I Like You, Kwon! [Chapter 5]

TITLE : I LIKE YOU, KWON!

Original Fan Fiction in Chinese by yajfeng (小爱) of Baidu
English translation/revision/editing by twilightelusion@soompi
Indonesian translation/editing by mylittlecozyspace.wordpress.com

FF ini aslinya pake bahasa China, trus di translate ke English. Tapi versi English-nya sudah lumayan beda dari yang asli. Soalnya sebagian besar jalan ceritanya dirubah sama translator English-nya. Nah, lucky me! aku di kasih izin buat translate FF itu lagi ke Bahasa Indonesia. Dan dapat izin baru tuk edit2 jalan ceritanya..
Semoga semuanya bisa suka yah… ^^

Kalo kalian mau liat English version dari FF ini, kalian bisa lihat disini :

Fanfiction English Version

CHAPTER 5

3 HARI SESUDAH SHOOTING WGM

STASIUN PENYIARAN M

Kegiatan BEG hari ini cukup santai – mereka mengadakan goodbye stage untuk single mereka “ Sign”. Karena akan mengambil waktu cukup lama untuk mereka kembali ke panggung, performance kali ini sangat penting. Semua member datang ke studio lebih cepat untuk latihan. Dan tidak boleh ada kesalahan.

Saat mereka kembali ke ruang ganti, leader JeA menjelaskan pada membernya gerakan-gerakan yang akan berubah nantinya. Saat dia akan menjelaskan part Ga In, ada yang mengetuk pintu dengan pelan. Pintu itu terbuka dan memunculkan seorang member dari Girl Group baru, After School. Kalau Ga In tidak salah ingat, namanya pasti Raina.

“Unnie, annyeonghaseyo! Aku Raina dari After School. Aku kesini untuk bertemu Ga In unnie.” Raina bicara dengan sopan. BEG adalah seniornya dan sangat penting untuk meninggalkan kesan yang baik pada unnie-unnienya.

Ga In masih berpikir apa yang diingin gadis ini dengannya. Dia sangat jarang berhubungan dengan After School, dan yakin kalau dia tidak pernah bertemu dengan Raina sebelumnya. Ga In terus memperhatikan sosok gadis yang berdiri di antara pintu itu, Ga In tiba-tiba menyadari sesuatu, mata yang besar dan bercahaya, wajah yang tirus, dan badan yang kurus… Apa mungkin…? Saat pikiran-pikiran itu melintas di kepalanya, dia dengan cepat berdiri.

“Oh, Raina ah, ada apa?” Tanya Ga In dengan tergesa, tapi dia tidak bisa memecahkan apa yang dia rasakan di dalam hatinya. Dia merasa penasaran dan perutnya terasa aneh.

Raina menyadari perhatian semua member BEG sekarang tertuju padanya. “ Ga In unnie, bisa kita bicara berdua?” Raina merasa sedikit terintimidasi dengan aura protektif yang dikeluarkan para member BEG.

“Apa yang ingin kau bicarakan dengan Ga In yang tidak bisa kami dengar?” Narsha menatap tajam gadis yang terlihat innocent itu. Dia bisa merasakan kalau gadis itu tidak se innocent yang dia tunjukkan pada orang lain.

Ga In bisa merasa kalau unnie-unnie nya mulai berdiri dan mendekati mereka.

“Narsha unnie, gwencana, aku akan keluar dengan Raina. Tidak usah khawatir, aku tidak akan lama dan aku akan kembali sebelum kita tampil.” Ga In berjalan dengan cepat ke pintu dan memberitahu Raina untuk keluar. Mereka berdua pergi ke sebuah ruang ganti yang kosong.

“Ga In unnie, aku tahu ini sangat tiba-tiba, mendatangimu di saat seperti ini. Tapi aku sangat takut dan aku yakin satu-satunya cara untuk menenangkan pikiranku adalah dengan bicara dengamu.”

Kata-kata Raina membuatnya makin bingung. “Wae? Apa yang sudah kulakukan yang membuatmu takut seperti ini?”

“Unnie, kau mungkin tidak begitu mengenalku, tapi kau pasti pernah mendengar Oh Bang Sil, kan?” Raina menatap mata Ga In dan menekankan tiga kata itu. Dia bisa melihat wajah Ga In yang kaget. Dia melanjutkan serangannya. “Benar. Aku Oh Bang Sil! Aku bukan hanya teman dekat Kwonnie oppa. Dia berbohong saat itu. Sebenarnya kami benar-benar pacaran sekarang! Kwonnie oppa adalah pacarku!”

Kejutan yang dia rasakan saat melihat gadis didepannya merasuki seluruh tubuhnya, bahkan pikirannya. Untuk beberapa menit, pikirannya benar-benar kosong. Dia berkedip sekali dan menggelengkan kepalanya untuk mengembalikan kesadarannya.

“Apa… Apa maksudmu?” ujar Ga In berat. Raina bisa melihat Ga In berusaha keras melawan kekagetannya. Dia benar, ada sesuatu antara Ga In dan Kwonnie oppa.

“Sekarang untuk part 2…” batin Raina. “Aku sangat takut unnie.. aku sangat takut kalau Kwonnie oppa jatuh cinta denganmu. Dia tidak pernah lagi mengirimiku pesan ataupun menelponku. Dan saat aku mencoba menghubunginya, dia selalu sibuk. Dan yang membuat pikiranku makin buruk, artikel tentang kalian benar-benar jadian terus bermunculan tanpa henti. Aku tidak bisa bertanya pada Kwonnie oppa langsung jadi aku tidak punya pilihan lain selain datang padamu, unnie..” air mata Raina menggenang di ujung matanya dan bicara dengan suara memelas.

“Tapi antara kalian berdua. Apa hubungannya denganku? Apa yang harus aku lakukan?” Ga In masih tidak pasti dengan kata-kata Raina yang mungkin bisa menjadi berita terbesar tahun ini. Perasaannya bercampur aduk antara tidak percaya, bingung, ragu, dan yang paling besar, pengkhianatan. Dia sempat percaya kalau Kwonnie merasakan sesuatu terhadapnya. Semuanya terasa nyata saat kunjungannya di rumah sakit. Apa yang terjadi?

Raina menatap Ga In dan dia bisa merasakan semua perasaan Ga In yang muncul di wajahnya. “Dia pikir dia sangat dewasa dan tidak ada yang bisa membaca pikirannya. Chet! Dia bukan tandinganku.” Raina siap untuk kata-kata finalnya hari ini.

“Aku mau, bukan, aku butuh unnie untuk berjanji padaku satu hal.” Ga In menatap Raina, kebingungan tergambar jelas di wajahnya. “Unnie, bukankah kau bilang kau tidak suka dengan pria yang lebih muda darimu? Lalu bisakah kau berjanji untuk tidak menyukai Kwonnie oppa?”

“Apa.. Apa maksudmu?” ini kedua kalinya Ga In mengatakan hal yang sama. Pikirannya sudah sangat kacau untuk bisa mengeluarkan jawaban yang lebih kuat.

Raina mendekatinya, mengumpulkan lebih banyak kepercayaan diri dari kebingungan Ga In yang dilihatnya di wajah dan suara Ga In, “Selama unnie tidak menyukai Kwonnie oppa, hatinya dan perasaannya..” Raina berhenti sejenak dan menarik napas, seperti apa yang akan dia katakan selanjutnya akan membuatnya lebih sakit dari apa yang bisa dia bayangkan. “…hati dan perasaannya untukku tidak akan pernah berubah. Unnie.. aku mohon…”

Melihat wajah muda di depannya, wajahnya bercampur dengan kesakitan, air matanya mulai berkumpul di sudut matanya, Ga In melihat bagaimana dia menurunkan harga dirinya hanya agar dia bisa menyelamatkan hubungannya dengan pria yang dia cintai. Ga In mengingat cinta pertamanya dan mengingat betapa bodohnya dia saat dia masih seumuran Raina dan sangat mencintai pria itu. Hati Ga In melembut dan berusaha memperbaiki perasaannya dengan berkata pada dirinya sendiri bahwa walaupun dia menyukai Kwonnie, itu bukan apa-apa dibandingkan cinta Raina untuknya.

“Baiklah, aku berjanji padamu.”

“Gomawoyo unnie! Jeongmal kamsahamnida!” Raina tersenyum lebar, seakan-akan dia baru mendapatkan harta yang paling berharga saat dia mendengar janji Ga In.

“Tapi, aku tidak bisa menghentikan WGM. Itu pekerjaan. Aku harap kau mengerti.” Ga In tampaknya sudah bisa berpikir baik lagi. Sepertinya saat dia berjanji pada Raina, sesuatu dalam dirinya padam.

“Gwencanayo. Selama unnie tidak menyukai Kwonnie oppa diluar show, semuanya tidak apa-apa.” Jawab Raina cepat

“Aku akan menjaga janjiku, tidak usah khawatir masalah ini lagi. Kalau tidak ada masalah lagi, aku harus kembali ke ruang gantiku untuk bersiap untuk perform.” Ga In pun berdiri dan berjalan keluar dari ruang ganti itu tanpa melihat ke arah Raina untuk kedua kalinya. Sepertinya dia tidak bisa lagi berada dalam satu ruangan dengannya lebih lama. Bahkan saat dia sudah mengingatkan dirinya sendiri kalau Kwonnie TIDAK PENTING untuknya, dia tidak bisa menghentikan rasa sakit yang mulai menjalari tubuhnya. Dia hampir tersanding saat dia mengingat hal terakhir yang diucapkan Kwonnie padanya di rumah sakit sebelum dia kembali tertidur.

“Jjalja jagiya, aku akan selalu di sisimu.”

Ga In berjalan dan mendekati ruang tunggu BEG. Dia menarik napas panjang dan tiba-tiba dia merasakan udara yang dihirupnya menyakiti hatinya. Dia meletakkan tangannya di dadanya dan menekannya keras, berharap perasaan itu hilang. Dia menutup matanya.

“Son Ga In, kau wanita yang kuat. Jo Kwon bukan “suami”-mu di kehidupan nyata, dia hanya partner kerjamu. Begitu kau masuk ke ruangan ini, kau akan melupakan semua hal yang terjadi di rumah sakit, lupakan semua kata yang dia ucapkan padamu, mengerti?”

Setelah mengulang sugesti itu pada dirinya sendiri sebanyak tiga kali, dia menarik napas panjang, memperbaiki pakaiannya, dan tersenyum seraya berjalan ke dalam ruang ganti. Saat member-membernya mencoba bertanya apa yang dikatakan Raina, dia hanya menjawab “tidak ada apa-apa” dan kembali mempersiapkan perform mereka. JeA dan MiRyo tidak menanyakannya lagi lebih jauh, karena tahu Ga In yang keras kepala. Narsha menatap Ga In dan membatin, “Anak ini… dia melakukannya lagi… memasang topeng “aku baik-baik saja” pada dirinya sendiri untuk menyembunyikan perasaannya.. aku penasaran apa yang dikatakan Raina padanya…”

Tiba-tiba produser acara itu datang ke ruangan mereka dan meminta mereka untuk bersiap-siap di belakang panggung. Mereka yang akan tampil selanjutnya. Narsha mengesampingkan kekhawatirannya saat itu.

Raina keluar dari ruang ganti itu setelah Ga In keluar. Dia menoleh dan melihat Ga In berdiri terpaku, menghembuskan napas dengan berat. Dia juga melihat Ga In meletakkan tangannya di dadanya. Melihat Ga In seperti itu, senyum penuh kemenangan muncul di wajahnya.

“Ini akibatnya karena kau terlalu dekat dengan Kwonnie oppa. Kwonnie oppa milikku. Kalau aku tidak bisa memilikinya, begitu pun dengan yang lain!” bisik Raina pelan agar tidak ada yang mendengarnya. Yang lebih mengerikan dari kata-kata yang dia ucapkan adalah nada bicaranya, nada yang bisa menimbulkan ketakutan bahkan untuk prajurit yang terkuat.

30 MENIT KEMUDIAN, RUANG GANTI BEG

“Son Ga In! Ada apa denganmu?!! Lebih baik kau memberikan penjelasan yang bagus padaku! Penampilanmu di panggung tadi SANGAT HANCUR!! Apa kau masih bisa menyebut dirimu sebagai member BEG?!” JeA emosi karena Ga In membuat banyak kesalahan di panggung saat perform.

Untuk Ga In, bayang-bayang Raina di ruang tunggu, memohon padanya untuk tidak menyukai Kwonnie oppa-nya dan Kwonnie di rumah sakit yang mengatakan akan selalu ada di sisinya, terus berputar di benaknya sepanjang perform. Dan hasilnya, dia melakukan gerakan yang salah saat dance, lupa dengan liriknya dan terpeleset. Itu mungkin penampilannya yang terburuk sepanjang promosinya. Dan tidak ada kalimat “kau bisa memperbaikinya di penampilan selanjutnya” karena ini adalah goodbye stage mereka. Dia merasa sangat bersalah pada member lainnya.

“Unnie… mianhe… jeongmal mianhe… aku tidak melakukannya dengan sengaja…” suara Ga In makin pelan. Semua kejadian hari itu terus saja berputar di kepalanya. Dia merasa sangat bersalah dan makin dia memikirkan apa yang sebenarnya terjadi, perasaannya justru makin memburuk. Air matanya mulai menggenang di matanya., dia dengan cepat melihat ke arah lain agar unnie-unnie nya tidak melihat air matanya. Tapi dia kurang cepat karena Narsha sudah menatapnya sejak tadi dan melihat air matanya yang mengalir di pipinya saat dia berbalik.

“Sebenarnya apa yang dikatakan Raina padamu?” ujar Narsha. Itu pikiran yang paling pertama muncul di benaknya. Dia tahu sesuatu pasti terjadi saat mereka bicara

“MWO?! Apa yang di inginkan anak itu? Apa dia lupa kalau dia itu masih baru?” walaupun JeA sangat ketat pada membernya saat tampil, tapi dia tidak akan membiarkan siapapun membuat membernya sedih. Mereka semua setuju akan hal itu. Tidak ada yang boleh menyakiti member lain. MiRyo menatapnya dan berjalan keluar ruangan itu untuk menemui Raina. Ga In adalah maknae mereka, jadi mereka lebih perhatian padanya.

“Bukan apa-apa. Dia tidak mengatakan apa-apa. Jinja.” Ga IN tidak mau memberi tahu unnie-nya kejadian sebenarnya. Bagaimanapun, mereka adalah artis, dia tahu bagaimana sulitnya untuk membangun sebuah hubungan. Itu yang setidaknya harus dia lakukan karena dia sudah berjanji pada Raina.

Melihat Ga In yang sangat sedih merasa sangat bersalah, JeA tidak sanggup melanjutkan amarahnya. Para member BEG pun merapihkan barang-barangnya dan kembali ke dorm mereka dengan mobil van-nya.

Sepanjang perjalanan, Ga In yang biasanya selalu semangat dan ceria tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Dia memandang keluar jendela selama itu. Bahkan saat unnie-nya berusaha memulihkan perasaan Ga In dengan mengobrol tentang hal kesukaannya – makanan, dia hanya menjawab dengan jawaban singkat dan kembali berbalik. Member lainnya saling melihat, semuanya tidak tahu apa yang harus mereka lakukan. Saat mereka sampai di dorm, mereka bisa mendengar Ga In yang tersedu-sedu. Mereka tahu dia berusaha menguasai dirinya sendiri agar tidak ada yang mendengarnya. Mereka bertiga saling menatap dan menjawab pertanyaan yang sama yang ada dibenak mereka dengan mengangkat bahu.

“Berhentilah menangis, Son Ga In! Aku bilang BERHENTI MENANGIS!” tapi itu tidak bekerja saat ini. Semakin dia menyuruh dirinya sendiri untuk berhenti menangis, semangin deras air matanya mengalir. Dia harus mengontrol tangisnya agar tidak membuat unnie-unnienya khawatir. Dia mengeluarkan ponselnya dan berniat menelpon Ong oppa-nya tapi dia ingat kalau dia sedang ada schedule saat ini. Dia baru saja akan meletakkan ponselnya saat ponsel itu berdering. Di layar ponselnya muncul “내 남편” (Nae Nampyon). Dia menunggu sampai panggilan itu berhenti, dia membuka ponsel flip-nya dan ke contact list. Dia merubah namanya dari “내 남편” menjadi “조권”. Ponselnya kembali berdering. Ga In kembali menunggu sampai ponselnya berhenti berdering. Begitu panggilan itu berhenti, dia mengiriminya pesan : “Aku lelah. Dan sangat ngantuk. Jangan menelpon.”

Jawabannya pun sangat singkat. “Arasseo, Yeo Bo. Jjal ja. ^^”

Dia menatap pesannya, atau lebih tepatnya, kata “Yeo Bo.” Dia menutup matanya dan meletakkan tangannya di dadanya agar rasa sakit itu menghilang.

“Mulai sekarang, kau HANYA Jo Kwon untukku, dan aku adalah Ga In noona untukmu.”

Dengan begitu, dia membuang badannya ke kasur dan memaksa dirinya untuk tidur.

END OF CHAPTER 5


My Notes: Raina adalah member After School yang dicurigai adalah Oh Bang Shil. Tapi sampai saat ini, belum ada yang bisa membuktikannya. Kwonnie juga belum pernah mengklarifikasi hal ini. Aku harap kalian tidak membenci Raina. Karena sifatnya disini hanya karangan n cuman buat kepentingan FF ini aja.. ^^
Jangan lupa like + comment okay… ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s