisa kehilangan masa muda mu dan kau pasti akan diminta untuk berhenti kuliah dan mengurusi perusahaan. Aku benar-benar tidak mau kau jadi seperti itu.”
Khun menatap jauh kedalam mata Dian. Dian bagai terpaku melihat tatapan tajam itu.
“Apa kau mau seperti itu?” Tanya Khun lagi
Dian tersadar dan menggeleng, “Aku menyukaimu sejak dulu. Aku tidak pernah melupakanmu. Dan aku benar-benar ingin menikah denganmu.”
Khun masih menggenggam tangan Dian
“Tapi.. tapi aku tidak mau kehilangan masa-masa remajaku. Minimal aku harus menyelesaikan kuliahku di sini.” Lanjut Dian
“Karena itu, sebaiknya kita berbohong pada orang tua kita dan menolak perjodohan ini. Hanya sampai kau lulus kuliah.” Tambah Khun
Dian mengangguk mantap.
“Aku tidak akan pernah menyesal kalau aku benar-benar menikah denganmu Khun. Kau selalu memikirkan perasaanku lebih dulu.” Batin Dian sembari tersenyum
“Halo, ma..” ujar Dian di telpon

“Maaf Ma, Dian harus jadi anak yang tidak berbakti kali ini. Tapi Dian tidak bisa menerima perjodohan ini. Dian tidak bisa bertunangan dengan Khun.” Kata Dian menjelaskan

“Mama jangan maksa Dian lagi. Keputusan Dian udah bulat.”
Sementara itu, Khun juga sibuk menghubungi papanya, “Papa..”

“Ternyata perjodohan ini tidak sesuai keinginanku. Aku tidak mau melanjutkan perjodohan ini lagi, pa”

“Terserah! Mau di hukum apa aja terserah. Tapi aku tidak bisa melanjutkannya lagi.”
Khun langsung mematikan ponselnya.
Dian menatap Khun takut, “Apa kita sudah melakukannya dengan benar?”
“Kau tidak usah cemas. Semuanya akan baik-baik saja.” Khun berusaha menenangkan Dian
“Kau tidak akan apa-apa kan?” Tanya Dian lagi
Khun tersenyum menatap Dian, “Kau mencemaskanku? Tidak usah khawatir. Setegas-tegasnya papaku, dia tidak akan melakukan hal buruk padaku.”
“Aku yakin, dia pasti sudah memperhitungkan semuanya. Aku tidak perlu mengkhawatirkan apapun.” Batin Dian

:::

Jeanne menarik lengan Yunho dan berhenti berjalan.
“Wae?” Tanya Yunho
Jeanne menatap Yunho, memelas.
“Dia tidak akan menggigitmu. Kajja.” Yunho kembali berjalan
“Aku tidak takut digigit tauk! Aku cuman ga suka disinisin.” Batin Jeanne yang dengan sangat terpaksa mengikuti Yunho
Yunho membuka pintu café itu perlahan. Matanya menyisir seisi café dan melihat sosok wanita yang sangat dia kenal. Jeanne menggandeng Yunho dengan erat dan mengikutinya mendekati Hyori.
Hyori yang menyadari keberadaan Yunho dan Jeanne, langsung berdiri dan menyapa Jeanne dengan sopan. “Annyeonghaseyo onnie.” Hyori membungkuk selayaknya bagaimana menyapa orang yang lebih tua
“Annyeonghaseyo.” Jeanne menundukkan kepalanya
“Ja. Mogja.” Ujar Yunho begitu mereka bertiga duduk
Meja sudah penuh dan berisi menu makan siang yang enak. Tapi, makan siang kali ini terasa berbeda bagi mereka, terlebih buat Jeanne. Suasananya benar-benar kaku. mereka bertiga hanya sibuk menyendokkan makanan di meja ke mulut mereka. Tidak ada kata-kata yang keluar.
Jeanne tidak bisa menahannya lagi. Dia menyendokkan sesendok penuh ddokbokki dan menyodorkannya pada Yunho. Yunho dan Hyori bersamaan melihat kea rah Jeanne. Jeanne membuka mulutnya, memberi kode pada Yunho agar menyantap makanan itu.
“Ahm…” isi sendok itu berhasil berpindah ke dalam mulut Yunho
“Onnie bukan orang Korea kan?” tanya Hyori tiba-tiba
“Ne?” tanya Jeanne yang kaget disuguhi pertanyaan yang mendadak seperti itu, “Ne. Aku berasal dari Indonesia. Aku ke Korea karena mendapat beasiswa di sini.” Jawab Jeanne jujur
“Keureyo.” Hyori mengangguk. Tapi tatapannya pada Jeanne tetap saja dingin.
“Aissh. Anak ini mulai kurang ajar padaku. Kalau kau bukan sepupu kesayangannya Yunho oppa, sudah kujambak rambutmu.” Batin Jeanne berusaha menahan amarahnya
“Kalian berdua harus lebih dekat. Aku mau orang-orang yang aku sayangi juga saling menyayangi.” Ujar Yunho kemudian
Hyori yang memang duduk di sebelah Yunho langsung melingkarkan lengannya di lengan Yunho, “Tentu saja oppa. Kau tenang saja. Aku dan Jeanne onnie pasti akan cepat akrab. Iya kan, onnie?” Hyori melempar pandangan pada Jeanne
“Ih… apa-apaan dia? Sok manja.” Batin Jeanne
“Ne. Tentu saja.” Jawab Jeanne
Yunho tersenyum bahagia mendengar jawaban Jeanne dan Hyori.
“Oppa, aku mau ke kamar kecil dulu. Mian.”
Jeanne pun berlalu meninggalkan kedua sepupu itu.
Jeanne mencuci tangannya sambil menatap cermin. Dia pun mengomel sendiri. “Anak itu benar-benar ingin menguji batas kesabaranku yah? Makin lama dia makin mengesalkan saja. Aku pikir dia itu baik seperti yang dikatakan Yunho oppa. Nyatanya..” ujarnya terus mengomel
Tiba-tiba seseorang masuk ke ruangan itu. Jeanne melihat Hyori yang masuk sambil menatap Jeanne sinis.
“Wae?” tanyanya jutek. Jeanne tidak bisa menyembunyikan kekagetannya mendengar Hyori menjadi tidak sopan seperti itu. Hyori berjalan ke washtaffel di sebelah Jeanne. Hyori merapihkan rambutnya yang agak berantakan.
“Dengar,” ujarnya tanpa berbalik sedikitpun. Jeanne berdiri dan menunggu kata selanjutnya dari Hyori. “Aku tidak akan pernah merestui hubunganmu dengan Yunho oppa. Dia hanya milikku seorang. Jadi jangan pernah harap, kau bisa merasa nyaman dengannya. Aku akan selalu menghantui hubungan kalian.”
“A.. Mwo??” kata Jeanne yang tidak bisa lagi menahan amarahnya. “Ya! Hyori! Aku juga tidak akan membiarkanmu mengganggu hubunganku dengan Yunho oppa. Tidak akan pernah dan jangan pernah berharap.” Tambah Jeanne dengan nada sangat tegas
“Terserah.” Hyori mengibaskan rambutnya seraya berjalan melewati Jeanne. Begitu mendekati pintu keluar, Hyori berbalik dan kembali berbicara, “Yunho oppa sangat sayang padaku. Aku yakin dia akan melakukan apa saja untukku.” Tanpa menunggu respon dari Jeanne, Hyori meninggalkannya sendirian
Jeanne mengepalkan tangannya menahan marah. Dia menggigit bibirnya yang sudah tidak tahan ingin memaki Hyori.
“Jangan harap Yunho oppa akan meninggalkanku demi anak ingusan sepertimu!!” teriak Jeanne

:::

Aira duduk sambil merapihkan bunga-bunga dan merangkainya, saat dia kembali mengingat masa lalunya yang sudah ingin dia lupakan. Tapi karena kemunculan pria itu di depan Aira, kembali membuatnya terbanyang akan masa lalunya.

Flashback – 3 years ago

“Tumben kau menelponku pagi-pagi begini? Kau kangen yah ingin mendengar suaraku.” Goda pria itu
Tapi Aira tidak merespon candaannya, “Oppa…” ujarnya dengan sangat pelan
“Aira? Kau kenapa?” tanyanya panik begitu sadar Aira menelpon sambil menangis, “Uljima uljima. Waegeude?”
Pria Korea ini yang sudah mengenalkan dan mengajarkan Aira akan kebudayaan Korea dan bahasa Korea. Karena pria korea ini pula Aira sangat mencintai Korea sampai saat ini. Pria pertama yang menjadi tumpuan Aira. Pria pertama yang bisa membuatnya merasa aman dan nyaman. Satu-satunya orang yang dia percaya saat ini.
“Kau kenapa? Kau masih di rumah sakit kan? Aku akan kesana.” Katanya benar-benar panik
“Jeongmal? Oppa mau kesini?” tanya Aira terisak
“I’ll be there soon.” Setelah memutuskan telepon, pria itu dengan cepat mengendarai mobilnya ke rumah sakit
Aira memang sudah dua hari di rumah sakit karena penyakit maag-nya yang tiba-tiba kambuh.
Begitu sampai, dia di sambut oleh tetangga Aira. “Anak itu sudah sejak tadi di kamar. Dia tidak mau membuka pintunya, biarpun untuk suster dan dokter. Dia bahkan belum sarapan.” Katanya
Dia mengetuk pintu kamar Aira pelan, “Aira.. Ini oppa. Buka pintunya.”
Aira langsung membuka pintu dan menghambur memeluknya. “Donghae oppa.” Ujarnya sambil terus terisak.
Tetangganya berjalan meninggalkan mereka. Donghae mengajak Aira duduk. Tapi Aira sama sekali tidak melepaskan pelukannya dan masih terisak. Donghae tidak melakukan apa-apa kecuali menahan tubuh Aira dan menjadikan badannya tumpuan.
Tangis Aira mulai mereda tapi dia masih bersandar di dada Donghae.
“Apa sudah cukup kau mengotori dan membasahi bajuku?” tanya Donghae dengan nada bercanda
Aira menepuk pelan lengan Donghae. “Kau kenapa? Cerita pada oppa. Apa yang terjadi.” Ujar Donghae kembali serius
Aira mengangkat kepalanya. “Ada tumor di perutku.” Ujarnya pelan
“Mwo? Sejak kapan? Kau sudah menderita sejak kapan? Kenapa kau baru memberitahuku sekarang?” tanya Donghae kaget dan kecewa
“Ani. Aku juga baru tahu pagi tadi. Oppa orang pertama yang aku beritahu.” Jawab Aira, “Dokter itu bilang aku harus segera dioperasi. Aku takut oppa. Bagaimana kalau operasinya gagal?”
Donghae mengelus kepala Aira lembut, “Kau tidak perlu takut. Aku akan selalu ada di sisimu. Kau pasti akan segera sembuh.” Donghae berusaha menenangkan Aira
Aira kembali memeluk Donghae, “Kau tidak akan pernah meninggalkanku kan? Kau tidak akan meninggalkanku seperti mama ku kan? Hanya oppa yang aku miliki saat ini.” Aira kembali memeluk Donghae
“Nona Aira, operasinya akan segera dimulai.” Kata suster yang baru masuk ke kamar Aira, “Saya akan kembali ke sini lima belas menit lagi.”
“Makasih, sus.” Ujar Donghae
Aira mengenggam tangan Donghae lebih erat. “Kau jangan takut. Semuanya pasti berjalan lancar. Lebih cepat kau mengeluarkan tumor itu, semakin cepat kau bisa sembuh.”
Akhirnya Aira masuk ke kamar operasi. Sekitar tiga jam, Aira bertahan melawan pisau-pisau yang tajam. Syukurlah operasinya berjalan dengan lancar. Aira diantarkan kembali ke kamarnya. Aira baru sadar sekitar lima jam kemudian.
“Oppa..” ujar Aira pelan begitu dia sadar
Tapi tidak ada jawaban. Seseorang memegang tangan Aira dan meletakkan tangannya di kening Aira. Aira membuka matanya perlahan. Tapi orang itu bukan orang yang dicari Aira. Seorang wanita paruh baya berdiri di sebelah Aira dan menatapnya khawatir. Dia adalah tetangga Aira yang selama ini membantu menjaga Aira sejak mamanya pergi bersama pria lain.
“Bibi, Donghae oppa mana?” tanya Aira
“Ha? Bibi.. bibi juga tidak tahu. Begitu bibi sampai di sini, dia sudah tidak ada. Mungkin dia pulang untuk beristirahat.” Jawabnya
Aira berbalik dan membelakangi bibi itu. “Bukannya kau bilang kau akan selalu ada di sisiku? kenapa dia pulang begitu saja?” batin Aira, “Tunggu saja kalau dia datang. Aku akan menghukumnya.”
Dua hari, lima hari, bahkan sampai Aira sudah keluar dari rumah sakit tapi masih belum ada kabar sama sekali tentang Donghae. Dia tiba-tiba menghilang dan tidak yang tahu keberadaannya.
“Hei!” tepukan yang cukup kencang di bahu Aira membuatnya tersadar dari khayalannya
“Mwo?!” teriak Aira saking kagetnya
Yesung tertawa ngakak melihat Aira yang kaget, “Siapa suruh siang-siang begini melamun. Kau lagi mengkhayal apa sih?”
“Ne? Aniyo. Sunbae sendiri kenapa siang-siang ke sini? Tidak ada kelas yah?” tanya Aira mengalihkan pembicaraan
“Ani. No ante bogoshipo.” Jawab Yesung
“Hah? Ne.. ne?” Aira tidak yakin dengan pendengarannya
“Aniya. Tidak usah kau pikirkan. Aku menyelesaikan saja rangkaian itu yah.” Yesung lalu mengambil beberapa bunga di sebelah Aira. Aira hanya menatap Yesung aneh seraya kembali melanjutkan pekerjaannya.
Tiba-tiba bel di pintu berbunyi tanda ada tamu yang datang. Aira menengok, “Ososeyo.” Sambut Aira
Pria itu terdiam. “O.. Oppa..” ujar Aira
Pria itu berjalan medekati Aira, “Kau tidak boleh lagi menghindariku. Kita harus bicara sekarang juga.” Dia menarik lengan Aira. Tapi tiba-tiba tangan Aira yang satu ada yang menahan. Aira berbalik. Yesung menatap tajam kea rah Donghae
“Siapa kau?” tanyanya serius
“Gwencanayo sunbae. Dia temanku. Aku akan bicara dengannya sebentar. Aku akan segera kembali.” Aira melepaskan genggaman Yesung dan berjalan keluar bersama Donghae

:::

“Oppa, kita mau kemana? Aku kan belum sembuh.” Tanya Sonrye yang ditarik Jinwoon keluar rumah
“Kau ikut saja.” Jinwoon membuka pintu mobilnya dan menyuruh Sonrye naik
“Oppa, kalau sampai Jungsoo oppa tahu kita bisa mati.” Kata Sonrye takut
“Kogjonghajima. Kita tidak pergi jauh kok. Lagian ini juga untuk kesehatanmu.”
Sonrye pun diam dan Jinwoon melajukan mobilnya perlahan. Sebenarnya Jinwoon sudah minta izin lebih dulu pada Jungsoo hyung sebelum menarik Sonrye yang masih sakit ke mobil.
Setengah jam di mobil, akhirnya Jinwoon menghentikan mobilnya. “Kita dimana?” tanya Sonrye
“Kajja!” lagi-lagi Jinwoon menarik Sonrye pelan. Jinwoon membawa Sonrye ke sebuah danau yang masih bersih dan di kelilingi pepohonan yang lebat. “Kau sakit pasti karena kau jarang menghirup udara segar. Makanya aku membawamu kesini.” Kata Jinwoon
Sonrye menatap Jinwoon. Dia tidak percaya kalau anak ini akan melakukan hal itu untuknya.
“Hey, aku tahu kalau aku ini imut. Tapi kau jangan melihatku seperti itu. Nanti kau bisa jatuh cinta padaku.” Canda Jinwoon dan satu pukulan mendarat di lengannya.
Jinwoon dan Sonrye duduk di atas rumput menghadap ke danau. Jinwoon menutupi badan Sonrye dengan selimut yang dibawanya. Sonrye menyenderkan kepalanya ke bahu Jinwoon.
“Aku harap waktu bisa berhenti.” Ungkap Sonrye, “Suasananya sangat indah. Rasanya aku tidak mau pulang.”
Jinwoon menolehkan kepalanya, “Kau benar-benar tidak mau pulang? Kau mau kita digigit binatang buas disini?” dengan panik Sonrye mengangkat kepalanya dan melihat ke sekeliling, “Oppa, disini ada binatan buas? Kenapa kau membawaku kesini?”
Jinwoon cekikikan di sebelah Sonrye. Dia menepuk kepala Sonrye dan mengacak-acak rambutnya, “Babo. Mana ada binatang buas di tempat seperti ini.”
“Kau ini usil sekali.” Sonrye mencubit lengan Jinwoon dan kembali menyenderkan kepalanya, “Aku sangat senang, Jungsoo oppa kembali ke Seoul. Dia sudah sangat lama di Jepang, aku sudah sangat merindukannya. Tapi.. tapi aku merasa bersalah padanya. Dia datang jauh-jauh aku malah menyambutnya dengan membuatnya khawatir karena aku sakit.”
“Jungsoo hyung tidak akan menyalahkanmu. Dia tahu, kau bukannya sengaja membuat dirimu sakit.” Ujar Jinwoon, “Oh iya, Fefe dan Jungsoo hyung sudah kenal lama yah?”
Sonrye menggelengkan kepalanya pelan, “Ani. Mereka baru bertemu hari ini.” Jawabnya
“Tapi waktu aku datang tadi, mereka ngobrol sangat dekat. Aku kira mereka sudah kenal lama.” Tiba-tiba sebuah ide muncul dikepala Jinwoon, “Bagaimana kalau kita menjodohkan Fefe dan Jungsoo hyung?”
“Mm.. jamkamman. Fefe memang tidak pernah pacaran sebelumnya. Dan jungsoo oppa juga sepertinya belum punya pacar. Lagian mereka kelihatan cocok.” Sonrye menimbang-nimbang, “Aku setuju. Kita jodohkan mereka berdua.” Kata Sonrye bersemangat, “Memikirkannya saja sudah sangat menarik. Sepertinya ini akan jadi seru.”
“Hwaiting!” Jinwoon dan Sonrye saling menepukkan tangan mereka

:::

Sepulang dari rumah Sonrye, Fefe mampir ke sebuah mini market untuk berbelanja keperluan yang tidak sempat dibeli Aira. Fefe menenteng kantongannya dan berjalan pulang ke apartmentnya, sebelum dia melihat sesuatu yang menarik perhatiannya.
“I.. itukan Mimi?” Fefe menajamkan penglihatannya, “Dia bersama.. JUNGSOO OPPA!!” jerit Fefe kaget.
Dari jauh, Mimi jalan bersama Jungsoo. Jungsoo melingkarkan tangannya di bahu Mimi. Mimi tampak sedih, tapi Jungsoo terus bicara padanya. Tiba-tiba Jungsoo menyentuh kepala Mimi dan mengacak rambutnya mesra.
“Apa-apaan ini? Mereka saling kenal? Kemarin malam, aku sudah memberitahu Mimi masalah pria yang aku sukai. Kenapa dia sanggup menusukku dari belakang.” Batin Fefe. Dia menggenggam kantongannya dengan erat.
Fefe melihat Mimi pamit pada Jungsoo. Jungsoo melambaikan tangannya dan Mimi masuk ke apartment. Jungsoo lalu meninggalkan apartment itu sambil tersenyum bahagia. Dengan cepat, Fefe berlari ke apartmentnya. Saat Fefe masuk, Mimi sudah duduk bersama Jeanne di ruang tamu. Mereka tampak ngobrol serius.
Fefe berjalan mendekati mereka. Fefe meletakkan belanjaannya di atas meja. Dia terus menatap Mimi, sinis.
“Kau kenapa? Ada yang salah dengan penampilanku?” Mimi memeriksa segala bagian dari pakaiannya
Fefe tidak menjawab melainkan terus menatap Mimi. Mimi berdiri dan hendak memegang bahu Fefe.
Plakkk…
Mimi memegang pipinya yang terasa panas.
“FEFE!” teriak Jeanne seraya berdiri dan memegang bahu Mimi, “Kau tidak apa-apa kan?”
“KAU SUDAH TAHU KALAU AKU MENYUKAI JUNGSOO OPPA! KENAPA SEKARANG KAU MENUSUKKU DARI BELAKANG?! KENAPA KAU DIAM-DIAM PERGI DENGANNYA!” bentak Fefe
“A.. apa?” Mimi mengernyitkan dahi
“Fefe, kau ini bicara apa?” tanya Jeanne kaget
Mimi menahan Jeanne yang ingin melanjutkan kata-katanya, “Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan. Tapi aku yakin ini hanya salah paham. Sebaiknya kita bicarakan dulu baik-baik.” Mimi memegang tangan Fefe dan berusaha menyuruhnya duduk tenang. Tapi tangannya ditepis dengan keras oleh Fefe
“Aku tidak butuh penjelasan apapun. Sekarang kau pilih, AKU YANG KELUAR ATAU KAU YANG KELUAR!” tambah Fefe masih dengan suara tinggi
“FEFE!!” bentak Jeanne, “Kau mulai keterlaluan.”
“Baiklah, aku yang pergi. Tapi kau jangan coba-coba keluar dari rumah ini.” Ujar Mimi akhirnya
“Bagus. Setelah aku kembali, aku tidak mau lagi melihat wajah pengkhianat seperti kau.” Tanpa menunggu jawaban, Fefe langsung meninggalkan mereka.
Mimi berjalan ke kamarnya. Jeanne mengikutinya, “Sebenarnya apa yang terjadi?”
“Aku juga tidak tahu.” Mimi mulai mengepak barang-barangnya
“Sebenarnya siapa Jungsoo yang dia maksud? Kenapa aku tidak tahu?” Jeanne makin bingung
“Semalam, dia cerita padaku kalau dia menyukai seseorang yang bernama Jungsoo. Dia itu oppanya Sonrye. Tapi aku tidak tahu dia melihatku dengan siapa sampai dia mengira kalau it Jungsoo.”
Barang-barang Mimi sudah masuk ke dalam tas besarnya. Mimi berjalan keluar kamar sambil menenteng tasnya.
Jeanne menahannya, “Kau benar-benar mau keluar? Kau mau kemana?”
“Aku tahu kalau ini hanya salah paham. Dan aku yakin kalau Fefe akan segera sadar masalah ini. Kalau sampai dia yang keluar, masalah ini bisa makin gawat. Aku memang kebetulan mau menginap ditempat lain malam ini. Aku ingin merawat Seulong oppa dengan serius.” Jawab Mimi, “Aku harap kau bisa menjelaskan masalah ini dengan baik pada Aira dan Dian. Dia pasti mengerti. Kalau ada apa-apa hubungi aku, atau datanglah ke rumah Taecyeon oppa. Kalau aku ingin istirahat dari rumah sakit, aku akan ke sana.”
“Arasseo. Jjalga.”

Continued….

Advertisements

10 thoughts on “|| 3rd FF | Everlasting Love | Part 4 ||

  1. hiyaaaaaaaaa… i’m first right??
    OK comment now. . .

    ya ampun kasian bgt seulong kena penyakit jantung gtu… malang skali nsibnya ya.. ckckckck…

    yaaaa.. critanya aq kagak jadi tunangan m nich,, ntar klo nich dijodohin ama orang lain gmana? wah nggak trima saia
    hahahaha…

    seru tuh perang antara jeanne ama hyori,, lanjutkan..

    sek,,sek,, aq rada bingung ama critanya aira m donghae,, donghae itu kemana pas dulu,, dtunggu lama nggak muncul tp qo tiba2 muncul gtu..

    waaaahh… mimi minggat, wew ada masalah mbok yo dibicarain jangan main mggat2 gtu dong..

    jinwoon m sonrye makin mesra aja nih ye..

    OK mi selesai comment
    lanjutkann ya..
    yang lain juga LD nya ditunngu
    klo MIS nggak deh, itu kapan2 jga gpp qo
    wkwkwkwkw… 😛

  2. Hijrah aka pindah humz comment ne….
    wkwkwkwkwk….XD

    seulong skt parah???
    loch oppa q kq bz skt parah???
    *oppa mank ni TGIM yak bkn kan hahaha….*

    tp get well soon oppa klo gk ntar d tinggal nikah ma mimi n taecyeon…
    *????*

    pweh…
    shinmei np gk d nikahin j ma nickhun gk usa pke menunda nunda laa menikahlah trz nambah ponakan bt ak, yoora ma unhee jg…
    *d gampar shinmei*
    hahahaha….XP

    jiah unhee berantem na ma ank kecil ih gk malu yak…
    biar pcrn na aman tak kzi tipz dah d tendang aj ank kecil na gmn??
    hohohoho…*devil*

    jek…jek…
    ak bingung ma yoora ma hae nich si hae knp mendadak kabur trz muncul lg knp mank?? knp???

    wew…
    ran it babo dah masak gk bz bedain mana yg jungsoo mana yg bukan kta na suka tp np gk bz bedain cb…
    ah mati aj dech loe ran….
    *pembunuhan ma karakter ndiri*

    cpt baikan gih ma iseul tow gk ntar fefe turun tangan nich…
    tp tunggu nich yg ngomel” fefe kan kalo gt young ran yg turun tangan…
    *ah ribet dah (-.-“) *

    OI SHIN ISEUL…
    lanjutin shopa ma LD jg ak uda penasaran nech ma lanjutan 2 crt it…
    klo gk d lanjutin ak hantui loch nanti klo km tdr…
    hahaha….XD

  3. owalaahh si seulong oppa sakit toh~~
    kasiaan nyaa.. T___T *kasian mimi jag*
    cpatt smbuh~ mobga2 ada yang mo membagi jantung *jantung kok dibagi (PLAK!)

    dian gag jadi tunangan?
    gagnyesell tuh XD

    Aira unnie… dlunya ama hae oppa toohh~
    Ooooooooo *geje* XD
    udahh ama yesung oppa ajaa paling cocok (memutuskan seenaknya)

    Janes onn yang sabar yakk..
    klu yunho oppa lebih milih hyori nanti yunho oppa ku smack down *dijamin aku yang kalah*
    XD

    owaahh diriku~
    jinwoon oppa ska b’candaa yahh tapi aku lbih ska bcanda ama buma (PLAAAKK!)
    XD

    ya ampunn fefe unnie.. ckckk~
    sgtunya dia cinta sama oppaku XD ampe berantem..
    kasian kan mimi onnie gag salah apa2.. sonrye agy pergi ke luar di culik jinwoon jadi hgag bsa bantu mnyelesaikan masalah :p

    komen skian unnie 🙂

  4. ngagkk unnie kurasa jantungku tidakk cocok dngan jantung seulong oppa..
    jantungku kecil 😛
    lagipula ntar yakk unn aku ktemu buma dulu baru pikir2 lagi XD *keburu KO seulongnya *
    (PLAK!)

  5. ooow…
    kirain seu long dah meninggal ternyata masih idup….
    tapi sama az yang…s ekarat dia…
    huaaaaaaaaaaaaaaah…Oppa kenapa kau punya penyakit separah itu….

    hah/..
    MWO..?? shinmei ma khun nggak jadi tunangan…
    nggak nyesel tuh….
    hehehe…
    tapi asli khun dewasa bgtz….
    ntar lok khun di tunangin ma yg lain gimana.??
    *mulai berkhayal*

    wah si yunhee ma hyori…
    bakalan terjadi perah dunia ke 3 ne…
    tapi yakin dah yg menang pasti yunhee…
    dia kan devil…
    wkwkwkw…*yunhee tahu langsung di sawat sandal*
    tenang yunhee yunho oppa qw pasti milih u kok…
    wkwkwkw….*PD bgt ngomong kyk gtu…yg author sapa mankx*

    oalah…
    Hae toh…??
    wae?? kenapa mesti Hae??
    pilihan yng sulit…
    *di geret yesung*
    lah terus hae ngapain dulu ninggalin yoo ra di rumah sakit…
    dia tak menepati janji…*jewer hae* ^^v

    sonrye bener2 mesra bgt ma jinwoon…
    sampai iri saya…><

    Jung soo punya kembaran kah…??
    kok isa si ran liat mimi ma jung soo…
    apa jungsoo dan dah punya pacar yang wajahx mirip mimi…
    ya ampun ran…
    kau sampai menampar mimi hanya karena seorang jungsooo…
    hebat……ckckckc…
    ne anakl bener2 cinta ma jungsoo….

    • T.T hooh onnie!!!! oppaku atit.. mau bantu tranplantasi jantung gak?? hehhee

      jiyahahahhha…. itu mah doa onnie.. *dilempar batu ma dian*

      aku ga ikutan loh onn..
      ak udah pernah ngerasain sendal yunhee sih.. (?)
      XPP

      akhirnya rasa penasaran onnie kejawab kan??? hahahaha…
      nah loh.. mulai berpaling yak…
      kenapa yah?? tebak aj lagi ndiri… *jailnya kambuh*

      tarek yesung aj onn ke danau.. sekalian nyemplung bareng.. *disambit dayung*

      hmmm… klo itu bakal kejawab next part onnie….
      tunggu aja yah…
      auk tuh… kan perih nih pipi!! T.T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s